14 Rabiul-Awal 1443  |  Kamis 21 Oktober 2021

basmalah.png

Kiat Jaring Momentum bagi Usaha Rintisan

Kiat Jaring Momentum bagi Usaha Rintisan Fiqhislam.com - Entrepreneur yang tidak memahami bedanya “gerakan” dengan “momentum” dan “hasil”.

Kita semua tahu seseorang yang berulang kali mengatakan pada kita betapa sibuknya mereka saat sulit untuk menemukan hasil kerjanya. Momentum ialah menggerakkan sesuatu ke depan. Para pendiri atau pegawai, dalam gerakan yang konstan tetapi tanpa momentum, hanya akan membunuh sebuah usaha rintisan.

Adalah benar bahwa gerakan sering lebih baik daripada tidak ada gerakan sama sekali. Namun gerakan tanpa momentum bahkan kurang produktif daripada tak ada gerakan sama sekali.

Lalu bagaimana Anda mengatasi ini dan agar momentum mau menghampiri usaha rintisan Anda? Berikut ialah beberapa rekomendasi utama menurut Marty Zwilling:

  • Ukur hasil, bukan pekerjaan. Susun rencana bisnis dan operasional sehari-hari dengan haisl nyata yang bisa diukur dan dihitung. Misalnya, hasil bukanlah 40 jam per minggu tetapi sebuah purwarupa bisa terselesaikan, kontrak dengan mitra akhirnya ditandatangani atau penjualan pertama dari konsumen.
  • Fokus dan prioritaskan. Selalu ada lebih banyak hal yang harus dilakukan daripada jumlah jam yang tersedia dalam sehari semalam. Fokus berarti tindakan lebih diutamakan daripada reaksi, tindakan terhadap hal-hal yang penting. Jangan biarkan diri Anda terganggu dengan hal-hal yang hanya penting sekarang saja, karena itu semua belum tentu penting.
  • Jalankan peraturan 80/20. Pilihlah 20% dari tugas-tugas penting Anda yang akan memberikan Anda hasil sebesar 80%. Lalu gunakan 20% dari jumlah energi Anda ke hal-hal yang akan memungkinkan Anda mencapai 80% momentum yang Anda inginkan. Pertahankan keseimbangan dalam kehidupan pekerjaan, keluarga, tidur dan bersantai.
  • Komunikasi dengan efektif. Orang-orang tidak bisa melaksanakan tugasnya sebagaimana yang Anda inginkan jika Anda tidak mau berkomunikasi secara efektif. Sehingga mereka hanya berkutat di kantor terlihat sibuk atau bekerja secara acak dengan harapan kosong akan menciptakan atau menemukan momentum. Katakan pada staf Anda apa yang Anda inginkan , katakan bagaimana Anda mengukur kinerja mereka, dan seberapa besar Anda menghargai usaha mereka.
  • Kenali tujuan akhir. Jangan siksa diri sendiri dan orang lain di sekitar Anda dengan terus menerus berjalan tanpa mengetahui tujuan dan arah yang jelas. Jelaskan pemikiran Anda dan rayakan keberhasilan kecil di sepanjang jalan menuju puncak.

Selama fase usaha rintisan, sebagian besar momentum dalam perusahaan baru berasal dari komitmen dan pengorbanan si entrepreneur sendiri. Anda melakukan hampir semua hal sendiri dan fokus Anda ialah pada usaha pembangunan arus kas yang mantap dan kokoh sehingga Anda bisa memulai merangkul lebih banyak orang untuk menolong Anda lebih maju.

ciputraentrepreneurship.com