pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Kendala Perempuan Untuk Sukses Berwirausaha

http://ilulcreative.files.wordpress.com/2010/03/wanita-karir-luarlgoldberglaw.jpgWanita adalah pelaku bisnis yang tangguh. Roda perekonomian mikro di Indonesia, sebanyak 60 persennya dikelola oleh wanita. Hal ini disampaikan oleh Dr Ir Irma Alamsyah Djaya Putera, M.Sc, Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pada konferensi pers peluncuran situs khusus wanita berwirausaha dari Standard Chartered, beberapa waktu lalu di Jakarta. Karena itu, sudah saatnya kita mulai menganggap serius perkembangan wirausaha wanita Indonesia.

Namun sayangnya, perkembangan ini masih sering terhambat karena adanya kendala-kendala. Seandainya bisa menemukan jalan untuk melewati hambatan-hambatan ini, tak ayal perekonomian kita pun bisa lebih baik. Dr Ir Irma menjelaskan enam poin kendala bagi para wanita untuk mulai berwirausaha. Enam poin tersebut adalah:

1. Kondisi kodrat
Kondisi kodrat wanita untuk melakukan tugas-tugasnya sebagai wanita kadang menghambat mobilisasinya. Wanita memiliki kodrat yang sulit dielakkan. Misal, kondisi siklus menstruasi bulanan yang membuatnya sulit untuk bisa 30 hari beraktivitas, kondisi hamil, lalu menyusui, juga harus menjaga anak. Alhasil, mobilisasi wanita dibandingkan pria bisa dibilang terpaut jauh dan membuat wanita tidak bisa seaktif pria.

2. Kekurangan pengalaman berusaha

Tak banyak wanita yang berani memulai langkah karena alasan belum berpengalaman. Padahal, dengan ia berani mencoba dan tak takut gagal, ia akan memiliki pengetahuan lewat pengalaman itu. Contohnya, saat krisis moneter pada 1998, ketika banyak pria yang terkena pemecatan, kegigihan wanita untuk mencari nafkah lewat usaha makin terlihat. Makin banyak wanita yang berani membuka usaha kecil-kecilan untuk menghidupi keluarganya.

3. Malas berurusan dengan bank

Mulai dari perjalanan menuju bank, lalu berhadapan dan berurusan dengan administrasi saja sudah membuat para wanita enggan untuk mau memulai langkahnya. Belum lagi, ketika ia harus mengajukan pinjaman, ia harus memikirkan agunannya, yang umumnya, tak banyak pula ia miliki.

4. Peran ganda

Peran ganda yang ia harus lakukan di rumah, lalu sekaligus di tempat usahanya, belum lagi jika ia harus mengurus anggota keluarganya yang lain.

5. Kurang percaya diri

"Yang paling terutama mengapa wanita tidak percaya diri adalah karena kurangnya pengetahuan dan informasi bagi mereka untuk mulai berwirausaha," ujar Dr Irma. Ditambah lagi karena dari keluarga atau dari orang-orang di sekitarnya tidak mengajarkannya cara untuk berwirausaha, dalam hal ini, pengalaman mereka pun juga kurang. Tak heran, wanita seringkali kurang percaya diri.

6. Kurang peduli dengan "database"

Nah, ini pun salah satu kendala kesuksesan wanita untuk bisa sukses berwirausaha. Kadang, wanita cenderung melakukan dan menjalani usahanya saja, tapi tidak mencatat perjalanan, perkembangan, keuangan, persediaan, dan sebagainya. Hal ini pun akan menjadi kendala di depannya.

Nah, setelah mengetahui kendala-kendala ini, mungkinkah Anda menemukan jalan untuk menghadapinya dan berani melangkah untuk lebih sukses?

Sebelumnya, "Peran wanita pengusaha semakin penting dalam menggerakkan ekonomi. Sebanyak 40-50 persen bisnis di pasar-pasar yang sedang berkembang dimiliki oleh kaum wanita," terang Tom Aaker, kandidat CEO, Standard Chartered Indonesia, dalam temu media, beberapa waktu lalu. Hal ini menunjukkan bahwa wanita memiliki daya dan penting dalam perkembangan ekonomi, dan harus terus ditingkatkan.

Lebih lanjut, data dari Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia menyatakan, saat ini terdapat lebih dari 400.000 orang pengusaha wanita sektor formal memimpin usaha mulai dari unit usaha kecil, menengah, hingga perusahaan besar. Namun, tidak bisa berbangga diri sampai di sini saja, kita masih harus terus berbenah diri, karena masih banyak wanita yang sebenarnya mampu lebih mengembangkan kemampuan wirausahanya, hanya saja banyak yang tersandung kendala.

Menurut Dr Ir Irma Alamsyah Djaya Putera, M.Sc, Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (KPPPA), salah satu kendala utama yang menyebabkan wanita enggan memulai berwirausaha adalah keterbatasan informasi. Keterbatasan informasi dan pengalaman membuat wanita kurang percaya diri untuk mau bergerak dan berwirausaha. Termasuk pula kekurangan profil untuk dicontoh, terbatasnya akses untuk pendidikan keuangan, serta kepercayaan diri untuk memulai dan mengembangkan usaha mereka sendiri. Problem ini memerlukan upaya yang besar dari berbagai pihak, seperti bank untuk membantu mengedukasi dan mengajak wanita agar mau berwirausaha.

Salah satu bank yang mencoba untuk membantu perkembangan wanita berwirausaha adalah Standard Chartered Bank. Bank yang sudah berdiri di Indonesia sejak tahun 1843 ini meluncurkan sebuah situs berisi informasi yang didedikasikan khusus untuk wanita berwirausaha. Situs www.standardchartered.com/sme-banking/resourcecentre/ berupaya menyediakan edukasi dan interaktif untuk kalangan pengusaha kecil dan menengah (UKM). Di dalam situs ini, para pengguna akan bisa belajar lewat modul-modul, latihan perencanaan bisnis, kecakapan kepemimpinan, juga keuangan.

Joanna Fielding, CFO, Standard Chartered Bank China serta Ketua Dewan Wanita Group Standard Chartered mengatakan, "Kaum wanita jarang mendapatkan akses atas informasi terkait berbagai hal yang mereka butuhkan. Lewat situs ini, terdapat informasi praktis serta perlengkapan yang secara khusus dirancang bagi para wanita wirausaha, melingkupi topik-topik, seperti negosiasi, pemasaran ke konsumen wanita, serta menetapkan alasan yang tepat untuk meningkatkan usaha."

A. Arno Kermaputra, Sr. Manager Corporate Affairs Standard Chartered Bank menjanjikan tak akan ada iklan-iklan terselubung untuk mendorong para pengguna situs ini untuk harus menggunakan produk-produk Standard Chartered. Ditambah lagi, situs ini terbuka untuk siapa pun untuk bergabung, tak harus merupakan nasabah bank tersebut.

fn/k2m/suaramedia.com

 

Artikel Terkait