fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Syawal 1442  |  Kamis 13 Mei 2021

5 Kesalahan Yang Menjauhkan Internet Marketer Dari Kata ‘Sukses’

1) Berhenti Belajar

cara+sukses+erwin+miradiInternet marketer yang sukses bukan mereka yang hanya duduk melongo lalu berharap mendapat penghasilan. Karena anda setidaknya harus membeli ‘seragam’ dulu untuk bisa makan gaji buta seperti itu. Internet marketer yang sukses adalah mereka yang terus belajar pada satu bidang usaha yang mereka tekuni, baik itu blogging, paidreview, affiliate marketing, atau apapun itu. Karena internet adalah sebuah bidang yang terus berubah pesat seiring dengan perkembangan zaman dan manusianya. Metode internet tahun 2005 hanya menjadi sejarah di tahun 2011, begitu pula metode tahun 2011 yang nantinya hanya akan menjadi sejarah juga di tahun 2020. Jadi anda wajib untuk terus belajar demi kesuksesan bisnis internet anda, atau anda hanya akan menjadi lelucon bagi generasi internet marketer berikutnya..

2) Anti Bahasa Inggris

Internet Marketing dan bahasa Inggris adalah sebuah hal yang tidak dapat dipisahkan. Karena jaringan internet tersebar ke seluruh dunia, tentunya internet secara garis besarnya menggunakan bahasa internasional, yang dalam hal ini tentu saja bukan bahasa daerah anda. Sebagai seorang paidreviewer misalnya, bagaimana anda bisa menjejalkan link jualan kepada klien jika tidak bisa bahasa Inggris sama sekali? Jika anda seorang blogger, bagaimana anda bisa mengerti fungsi bahasa pemograman situs jika anda tidak bisa bahasa Inggris sedikitpun? Pada akhirnya, bagaimana anda berharap bisa sukses sebagai internet marketer jika anda tidak bisa bahasa Inggris?

Jika anda bermasalah dengan kemampuan bahasa Inggris, maka pelajari bahasa Inggris sejak saat ini. Jangan lalu menyisipkan diri anda di antara blogger-blogger lain yang juga tidak bisa bahasa Inggris agar anda nyaman dengan kekurangan anda. Atau pembenaran seperti ‘Ah, kan ada Google Translate..’. Karena jika anda mengerti bahasa Inggris, anda akan tau kalau Google Translate itu tidak lebih dari sampah.

3) Enggan Berbagi Ilmu Dengan Para Pesaing

Sifat kompetitif yang anda punya memang adalah sebuah aset besar sebagai motor motivasi dalam bekerja. Tapi, tidak berarti dengan alasan kompetisi anda menolak untuk belajar dari pesaing anda. Banyak internet marketer (khususnya para internet marketer yang menganut budaya siri’ lebay) yang merasa diremehkan jika harus mendapat suntikan ilmu dari internet marketer pesaingnya. Percakapan antar internet marketer pada umunya hanya berkisar tentang ‘berapa penghasilan saya dan berapa penghasilanmu’. Padahal, berpenghasilan lebih besar sama sekali bukan takaran kedalaman ilmu seorang internet marketer.

Ada baiknya jika anda bertukar informasi dengan pesaing anda untuk bisa mendapatkan ilmu-ilmu baru. Dengan begitu  persaingan pekerjaan anda akan semakin seru, dan itu jauh lebih baik daripada bekerja di belakang meja dengan berkas-berkas dan stempel selama bertahun-tahun. Anda dikhawatirkan akan mati bosan..

4) Lupa Dengan Ungkapan “Di Atas Langit, Masih Ada Langit”

Model bicara yang paling membosankan dalam topik blogging bagi saya adalah ketika salah satu blogger sudah mulai mengumbar-umbarkan pencapaiannya. Misalnya, “Blog saya backlinknya banyak, saya memang sering mondar-mandir cari backlink”, atau “Pengunjung situs saya hari ini udah 60ribu loh”..

Ada satu hal yang tidak pernah disadari oleh internet marketer seperti ini: bahwa internet tidak sebesar daun kelor! Mungkin saja anda merasa sudah kerja keras mencari backlink, tapi siapa yang tau kalau ternyata lawan bicara anda menghabiskan ribuan dollar untuk backlinknya? Mungkin anda menganggap pengunjung blog anda ‘sudah 60ribu’, tapi siapa yang tau kalau lawan bicara anda menganggap itu ‘cuma 60ribu’?

Pengumbar-umbaran seperti ini tidak akan membawa simpati internet marketer lain kepada anda. Jika para internet marketer sudah menjauhi anda karena hal ini, anda hanya perlu menunggu hari ketika anda jatuh dan tidak akan ada menolong. Makanya, selalu tanamkan dalam pikiran anda “di atas langit, masih ada langit”.. Agar tidak ada alasan untuk anda mengumbar-umbarkan hal-hal yang tidak perlu.

5) Mengidap Penyakit “Kacang Lupa Kulit”

Ini yang paling penting. Orang-orang yang tidak menghargai guru internet marketingnya ini adalah orang-orang yang saya sebut berpenyakit ‘kacang lupa kulit’. Untuk menghindarinya, kenali tiga fase penyakit ini: Fase pertama, si murid menguras habis-habisan ilmu sang guru, tanpa memberikan sumbangsih balik dalam bentuk apapun.

Fase kedua, si murid mulai lupa kalau gurunya lah yang pernah membimbing langkah-langkah pertamanya dalam internet marketing. Ini biasanya terjadi di saat si murid mulai berpenghasilan.

Dan fase ketiga yang kronis yaitu ketika si murid sudah mulai menganggap sang guru sebagai saingan! Pada fase ini, si murid biasanya sudah mulai menganggap dirinya lebih baik daripada sang guru. Dan hampir semua internet marketer seperti ini (termasuk beberapa murid saya) harus jatuh terguling-guling dalam usahanya.. Kenapa? Karena mereka sebenarnya tidak sebaik yang mereka kira.

Untuk menghindari penyakit ini, jangan pernah tanamkan pada diri anda untuk melampaui sang guru. Guru anda adalah tempat dimana anda mencari solusi disaat usaha anda sedang mengalami kebuntuan. Tugas anda hanyalah membuat guru anda nyaman untuk terus membukakan pintu ilmunya. Jika anda menutup akses anda kepada sang guru, anda tidak akan mungkin minta solusi kepada murid anda kan? Makanya, hindari penyakit terkutuk ini!

erwinmiradi.com