24 Dzulhijjah 1442  |  Selasa 03 Agustus 2021

basmalah.png

Pekerjaan Membosankan Sebabkan Kelelahan Fisik

http://2.bp.blogspot.com/_XQZaTKKz0eE/SOmHJ6o7rII/AAAAAAAAASw/5BB8ERVtf2Q/s320/boring+job.jpgMemiliki pekerjaan membosankan bisa membuat anda rentan pada kelelahan fisik daripada mereka yang membuat anda menggerakkan kaki anda.

Para psikiater percaya ada kategori berbeda dari pekerja yang "tidak menantang" yang berakhir dengan mereka tidak tahan lagi dengan tugas "monoton dan tidak menarik" yang mereka harapkan untuk dilakukan.

Beberapa orang "harus mengatasi kekecewaan yang disebabkan oleh perasaan terperangkap dalam kegiatan kerja di mana mereka tak peduli, yang membuat mereka bosan dan tidak menghasilkan kepuasan" tulis Jesus Montero-Marin, dari Universitas Zaragoza di Spanyol, seperti dikutip Telegraph.

"Para pekerja ini mewakili perilaku sinis dan dimasuki perasaan bersalah karena perasaan yang bertentangan yang mereka rasakan atas pekerjaan mereka dan hasrat mereka untuk berubah," tulisnya dalam jurnal BMC Psychiatry.

Orang yang bekerja dalam tugas administratif dan layanan cenderung paling bosan dengan pekerjaan mereka, sementara para pria lebih cenderung menderita kelelahan fisik ini daripada perempuan.

Montero-Marin berspekulasi bahwa "barangkali berhutang dengan fakta bahwa peran pria selalu dikaitkan dengan harapan sosial dari perkembangan profesional."

Penelitian itu berdasarkan angket lebih dari 400 pegawai di Universitas Zaragoza.

Montero-Marin menggolongkan dua jenis kelelahan, yaitu "hiruk pikuk" dan "aus". Hiruk pikuk maksudnya pegawai bekerja "semakin lebih berat ke titik kelelahan". Aus maksudnya pekerja "menyerah saat menghadapi tekanan atau kurangnya kepuasan."

Mereka yang bekerja dalam waktu lebih lama lebih cenderung menderita kelelahan "hiruk pikuk". Mereka yang bekerja lebih dari 40 jam seminggu hampir enam kali lebih cenderung menderita kelelahan jenis ini daripada mereka yang bekerja kurang dari 35 jam.

Orang-orang itu merasa "bersalah saat berhadapan dengan prospek dari tidak meraih tujuan yang diharapkan, memberi ambisi dan kebutuhan besar dari pencapaian yang mengenali subyek dengan profil ini."

Pekerja yang melayani dalam waktu lebih lama lebih cenderung "aus", dengan masa kerja lebih dari 16 tahun layanan paling berisiko.

"Semakin panjang layanan, semakin besar kemungkinan mengalami kelelahan ini," kata penulis penelitian.

Mereka mengadopsi "strategi tekanan pasif" - yang bisa menjelaskan kenapa mereka tidak meningalkan - "menjadi tidak efektif dalam melakukan tugas kerja."

"Memiliki satu keluarga, rekan atau anak-anak bisa bertindak sebagai 'bantal' pelindung, karena saat oranf menyelesaikan hari mereka dalam pekerjaan mereka meninggalkan kekhawatiran tempat kerja mereka di belakang mereka dan fokus pada tugas-tugas lain."

AA Ariwibowo | antaranews.com