fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Syawal 1442  |  Kamis 13 Mei 2021

10 Hal Ini Ogah Ditanyakan Bos pada Karyawan

Fiqhislam.com - Soal kerja, atasan tentu akan bersikap profesional. Namun di luar hal tersebut, mereka pun tak akan mengorek lebih lanjut soal anak buahnya, terutama terkait hal pribadinya.

10 Hal Ini Ogah Ditanyakan Bos pada KaryawanSegala hal yang terkait pekerjaan biasanya menjadi bahan pertanyaan para bos terhadap karyawannya. Tapi untuk hal-hal di luar konten pekerjaan, biasanya atasan enggan untuk menanyakannya lebih lanjut. Inilah beberapa hal yang tidak ditanyakan bos pada karyawannya, seperti dilansir Womansday.

Apa yang Anda lakukan di luar urusan kerja?

Atasan Anda mungkin tidak selalu melihat pergerakan Anda. Meski demikian, hal ini tidak menjadi alasan bagi Anda untuk tidak bersikap profesional. Tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda ingin atasan selalu membaca curhat atau keluhan dalam bentuk posting Anda di jejaring sosial atau media lainnya. Edith Onderick Harvey, President of Factor in Talent, sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di Massachusetts mengatakan, “Hati-hatilah untuk membagi soal akhir pekan Anda. Jika tidak, mungkin saja atasan Anda akan melihat Anda kurang profesional dan hal tersebut akan memengaruhi dia menghargai Anda sebagai karyawan.”

Sikap Anda sama pentingnya dengan tugas Anda

Suka atau tidak, politik kantor memang menjadi bagian dari keseharian kerja. Karenanya, bersikaplah sopan dan tidak berlaku kasar atau tidak menyenangkan karena hal tersebut akan menyulitkan Anda mendapat promosi dari atasan.

Jangan takut berbicara

Jangan takut untuk membuat diri Anda didengar. “Para karyawan yang berharga selalu tidak pernah takut mengambil inisiatif,” kata Patty Briguglio, President of MMI Public Relations di California Utara. “Saya suka memiliki karyawan yang tidak takut menunjukkan kepribadiannya. Saya tidak ingin seseorang yang hanya berada di belakang meja kerja.” Karenanya, jika Anda menginginkan promosi, mintalah hal tersebut dan biarkan atasan Anda tahu apa yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan.

Diluar profesionalitas sebagai atasan, para bos enggan menanyakan lebih lanjut beberapa hal pada karyawannya. Apa sajakah itu?

Sebagai atasan di tempat kerja, bahasan menyoal kerjaan pun menjadi perbicangan yang mewarnai sinergi profesionalitas di kantor. Di luar koridor tersebut, biasanya area nonprofesional pun tidak menjadi bahan ketertarikan bos untuk mengetahuinya lebih lanjut. Berikut ini beberapa topik yang enggan ditanyakan atasan lebih lanjut pada karyawannya, seperti dilansir Womansday.

Ikuti gaya pimpinan

Jika Anda tidak yakin apakah atasan lebih suka berkomunikasi dalam rapat atau justru menyukai komunikasi lewat e-mail atau telepon, jangan sungkan untuk bertanya langsung padanya. Hal ini justru akan menunjukkan sisi inisiatif Anda. Setelah mengetahuinya, Anda pun dapat menyesuaikannya lebih lanjut. Misalnya saja, jika atasan Anda merupakan tipe introvert, jangan mendorongnya untuk melakukan komunikasi langsung setiap waktu.

Ciptakan motivasi untuk Anda sendiri

Bos Anda mungkin tidak mengawasi karyawannya setiap hari. Namun, ketika Anda berhasil menyelesaikan sebuah proyek, jangan lupa mengucapkan ucapan selamat pada tim Anda melalui e-mail dan di CC pada bos Anda. Anda pun dapat mengirimkan review dari proyek yang sudah terselesaikan dan belum, sehingga Anda dapat membicarakan tinjauan kerja dengan atasan di kemudian hari.

Atasan tidak suka memberikan penilaian kinerja terbaik

Hal ini hanya akan menyulitkan atasan Anda. Untuk membantunya lebih mudah, Daniel Debow, CEO of Rypple, mengatakan bahwa Anda dapat mencoba mengingatkannya tentang rincian proyek beberapa bulan lalu dan ingatkan tentang kesuksesan Anda. Ini dapat menjadi alat penghubung dengan atasan Anda secara teratur sepanjang tahun dan tidak hanya sekadar review semata.

Kapasitas perbincangan dengan atasan biasanya hanyalah seputar urusan profesional semata. Di luar area tersebut, bos pun enggan untuk menguliknya lebih lanjut.

Walau bersinergi dengan baik, di arena kerja sisi profesionalitas atasan dan karyawan bakal terjaga dengan baik. Karenanya, topik-topik yang bernapas urusan pribadi atau di luar pekerjaan pun jarang menjadi perbincangan. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, inilah beberapa topik yang tak ditanyakan atasan pada karyawannya, seperti diulas Womansday.

Berbusanalah secara formal

Meskipun atasan Anda termasuk tipe yang memprioritaskan penampilan demi etika berbisnisnya, namun percakapan seputar busana menjadi sesuatu yang tidak nyaman untuk dibicarakan, terutama dari atasan terhadap bawahannya.

Atasan sangat menghargai respons positif dari karyawannya

Jika Anda membuat atasan merasa lebih baik, Anda pun akan menuai hasilnya di kemudian hari. Umumnya, bos juga membutuhkan dorongan dari bawahannya yang bisa menciptakan keuntungan baginya di area publik. Karenanya, pujilah bos Anda di depan orang lain dan tunjukkan melalui kata-kata singkat dan tulus.

Jadilah pemecah masalah

“Sebagian besar dari karyawan tentu pernah menciptakan masalah dan berharap atasan untuk menyelesaikannya,” kata Jennifer Prosek, CEO of Consulting CJP Communications. Karenanya, karyawan yang menonjol adalah bagian dari solusi. “Jika Anda berjuang dengan sebuah proyek dan tidak yakin apa yang harus dilakukan selanjutnya, suguhkan atasan dengan tiga alternatif. Jika dia menginstruksikan Anda untuk melakukan sesuatu yang sama sekali  berbeda, dia pun akan menghargai bahwa Anda berpikir ke depan dan lebih maju.”

Bertanggung jawab atas tindakan Anda

Adakalanya Anda menciptakan kesalahan fatal dalam pekerjaan yang dilakukan. Untuk menghadapinya, berhentilah mencoba menyalahkan orang lain. Sebaliknya, akui kesalahan Anda dan berjanjilah tidak mengulanginya. Deborah Becker, Owner of State Farm Insurance di Wisconsin, mengatakan jika Anda melakukan kesalahan, jangan ragu untuk melayangkan permintaan maaf secara ringkas.

okezone.com