pustaka.png.orig
basmalah.png


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Menjadi Karyawan Teladan sebagai Suatu Sikap Profesional

Menjadi Karyawan Teladan sebagai Suatu Sikap ProfesionalEvaluasi kinerja tahunan sering kali menjadi saat-saat yang sangat dinanti-nantikan oleh banyak karyawan, karena melalui evaluasi inilah maka karir, jabatan, bonus  dan juga gaji mereka untuk tahun yang akan datang akan ditentukan. Penilaian yang baik akan membawa dampak yang positif pada karir si karyawan namun penilaian yang kurang baik akan dapat membuat karir si karyawan bak jalan di tempat.

Pernahkah anda merasa kurang puas ketika atasan Anda memberikan penilaian atas kinerja tahunan Anda? Mungkin Anda sudah merasa bahwa kinerja Anda dapat diberikan penilaian sangat baik oleh karena Anda tidak pernah menolak saat diminta lembur, Anda selalu berusaha menyelesaikan setiap pekerjaan tidak melewati deadline yang ditentukan serta Anda pun selalu berusaha memberikan pendapat saat Anda diminta hadir dalam team discussion yang ada.

Namun Anda tidak memperoleh penilaian seperti yang Anda harapkan. Lantas apakah yang harus Anda lakukan? Pertama-tama Anda perlu mengevalusi akan kinerja Anda secara fair, bukan semata-mata menurut apa yang Anda pikirkan tetapi menurut standard yang ada dan yang seharusnya anda capai. Jika Anda merasa bersedia bekerja lembur adalah suatu nilai tambah bagi Anda maka Anda perlu memeriksa kembali perjanjian kerja yang pernah Anda tanda tangani, jika itu memang tertera di sana maka itu bukanlah suatu alasan yang kuat untuk mendapatkan penilaian yang istimewa oleh karena sudah demikianlah seharusnya Anda.

Justru jika Anda menyalahi ketentuan tersebut, maka Anda dapat memperoleh nilai evaluasi yang kurang baik. Jika Anda merasa bahwa dapat menyelesaikan tugas Anda tidak melewati deadline yang diberikan adalah suatu nilai tambah bagi Anda, maka perlu Anda memahaminya bahwa memang demikianlah seharusnya setiap karyawan dalam menyelesaikan tugasnya. Itu bukanlah sesuatu hal di atas rata-rata yang dapat membuat penilaian atas kinerja Anda begitu istimewa. Namun Anda dapat mendapatkan penilaian istimewa ketika Anda benar-benar dapat memiliki keseluruhan nilai positif yang idealnya dimiliki oleh seorang karyawan teladan.

Karakteristik dari Karyawan Teladan

Seorang tokoh perencanaan karir dari State University of New York, Mary Keen Krikorian berpendapat hampir semua pemberi kerja akan sependapat dengannya bahwa seorang karyawan teladan akan menunjukkan kualitas dalam banyak hal seperti dalam hal dapat diandalkan, tepat waktu, berinisiatif, berperilaku positif terhadap pekerjaan, kemampuan untuk berinteraksi dengan anggota tim, memiliki fleksibilitas dan motivasi, terorganisir dan memiliki kemampuan untuk melaksanakan semua tugas yang dipercayakan kepadanya dengan baik. Hal ini sangat melekat kuat pada sipemberi kerja sehingga mereka berasumsi bahwa demikianlah hal-hal minimal yang otomatis harus dimiliki oleh seorang karyawan tanpa melihat perlunya suatu pelatihan atau pembelajaran untuk membentuk nilai-nilai tersebut di atas.

Mary Keen memberikan sebuah checklist di mana Anda dapat menilai sejauh mana perilaku Anda sebagai seorang karyawan.
1. Apakah saya dapat diandalkan? (Tepat waktu setiap hari, jika saya sakit atau tidak dapat bekerja maka segera memberitahu atasan, berbicara secara positif kepada karyawan yang lain).
2. Apakah saya cukup fleksibel? (Memiliki sikap memberikan yang terbaik atas tugas yang diberikan pada hari itu, selalu siap untuk mendapatkan tanggung jawab yang baru).
3. Apakah saya cukup berani mengambil inisiatif? (Aktif untuk berinisiatif mengerjakan tugas-tugas atau pasif menunggu mendapatkan tugas, selalu bertanya untuk dapat belajar lebih banyak atau hanya terpaku pada pengetahuan yang ada).
4. Apakah saya memiliki sikap-sikap yang positif? (Selalu berperilaku positif, selalu membantu yang lain, dan yang lain pun dapat merasa nyaman bekerja dengan saya).
5. Apakah saya seorang karyawan yang memiliki motivasi? (Memiliki keinginan kuat untuk bekerja, selalu mencoba untuk belajar hal-hal yang baru untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih banyak, bekerja dengan kemampuan yang terbaik).

Bernhard Sumbayak, founder Vibizconsulting berpendapat bahwa khusus di Indonesia, sebaiknya checklist yg perlu ditambah minimal ada 2 yaitu:
6. Apakah saya sudah bekerja MELEBIHI YANG DIINGINKAN atasan saya? Dalam hal ini karyawan tsb perlu dengan jeli mengetahui apa sih sebenarnya yang diinginkan oleh atasannya, apa expectation dari atasannya? Sebaiknya kejarlah prestasi kerja yg melebihi yg diharapkan atasan (exceed expectation).
7. Apakah saya cukup memenuhi tata krama dan sopan santun yg sesuai dengan budaya kerja yg ada dalam perusahaan saya? Ini penting, sebab walaupun sang karyawan sangat brilian, tetapi kalau dia sulit berkomunikasi dan bahkan suka meyebalkan atasan dalam tingkah lakunya, maka kecemerlangannya kadang2 jadi tertutup.

Cobalah ajukan pertanyaan, jika anda adalah seorang pemberi kerja apakah anda akan merekrut karyawan seperti Anda? Jika Anda adalah seorang karyawan apakah anda mau bekerja sama dengan seorang karyawan lainnya yang memiliki karakteristik seperti Anda saat ini?

Bersikap Profesional dengan Mulai Bertindak Secara Profesional

Jika Anda dapat menilai diri Anda secara fair, maka Anda akan menemukan apakah Anda dapat dikategorikan sebagai seorang karyawan teladan atau tidak. Cara menilai seperti ini adalah suatu langkah awal untuk mulai bersikap professional. Mempertahankan penilaian dan pendapat anda sendiri hanyalah membuat anda semakin jauh dari pengembangan diri Anda sendiri.

Mulailah untuk melihat standard yang ada dan berusaha untuk mencapainya bahkan melewati ekspektasi yang diharapkan. Setelah itu bukalah diri Anda dan biarkan atasan serta rekan kerja Anda memberikan penilaian atas kinerja anda. Selalu berusahalah  untuk memberikan lebih ! Itu  akan membuat range kinerja Anda akan semakin panjang dan melampaui kinerja standard yang dimiliki karyawan lainnya.  (RB/IC/vbm)

Ruth Berliana
vibiznews.com