fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Syawal 1442  |  Kamis 13 Mei 2021

Strategi Menjalin Persahabatan di Kantor

http://2.bp.blogspot.com/_JSntHhVP11g/TDVWfq8wi-I/AAAAAAAAAdU/eztRuuYaAW8/s1600/91166_bekerja-dengan-atasan-pria_300_225.jpg

Persahabatan di tempat kerja bagaikan pedang bermata dua. Di satu sisi, hal itu bisa meningkatkan produktivitas, kinerja tim, dan kepuasaan kerja secara keseluruhan. Di sisi lain, Anda harus berhati-hati karena menggabungkan kehidupan pribadi dengan profesional.

Teman mampu memberikan dukungan, bantuan, serta rasa memiliki. Jadi, wajar saja jika memiliki teman di kantor membuat pekerjaan terasa lebih menyenangkan. Tapi, para ahli menyarankan pekerja untuk lebih waspada dalam menanganinya.


''Persoalan baik atau buruknya tergantung pada individu-individu dan peran mereka. Sementara persahabatan dengan rekan kerja dapat meningkatkan kreativitas dan kepuasan kerja, hal itu harus didekati dengan kehati-hatian. Beberapa persahabatan hancur dan bisa sulit jadinya berhadapan dengan mantan teman setiap kali Anda berpapasan di lorong,'' kata Irene Levine, profesor psikiatri di New York University School of Medicine dan penulis TheFriendshipBlog.com.


Selain itu, dengan siapa Anda berteman di tempat kerja juga akan memengaruhi bagaimana atasan dan rekan kerja memandang Anda.


Meski pun memiliki sejumlah perangkap tersembunyi, bukan tidak mungkin membina persahabatan tanpa harus membahayakan karier Anda. Berikut ini adalah sejumlah cara menerapkan batasan-batasan terhadap persahabatan di tempat kerja:


Lindungi informasi personal

Meski pun Anda mungkin ingin cepat akrab dengan rekan kerja, tahan keinginan untuk membagikan terlalu banyak informasi personal sekaligus. Jalin persahabatan di kantor secara perlahan-lahan. Berhati-hatilah untuk tidak terlibat terlalu cepat. Anda memerlukan waktu untuk membangun kepercayaan dan benar-benar mengenal rekan kerja, sebelum menumpahkan setiap detail intim kehidupan pribadi Anda.

Batasi sosialisasi di kantor

Tidak masalah jika Anda menghabiskan waktu makan siang bersama rekan kerja atau menikmati secangkir kopi di kafe selepas bekerja. Tapi, jangan menghabiskan waktu satu jam setiap hari untuk saling berkunjung ke meja masing-masing dan bergosip.

Terlalu melibatkan diri tentang berbagai isu di kantor, mulai dari romantika di tempat kerja, atasan yang kejam, sampai rekan kerja bermasalah, justru dapat mengurangi produktivitas. Sebaiknya, sepakati untuk membatasi sosialisasi di kantor seminimal mungkin. (LI/OL-06/mediaindonesia.com)