fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


4 Syawal 1442  |  Minggu 16 Mei 2021

Pensiun Dini? Why not?

http://1.bp.blogspot.com/_KgIhfKU4BcE/S1COWBMCTLI/AAAAAAAABAA/QV2kdBbQPkA/s400/pensiunan.bmpSebelum belajar Financial Planning, rasanya ga pernah kepikiran soal Pensiun.. apalagi Dananya.. hehe.. karena apa ya? Kalau disimpulkan dan dilihat dari sejumlah fakta, ada beberapa hal yang membuat orang tidak aware atau tidak terlalu memikirkan soal Dana Pensiun :

Umur masih muda.
Karena merasa umur masih muda, atau masih jauh dari usia pensiun, atau malah belum tau atau kebayang mau pensiun di usia berapa, maka Dana Pensiun adalah sesuatu yang dianggap tidak major atau tidak urgent. Masih jauhh..masih puluhan tahun lagi..sekarang ya dinikmati aja..masih banyak kebutuhan lain yg lebih ‘penting’..begitu kali ya..

Gaji terlalu besar/terlalu kecil.
Saat gaji cukup atau sangat besar, terkadang membuat seseorang lupa bahwa suatu hari nanti dia tidak akan mendapatkan gaji sebesar itu lagi. Gaji yang besar itu membuat seseorang merasa kebutuhannya pasti bisa di-cover dan ga perlu kuatir akan kurang, dan rasanya orang tersebut juga berpikir bahwa ia masih terus dapat bekerja dan menghasilkan gaji yang lumayan walau sudah tua. Namun bagi sejumlah orang mungkin merasa gajinya terlalu kecil, “gimana mo mikir dana pensiun, untuk kebutuhan sehari-hari aja udah pas atau malah kurang”

Dana Pensiun dari perusahaan
Beberapa alasan yang dikemukakan jika ditanyakan mengenai persiapan Dana Pensiun, jawabannya adalah “Oh sudah ada, disediakan dari perusahaan” jadi kalo udah ada dari perusahaan buat apa dipikirkan lagi, selama loyal di perusahaan itu, dananya akan cair di usia pensiun yang ditentukan. Mungkin ada sejumlah alasan lain yang membuat orang tidak memikirkan atau menganggap Dana Pensiun tidak terlalu penting. Tapi sebenarnya alasan apapun itu Dana Pensiun tetap perlu disiapkan dari usia semuda mungkin (usia produktif) mulai dari gaji pertama anda, karena faktanya hampir sebagian besar orang tidak bisa pensiun dengan mapan atau dengan kata lain tidak siap pensiun. Nahhh.. kalo kita udah aware n ngerti betapa pentingnya menyiapkan Dana Pensiun…trus selanjutnya musti apa…?? Kita perlu tau dulu beberapa hal penting yang merupakan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk menghitung alokasi dana yang perlu disiapkan.

Umur berapa ingin pensiun.
Umumnya usia pensiun di perusahaan saat usia 55 tahun, namun beberapa perusahaan juga ada yang lebih maju atau mundur. Sehingga sebaiknya kita tau dengan jelas mengenai rencana pensiun di usia berapa, kecuali yg mo selamanya kerja yaa..hehe..

Berapa lama perkiraan masa hidup setelah usia pensiun.
Setelah pensiun, kita perlu mengetahui seberapa lama kita akan hidup. “Lokh..memang ada yang tau kapan kita akan meninggal?” jawabannya “Tentu tidak” tapi hal ini tidak berarti kita sama sekali ga bisa memperkirakan masa hidup setelah usia pensiun. Usia meninggalnya seseorang bukan karena sakit, tapi karena tua, bisa dilihat dari history keluarganya, misalnya seseorang memiliki kakek/nenek, ayah/ibu yang meninggalnya di usia 70an. Maka bisa diperkirakan masa pensiunnya 15 tahun ( 70 tahun – 55 tahun).

Berapa kebutuhan hidup yang diinginkan saat masa pensiun.
Saat ini kita mengetahui dengan jelas berapa jumlah kebutuhan hidup kita atau pengeluaran bulanan. Sehingga bisa diprediksi kira-kira pada saat nanti di masa pensiun, apakah kebutuhan hidup itu tetap 100%, atau malah berkurang hanya 50%, karena misalnya sudah tidak ada tanggungan anak dan berkurangnya tagihan-tagihan rumah tangga karena anak sudah menikah dan memiliki rumah sendiri.

Dengan mengetahui 3 hal penting diatas, maka sebenarnya kita sudah hampir setengah jalan mewujudkan perencanaan Dana Pensiun kita. Selanjutnya dengan kalkulasi maka akan didapatkan nilai tunai yang harus ada selama masa pensiun, berapa lama waktu untuk mempersiapkan nilai tunai tersebut, dan berapa jumlah investasi yang perlu dialokasikan tiap bulan atau tiap tahun. Misalnya jika Anda berusia 25 tahun, ingin pensiun di usia 55 tahun, dengan masa hidup 10 tahun (sampai dengan usia 65 tahun), dengan kebutuhan hidup 80% dari Rp. 5.000.000 (kebutuhan hidup saat ini) maka dengan menyisihkan Rp 800.000 di investasi yang memberikan asumsi return 25% selama 30 tahun (55 tahun -25 tahun) anda dapat memenuhi kebutuhan dana pensiun yang dibutuhkan nanti.

Jadi, Siapkan Dana Pensiun anda sedini mungkin!

Penulis. Yosephine P.Tyas. S.Kom, MM, RFA® , Blogger Tamu,
Financial Advisor, Akbar’s Financial Check Up