pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Jejak Langkah Marc Ladreit de Lacharrière Sukses di Usia Muda

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRndjF1WF5d-KSO6A1SrA28CXsVTEnvC5r9XH_HQ7G1Zh6R6Yf6UYbdeAMarc Ladreit de Lacharriiere terlahir dan dibesarkan dari keluarga Lacharrière di Kota Nice, Prancis. Dia lahir pada tanggal 6 November 1940. Tidak banyak pemberitaan yang bisa merekam jejak masa kecilnya.

Nama Lacharrière baru mulai dikenal di dunia bisnis Prancis pada 1961. Pada tahun itu, di saat usianya baru menginjak 21 tahun, dia memulai karier bisnisnya dengan mendirikan usaha penerbitan media. Yakni majalah remaja bertajuk Mademoiselle.

Bisnis itu dilakoninya saat masih menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Ekonomi Université de Paris. Sayang, bisnis media yang dirintis dengan susah payah itu berakhir. Lacharrière menjual media itu sesaat sebelum melanjutkan studi di Elite Nationale d'Administration (ENA) pada tahun 1974.

Keputusan itu diambilnya lantaran ingin merintis karier di industri perbankan. Bank pertama tempat Lacharrière meniti karier sebagai bankir adalah Bank of Suez. Di bank itu, kariernya juga terhitung singkat, hanya sampai tahun 1976. Kendati kariernya di bank itu masih seumur jagung, Lacharrière telah berhasil menduduki posisi eksekutif.

Selepas dari Bank of Suez, Lacharrière meneruskan kariernya di perusahaan terkemuka Prancis, yaitu L'Oreal. Di perusahaan itu, dia bekerja selama 15 tahun. Hingga akhirnya menduduki jabatan sebagai wakil presiden eksekutif keuangan dari tahun 1984 hingga 1991.

Selama kurun waktu tersebut, Lacharrière juga menjabat posisi top di perusahaan lain. Dia, misalnya, pernah berada di jajaran direksi Synthelabo SA, perusahaan farmasi milik pemerintah Prancis dari tahun 1986 hingga 1991. Selain itu, menduduki posisi yang sama di Bank Mutuelle Industrielle (Bank Reksa Industri) pada tahun 1988-1990, yang kemudian bersalin bentuk menjadi Société de Banque Occidentale (SDBO), Bank Masyarakat Barat.

Pada 1991, Lacharrière mencoba kembali mengasah bakat bisnisnya dengan membangun perusahaan sendiri di sektor jasa keuangan. Bendera usahanya itu adalah Financiere Marc de Lacharriere (Fimalac). Perusahaan ini bergerak di sektor pendanaan korporasi. Sejumlah perusahaan yang pernah mendapat kredit dari Fimalac, antara lain, Varlogar, La Sofrès, Lille Bonnières, Centenaire Blanzy, Crédit Lyonnais, France Télécom, Air France, Sefimeg, Comptoir Lyon Allemand Louyot, Casino, Flo, AGF, Canal +, Renault, Strafor Facom, Secap, dan LBC.

Fimalac memfokuskan usahanya di sektor jasa keuangan melalui sejumlah entitas bisnisnya, seperti Fitch Group. Lembaga ini memiliki unit usaha Fitch Ratings, lembaga pemeringkat terbesar ketiga di dunia. Pada tahun 2006, omzet perusahaan ini € 457 juta.

Kehebatan Lacharrière mengelola bisnis di sektor jasa keuangan membuat namanya semakin populer di Prancis. Karena itu, selain menjabat sebagai Ketua Eksekutif Fimalac, dia juga diminta oleh sejumlah kelompok bisnis untuk menduduki jabatan penting di perusahaannya.

Pada periode tahun 1997-2000, Lacharrière pernah menjabat sebagai anggota dewan pengawas dari Group Casino Flo, Direktur L'Oreal, Anggota Dewan International Renault-Nissan, dan Anggota Dewan Penasihat Bank Prancis. Kesuksesan sebagai pengusaha dan eksekutif di berbagai perusahaan tidak menjadikannya sombong. Dia tetap rendah hati dan memiliki jiwa sosial tinggi.

Dia mendirikan Yayasan Keragaman Budaya pada 2006. Tujuan Lacharrière membangun yayasan ini adalah menciptakan warisan budaya kontemporer di tingkat sosial. Kegiatannya di bidang sosial, akhirnya membawa Lacharrière menjadi Ketua Dewan International Musees de France atau museum Prancis pada 1997.

Kontan.co.id/suaramedia.com