pustaka.png
basmalah.png


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

10 Cara Menghindari Stres Kerja agar Lebih Produktif

10 Cara Menghindari Stres Kerja agar Lebih Produktif


Fiqhislam.com - Kadang-kadang, stres dan kelelahan menjadi bagian suatu pekerjaan. Bahkan untuk hal yang sesungguhnya kita nikmati.

Perbincangan tentang stres pekerjaan sudah terlalu lazim sehingga kadang-kadang sukar mengenali tanda-tanda penat (burnout)  dalam kehidupan kita.

Penat di pekerjaan adalah keadaan kelelahan fisik dan mental yang terjadi setelah mengalami stres dalam waktu lama.

Dikutip dari Bustle.com pada Selasa (15/8/2017), beberapa gejala penat itu adalah perasaan benar-benar tanpa motivasi, bosan, tidak sanggup, dan seakan menderita.

Jika kita sedang mengalami penat pekerjaan, kita mungkin merasa tidak bisa melakukan apapun dengan benar, kita mungkin merasa masa depan karir seakan gelap, dan kita merasa tidak ada daya sama sekali.

Hal itu memang terjadi karena pekerjaan, tapi ia dapat berdampak negatif pada semuanya dalam kehidupan kita. Jadi, kita perlu belajar cara menghadapinya.

Mungkin kita merasa bahwa solusinya adalah mencari pekerjaan baru. Benar, kalau kita tidak merasa bahagia, berarti kita perlu mengubah sesuatu.

Solusi itu mungkin berhasil bagi beberapa orang, tapi masih banyak hal lain yang lebih mudah dilakukan untuk menghadapi penat di pekerjaan.

Mencari pekerjaan baru lebih mudah dikatakan daripada dilakukan dan tidak selalu menjamin bisa membantu. Seperti sekedar menyingkirkan masalah untuk bertemu lagi dengan masalah yang sama.

Cara terbaik adalah berfokus pada perubahan aspek-aspek dalam kehidupan kita yang akan membuat kita lebih bahagia dan lebih puas.

Ada banyak cara menghadapi penat pekerjaan dan sebagian di antaranya diuraikan berikut ini:

1. Mencoba Mencari Akar Masalah

Jika kita merasa lebih penat daripada biasanya dalam beberapa minggu atau bulan belakangan, cobalah mencari penyebabnya.

Apakah ada sesuatu yang spesifik terjadi di tempat kerja? Apakah kita dilewatkan untuk promosi? Apakah rekan kerja mulai bersikap tidak baik terhadap kita?

Jika bisa menemukan penyebabnya, kita bisa mulai memperbaikinya.

Kalau kita merasa layak naik gaji atau jabatan yang lebih baik, bicarakan dengan atasan. Jika ada sesuatu dengan rekan kerja, bicarakan dengan rekan itu atau dengan bagian sumber daya manusia (SDM).

Tangani masalahnya agar kita merasa memiliki kendali atas masalah.

Kadang-kadang, penat di pekerjaan bukan karena suatu peristiwa besar, tapi menjadi penumpukan kelelahan. Jika demikian halnya, cobalah mencari cara membuat pekerjaan lebih bisa dinikmati dan rancanglah rencana untuk setidaknya meraih sejumlah hal yang barusan disebutkan.

2. Jangan Diam Saja di Rumah

Jika kita mengalami penat di pekerjaan, maka motivasi untuk tidak melakukan apapun justru tidak akan membawa hasil. Motivasi demikian mungkin ikut terbawa ke rumah.

Mungkin kita merasa ingin pulang saja ke rumah dan duduk tenang semalaman di depan televisi atau membatalkan kumpul-kumpul sosial karena merasa tidak sanggup menghadapinya.

Memang baik kalau kita sesekali rileks, tapi jika menjadikan diam tak melakukan apa-apa sebagai kebiasaan harian, maka kita harus menggantinya.

Pulang ke rumah untuk tidak melakukan apapun tidak akan membuat kita lebih baik. Faktanya, hal itu mungkin akan membuat kita merasa lebih buruk.

Sebaiknya, cobalah mencari hal-hal yang benar-benar kita nikmati. Sisihkan waktu untuk masak, membaca, atau berjalan-jalan.

Buatlah rencana dengan teman-teman sekali atau dua kali dalam minggu kerja. Mulailah hobi baru.

Pada awalnya mungkin kita merasa kurang antusias, tapi semangati diri sehingga kita pun kemudian pada akhirnya kita merasakan semua itu membantu.

Bagian dari penat di pekerjaan adalah merasa suntuk, jadi melakukan hal-hal yang kita nikmati merupakan cara yang bagus untuk merasakan bahwa kita memiliki tujuan (purpose).

3. Lakukan Rileks Harian

Tentu saja kita perlu mengisi waktu dengan hal-hal yang kita nikmati sekaligus membuat kita merasa produktif.

Tapi kita juga perlu menyediakan waktu untuk sekedar rileks dan beristirahat.

Waktu untuk itu tidak perlu hingga 1 jam, tapi bisa seberapa pun lamanya yang cocok dengan jadwal kita. Bahkan 15 menit sekalipun.

Gunakan waktu itu untuk rileks secara total, misalnya dengan membaca hingga menulis suatu jurnal, atau tidur sejenak.

4. Libur

Dalam konteks Amerika Serikat (AS), mungkin kita sudah mendengar bahwa kebanyakan warganya tidak menggunakan jatah cuti liburan yang diberikan kepada mereka setiap tahun. Hal demikian terjadi juga di banyak negara lain.

Jika kita juga termasuk orang yang menimbun dan menunda cuti, sekaranglah waktunya untuk menggunakan jatah cuti.

Ketika kita merasakan penat serius di pekerjaan, jalan keluarnya bukan malah melakukan lebih banyak tugas hanya untuk menyibukkan diri.

Kadang-kadang, jawabannya adalah menjauh untuk rehat sejenak. Jangan sekadar merencanakan libur di rumah untuk beres-beres, tapi lakukan liburan yang sesungguhnya.

Kita bisa melakukannya bahkan tanpa perlu uang banyak. Pergilah ke tempat yang dekat, daripada yang bermewah-mewah. Jadwalkan beberapa perjalanan akhir pekan untuk beberapa bulan ke depan.

Atau, jika ingin berlibur di rumah saja, jadikanlah sebagai sarana rileks.

5. Lebih Bergaul

Ilmu pengetahuan telah berulang kali menunjukkan bahwa pergaulan dan adanya hubungan dengan orang-orang lain merupakan suatu langkah penting agar tetap bahagia.

Jika kita merasakan penat di pekerjaan, mungkin kita merasa ingin sendirian. Tapi kita harus memaksa diri kita untuk ke luar rumah sekali atau 2 kali dalam minggu kerja.

Luangkan waktu untuk bertemu teman-teman, walaupun misalnya sekadar berbagi minuman di dapur. Hal itu akan menyemangati kita dan menjaga kita agar tidak fokus berlebihan pada pekerjaan.

Selain itu, pergaulan dengan teman-teman memberi kita orang untuk bercerita dan terkadang kita mungkin memerlukan kelegaan demikian.

Membuka diri kepada orang lain juga menjadi cara yang baik untuk mendapatkan nasehat yang mungkin kita perlukan agar kita tidak merasa sendirian.

Tapi pastikan bahwa tidak semua perkumpulan sosial harus diisi dengan perbincangan mengenai pekerjaan.

6. Ciptakan Pagi Yang Lebih Baik

Ketika kita sedang mengalami penat di pekerjaan, pagi hari bisa terasa memberatkan. Jika kita merasa tidak ada motivasi, maka bangun pagi untuk menghadapi hari yang panjang rasanya seperti tidak mungkin.

Lakukan sesuatu untuk membuat pagi hari lebih bisa dinikmati agar pagi hari bukan sekadar bersiap-siap pergi bekerja. Bangunlah lebih awal dan sisihkan waktu untuk menyantap sarapan, berjalan-jalan, membaca buku, dan melakukan yoga.

Kita bisa melakukan apapun yang kita mau, tapi tidak perlu menambah hingga 1 jam. Bahkan 20 menit pun bisa membuat perbedaan.

7. Mencoba Akrab dengan Rekan-rekan Kerja

 

Jika kita merasa tidak ada teman bicara di tempat kerja, maka rasa penat pun semakin parah.

Sekiranya mungkin, cobalah menjadi ramah dengan orang-orang yang kita temui hampir setiap hari.

Tidak perlu harus menjadi sahabat terbaik, tapi memiliki seseorang untuk berbincang dan tertawa melewati hari pastilah lebih menguatkan.

8. Menambah Olah Raga

Olah raga menjadi cara yang terbukti mengusir stres, kecemasan, dan ketidakbahagiaan pada umumnya. Olah raga membuat kita merasa lebih berenergi dan termotivasi, kita merasa sedikit lebih merdeka.

Temukan sesuatu yang benar-benar kita sukai sehingga kita tidak memandangnya sebagai beban.

Mungkin sesekali kita perlu kelas yoga yang menenangkan, sedangkan di saat lain kita perlu yang lebih intens seperti kardio atau kickboxing.

Jika memungkinkan, berjalan atau berlarilah di luar ruang untuk mendapatkan udara segar agar meningkatkan endorfin.

9. Rehat Makan Siang Sesungguhnya

Ada suatu alasan sehingga rehat menjadi kewajiban bagi para pegawai. Kadang-kadang, kita mutlak memerlukannya demi kesehatan mental.

Jika kita merasa penat di pekerjaan, mulai melakukan rehat-rehat kecil setidaknya sekali dalam sehari.

Ketika rehat makan siang, lakukanlah. Bahkan, jika kita hanya mendapatkan 20 menit untuk rehat, duduklah di tempat lain yang bukan kantor kita.

Atau bertemu dengan seorang teman pun bisa memperbaiki seluruh hari kita.

10. Batasi Teknologi Setelah Kerja

Di masa lampau, lebih mudah pergi meninggalkan pekerjaan saat hari telah usai, pulang ke rumah, dan terlepas hubungan selama beberapa jam.

Di masa kini, notifikasi surel terus bermunculan di ponsel pintar kita. Tidak mudah mengabaikan semua itu, tapi waktu rehat kita adalah waktu milik kita.

Jadi, sisihkan setidaknya setengah jam tanpa teknologi setiap malam. Jauhkan ponsel kita, matikan TV, dan sembunyikan laptop.

Dalam kenyataanya, waktu untuk recharge diri tanpa harus menatap layar jauh lebih baik daripada yang kita duga. [yy/liputan6]

 

Tags: Stres | Kerja | Produktif