fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


26 Ramadhan 1442  |  Sabtu 08 Mei 2021

Kiat Sukses Bisnis Ala China

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:q0OOIi_WwcrKfM:http://i391.photobucket.com/albums/oo353/zulvacom/chinese/Chinese-new-year_02.gif&t=1

Ada pembelajaran yang menarik ketika kita ingin menjadi pengusaha, memulai bisnis, menjalankan bisnis, dan belajar dari kegagalan dan keberhasilan yang kita peroleh selama ini. Beragam pelajaran bisnis itu biasanya kami dapatkan dari perjalanan reportase, seperti yang kami lakukan beberapa waktu lalu, baik keluar kota bahkan keluar pulau. Banyak pelajaran, oleh-oleh tulisan, dan tentu saja pengalaman. Biasanya perjalanan ini kami gabung sekaligus, kadang kami ke ujung Pulau Sumatra, kadang kami ke Bali, hal ini menjadikan Bekerja sambil Berwisata.

Suatu sore, kami berdiskusi dengan sahabat kami dari etnis China, seorang pebisnis hebat sejak muda, bahkan ia terlahir dari darah seorang pebisnis karena seluruh keluarganya menjadi pengusaha. Namanya Jesslynda (42). Diskusi kami bahkan bisa berjam-jam, dan kami saling terbuka dengan segala kesamaan dan perbedaan yang kami miliki masing-masing.

Saya yang beretnis Jawa dan tidak memiliki garis keturunan sebagai seorang pebisnis mencoba bertanya dengan "nakal" kepada sahabat saya ini; "Enak ya jadi orang China. Lahir langsung jadi pengusaha. Menjadi pengusaha identik dengan kelimpahan uang, hidup makmur dan banyak uang."

Tertawa. Itulah respon yang saya tangkap pertama kali. Saya sudah menduga. Karena hidup ini memang saling menyangka, saling melihat. Dalam bahasa Jawa, Sawang Sinawang: Saling Melihat.

Berikut pelajaran penting yang saya anggap sebagai kiat sukses seorang pengusaha china yang diringkas di rubrik kecil ini, hasil perbincangan saya dengannya.

Pertama; Begitu banyak orang yang melihat bahwa menjadi pengusaha itu enak dan banyak uang. Tetapi jarang orang yang melihat dan tidak pernah belajar bagaimana cara bisnis yang baik untuk memperoleh uang. Kekayaan tidak dapat dibangun secara instan, perlu perjuangan untuk mencapainya. Seberapa lama perjuangan itu ada hasilnya, tergantung seberapa besar perjuangan yang kita lakukan.

Kedua; Gaya hidup mempengaruhi keberhasilan bisnis seseorang. Jika kita baru berbisnis dan belum memiliki kemampuan untuk memanfaatkan hasil usaha sudah bergaya lebih besar pasak daripada tiang, maka usaha bisnis yang kita bangun akan tinggal cerita.

Ketiga; Percaya dan mempercayai adalah sikap dasar seorang pengusaha. Karena itu kepercayaan harus dijaga. Menjadi pengusaha jangan malas bersinergi dengan banyak orang, terutama orang-orang yang dapat dipercaya. "Kami biasa berbagi informasi, berbagi pekerjaan dan saling mendukung," ujarnya.

Keempat; Banyak orang meninggalkan falsafah lama yang dipegang para pedagang. "Untung sedikit tetapi banyak", falsafah ini penting untuk menjaga kontinuitas usaha bisnis dalam masa yang panjang.

Sudah menjadi rahasia umum di belahan manapun di dunia, bahwa orang Cina adalah jagonya bisnis. Di kalangan orang Cina atau di luar komunitas itu mereka selalu berusaha mengajarkan kiat sukses berbisnis ala orang Cina. Banyak orang tua bila ingin anaknya sukses dalam menghadapi persaingan global harus mengajarkan kiat sukses itu.

Bisnis itu menyenangkan dan kesuksesan secara finansial adalah impian semua orang. Tak terkecuali bagi kamu yang masih duduk di bangku kuliah atau sekolah. Kesuksesan finansial memungkinkan kamu dapat melakukan apa yang kamu sukai, membeli barang yang kamu inginkan, membaginya dengan orang-orang yang disayangi, menjadikan dunia ini tempat yang baik dengan kedermawananmu, serta mewujudkan segala rencana yang kau impikan.

Uang memang bukan segalanya. Namun ingatlah, kamu tak akan dapat memaksimalkan nilai-nilai penting seperti keluarga, kesehatan, karier, hubungan, bahkan sepiritualitas, tanpa uang. Dengan uang pula, kamu akan lebih mampu menjadikan diri agar bermanfaat bagi banyak orang. Karena itu, banyak bermunculan anak muda yang punya power dalam berbinis. Lihat saja sekeliling kita. Ada banyak anak kuliahan yang sudah punya usaha sendiri dan mereguk keuksesan di usia mereka yang relatif masih muda. Mulai dari yang membuka distro, membuka bimbingan belajar, menulis dan menerbitkan buku, hingga membuka kursus berenang.

Sebagian mereka menjalankan usaha pada awalnya dari modal yang kecil kecilan dan mengerjakan apa yang biasa mereka kerjakan. Sebagian lainnya memulainya dengan modal besar. Langkah itu dilandasi satu pemahaman, bahwa ikan besar hanya bisa dikail dengan umpan besar. Tampaknya modal puluhan juta bikin keder, tapi harus dimengerti pula bahwa cara yang ditempuh untuk mengumpulkan modal. Misalnya dengan patungan atau mencari investor.


Baik yang memulainya dengan modal kecil atau yang berani melangkah dengan modal besar, kedunya punya satu kesamaan: mereka mahasiswa atau pelajar yang BERFIKIR MAJU. Prestasi dalam hidup memang hanya akan diraih oleh mereka yang mau melakukan lebih dari yang sewajarnya. Catat, hanya yang BERFIKIR MAJU yang benar-benar akan MAJU.
(fn/cb/kb/suaramedia.com)