pustaka.png.orig
basmalah.png.orig


8 Dzulqa'dah 1442  |  Jumat 18 Juni 2021

Do's & Don'ts Menghadapi Bos Galak

Fiqhislam.com - Perlu diketahui jika Anda bekerja dengan bos yang galak dan menyebalkan, belum tentu ia sadar bahwa dirinya demikian. Bukan ide yang baik pula menyampaikan fakta tersebut ke wajahnya dan menanggung risiko dipecat. Sebaiknya, ikutilah 10 do's & don'ts dalam menghadapinya.

Do's & Don'ts Menghadapi Bos Galak1. Ramah

Terlepas dari segala tabiat negatif yang dilontarkannya kepada Anda, jangan sampai hal tersebut menular ke diri Anda. Tetaplah ramah dan menjadi orang yang lebih baik darinya, bukan posisi tapi kedewasaan mental dan perilaku.

2. Jangan Mengeluh

Anda terus-menerus mengeluh? Resign saja, mudah bukan? Jika Anda belum ada pilihan yang lebih baik, jalani tanpa mengeluh. Bagaimanapun bos akan menang, jadi Anda perlu arahan, timbal balik dan dukungan darinya. Sopan dan fokus dalam menyampaikan pesan maupun pertanyaan.

3. Dokumentasi

Lakukan pengecekan rutin terhadap pekerjaan sendiri. Oleh karena itu Anda membutuhkan dokumentasi diri akan hal-hal yang dilakukan berdasarkan tugas yang diberikan atasan. Jika terjadi argumen, bisa langsung dilihat dari catatan apa yang sebenarnya terjadi dan bukan beralasan lupa atau tidak dicatat.

4. Obyektif

Belajarlah untuk mengatur waktu dan catatan lebih baik lagi, sehingga segala sesuatunya lebih obyektif untuk direalisasikan. Dengan demikian, atasan yang sering tidak masuk akal bisa dihadapi dengan data yang akurat bukan opini pribadi semata.

5. Antisipasi

Bos yang galak biasanya memiliki banyak kekurangan sehingga menutupinya dengan perilaku yang tidak membuat bawahan nyaman. Untuk itu, antisipasilah dengan pertanyaan maupun tugas 'dadakan' yang akan diberikannya. Mengumpulkan data bisa jadi salah satu contoh konkretnya.

6. Jadi Populer

Populer di sini jangan diartikan berlebihan. Cukup kenali semua orang, banyak menjalin relasi khususnya dengan manajer dari divisi maupun perusahaan lain. Populer jadi pemecah masalah, bukan pembuat onar atau pencari perhatian dengan menjilat atasan.

7. Jaga Mulut

Terkadang, Anda terlalu sedih, emosional dan galau saat dimarahi atau dikasari bos dengan ucapan yang menyakitkan. Jangan harapkan orang lain di perusahaan untuk menyelasaikan masalah ini. Salah pesan, Anda dianggap lemah oleh atasan maupun HRD.

8. Pelajari Keadaan

Dalam kehidupan, waktu yang tepat sangatlah berarti. Jangan khawatirkan masalah kecil sebagai batu sandungan. Kontrol hidup dan emosi Anda sambil membangun relasi. Hingga akhirnya Anda nanti siap berhenti dari pekerjaan dan meraih yang lebih baik.

9. Tertawa

Jangan terlalu serius menanggapi segala hal. Gunakan rasa humor Anda dan tertawalah bersama rekan yang 'senasib'. Sambil tertawa, siapkan lamaran untuk perusahaan lain.

10. Belajar dari Pengalaman

Jangan sampai hal yang membuat Anda mengundurkan diri kembali terulang di tempat kerja baru. Lihat situasi dan pahami keadaannya. Kembali bercermin dan nilai apa yang salah di diri Anda. Siapa tahu Anda hanya memang sensitif berlebihan dan tidak pernah bersyukur?

wolipop.detik.com