22 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 28 Oktober 2021

basmalah.png

Benarkah Bos Wanita Lebih Galak & Menyebalkan?

Benarkah Bos Wanita Lebih Galak & Menyebalkan?Sebuah penelitian menyebutkan pekerja wanita dengan bos yang juga wanita berisiko depresi dan sakit kepala. Benarkah bos wanita begitu menyebalkannya?

Sebuah penelitian di Kanada mengungkapkan pekerja wanita dengan bos yang juga wanita memiliki risiko lebih besar merasakan sakit kepala, depresi dan insomnia. Sedangkan mereka yang bekerja dengan bos pria risikonya lebih kecil.

Penelitian lainnya tentang bos wanita diungkapkan oleh American Management Association. Menurut penelitian itu 95% wanita merasa karir mereka kurang berkembang jika memiliki bos wanita.

Seperti dikutip dari Daily Mail, fenomena bos wanita yang galak dan menyebalkan ini memang ada dan disebut sebagai Queen Bee syndrome.

"Queen Bee adalah seseorang yang berusaha menaikkan jenjang karirnya dalam perusahaan yang didominasi pria. Dia mencapai tujuannya itu dengan bersikap seperti pria, kejam dan cuek," ujar Professor Cary Cooper, psikolog dari Lancaster University Management School.

"Queen Bee ini juga kurang suka memberikan arahan atau bantuan pada pekerja wanita yang lebih junior dan dia merasa terancam dengan kehadiran pekerja wanita junior yang berprestasi," tambah Cooper.

Sebuah studi lainnya diungkapkan oleh para psikolog di Universitas Leiden, Belanda. Menurut penelitian mereka, sikap bos wanita terhadap sesama karyawan wanita tersebut tergantung dari bagaimana lingkungan kerja mereka.

Dari penelitian tersebut diketahui, seorang wanita yang bekerja di lingkungan yang lebih banyak wanitanya, akan bersikap lebih baik dan berperasaan. Sedangkan wanita yang bekerja di perusahaan yang didominasi pria, bisa kehilangan kelembutannya tersebut.

Menurut Cooper, wanita yang memiliki Queen Bee syndrome ini merasa lebih nyaman bekerja dengan pria karena mereka terbiasa dengan cara pria bekerja. "Queen Bee jarang merasa simpati pada wanita yang menangis di kantor atau memiliki anak sakit," ujarnya. "Dia juga tidak bisa bertoleransi pada wanita yang tidak cukup kuat," jelasnya lagi.

Eny Kartikawati - wolipop