fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Ramadhan 1442  |  Selasa 13 April 2021

Tiga Pertanyaan Penting sebelum Resign

http://3.bp.blogspot.com/-7D4ycR8jBIE/TVf4ehZDiWI/AAAAAAAABtU/7dOGBZHlhmQ/s1600/job-resignation.jpgAnda baru saja mendapatkan pekerjaan impian. Tapi, baru beberapa minggu pekerjaan tersebut ternyata jauh dari apa yang selama ini Anda bayangkan. Tindakan apa yang harus dilakukan?

Keputusan apakah Anda harus bertahan atau meninggalkan pekerjaan baru, mungkin tidak dapat diukur dari skala kepuasan pribadi. Sebaliknya, hal-hal praktis seperti menemukan pekerjaan lain dan memenuhi kebutuhan hidup, menentukan apakah mengundurkan diri merupakan sebuah pilihan.


Emilie Schaum, direktur sumber daya manusia di agensi pemasaran Lippe Taylor di New York, menyarankan untuk menanyakan tiga pertanyaan ini kepada diri sendiri agar terhindar dari situasi buruk, seperti dikutip situs msn.careerbuilder.com:


1. Mampukah saya berhenti?

Apakah Anda memiliki sumber daya keuangan untuk menutupi biaya hidup, jika Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan pekerjaan berikutnya tanpa terus mengorbankan kebahagiaan profesional Anda? Meski barangkali ada perusahaan lain yang sedang merekrut pekerja di sektor pasar tertentu, peluang baru itu mungkin tergantung pada tingkat pengalaman Anda serta besarnya gaji yang diminta. Apakah Anda bersedia bekerja freelance sampai menemukan posisi penuh berikutnya, dan apakah posisi freelance itu tersedia?

2. Apakah Anda melakukan penelitian yang benar?

Jika Anda telah melakukan semua pekerjaan rumah sebelum menerima tawaran perusahaan saat ini, misalnya mengajukan pertanyaan menyelidik selama wawancara, memeriksa situs perusahaan, dan melakukan beberapa pencarian fakta dengan berbicara kepada mantan atau karyawan perusahaan saat ini, apa yang berubah? Anda perlu betul-betul memahami hal ini untuk memastikan diri tidak terjebak dalam situasi yang sama sekali lagi.

3. Apakah keadaan benar-benar seburuk kelihatannya?

Kecuali situasi yang dihadapi adalah pelecehan atau sesuatu yang melanggar hukum atau tidak etis, mungkin Anda perlu berbicara dengan atasan langsung tentang hal-hal yang mengusik hati. Setelah itu, Anda dan atasan dapat mencari pemecahan masalah tersebut. Bicarakan pula keprihatinan Anda dengan teman dekat yang dipercaya atau anggota keluarga yang pendapatnya Anda hargai.

Bagaimana pun, tidak ada yang bisa membuat keputusan penting ini selain Anda sendiri. Namun, saran yang tepat setidaknya dapat memberikan beberapa petunjuk. (Yul/OL-06)

yulia permatasari | mediaindonesia.com