13 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 16 Januari 2022

basmalah.png

BERITA TEKNOLOGI

50 Persen Aplikasi Belanja Online Kumpulkan Informasi Pengguna || OLX || Blibli

50 Persen Aplikasi Belanja Online Kumpulkan Informasi Pengguna || OLX || Blibli


Fiqhislam.com - Sebuah studi terhadap 60 aplikasi belanja peringkat teratas di Android mengungkapkan, lebih dari separuh aplikasi tersebut mengumpulkan informasi pribadi pengguna melalui pelacak.


Temuan ini berasal dari penilaian risiko privasi di Opera Max, aplikasi manajemen data dan penghematan data milik Opera untuk Android. Melalui modus privasi di aplikasi ini, 60 aplikasi belanja terpopuler ditinjau.

Penelitian lain menunjukkan, informasi pribadi seperti nama pengguna, alamat email, lokasi, istilah pencarian, dan nomor telepon dibagikan kepada pihak ketiga melalui pelacak. Beberapa aplikasi belanja yang paling "bocor", seperti Amazon, BestBuy, JC Penney dan Newegg, mengirimkan pelacak dalam jumlah relatif tinggi.

Penelitian ini juga menunjukkan 96 persen aplikasi belanja tidak menggunakan enkripsi utuh untuk menghubungkan aplikasi ke server. Hal ini menimbulkan risiko privasi bagi pembeli online ketika mereka menggunakan aplikasi ini.

Data pribadi dapat dibagikan ke pihak ketiga melalui pelacak pada aplikasi belanja atau koneksi http yang tidak terenkripsi melalui koneksi operator. Data sensitif seperti nomor rekening bank dan informasi lainnya yang disimpan di rekening pengecer atau aplikasi belanja online, dapat dicegat dan dibaca pencuri identitas melalui Wi-Fi publik yang tidak aman.

"Kebanyakan orang tidak akan memberitahukan informasi terperinci kartu kredit mereka atau nama lengkap dan alamat mereka kepada karyawan di sebuah toko tempat mereka berbelanja atau melihat-lihat produk. Tapi, ketika menggunakan aplikasi belanja online, orang melakukan hal ini dan tidak menyadari informasi-informasi seperti ini dapat dibagikan ke pihak lain", kata Sergey Lossev, Head of Product, Opera Max, kepada Tekno Liputan6.com dalam pernyataannya.

"Itulah sebabnya kami telah menerapkan modus privasi di Opera Max. Kami ingin mengedukasi pengguna kami dengan menunjukkan aplikasi mana saja yang membagikan data Anda melalui pelacak tanpa seizin Anda," ujar Sergey menegaskan.

Opera Max terbaru meningkatkan privasi pengguna Android

Hari ini (1/11/2016), Opera Max menghadirkan fitur modus privasi baru bagi semua pengguna. Fitur ini berupa peringatan real-time pada modus privasi, sehingga pengguna dapat dengan mudah melihat aplikasi mana yang mengirimkan permintaan berisiko tinggi, sehingga membahayakan privasi mereka.

Ketika modus privasi Opera Max diaktifkan, modus ini juga mengenkripsi hampir semua lalu lintas data aplikasi dan memblokir hampir semua jenis pelacak data untuk memastikan pengguna dapat berbelanja dengan aman dan tenang.

"Setelah Anda tahu berapa banyak pelacak dan permintaan sambungan tidak aman yang diminta aplikasi, Anda mungkin ingin memastikan semua lalu lintas aplikasi dilindungi dan dienkripsi oleh Opera Max. Dengan begitu Anda dapat melindungi privasi Anda saat berbelanja. Lihat sendiri apa yang dilakukan oleh aplikasi-aplikasi Anda dan Anda bisa memutuskan sendiri apa yang ingin Anda lakukan," pungkas Lossev. [yy/liputan6]

50 Persen Aplikasi Belanja Online Kumpulkan Informasi Pengguna || OLX || Blibli


Fiqhislam.com - Sebuah studi terhadap 60 aplikasi belanja peringkat teratas di Android mengungkapkan, lebih dari separuh aplikasi tersebut mengumpulkan informasi pribadi pengguna melalui pelacak.


Temuan ini berasal dari penilaian risiko privasi di Opera Max, aplikasi manajemen data dan penghematan data milik Opera untuk Android. Melalui modus privasi di aplikasi ini, 60 aplikasi belanja terpopuler ditinjau.

Penelitian lain menunjukkan, informasi pribadi seperti nama pengguna, alamat email, lokasi, istilah pencarian, dan nomor telepon dibagikan kepada pihak ketiga melalui pelacak. Beberapa aplikasi belanja yang paling "bocor", seperti Amazon, BestBuy, JC Penney dan Newegg, mengirimkan pelacak dalam jumlah relatif tinggi.

Penelitian ini juga menunjukkan 96 persen aplikasi belanja tidak menggunakan enkripsi utuh untuk menghubungkan aplikasi ke server. Hal ini menimbulkan risiko privasi bagi pembeli online ketika mereka menggunakan aplikasi ini.

Data pribadi dapat dibagikan ke pihak ketiga melalui pelacak pada aplikasi belanja atau koneksi http yang tidak terenkripsi melalui koneksi operator. Data sensitif seperti nomor rekening bank dan informasi lainnya yang disimpan di rekening pengecer atau aplikasi belanja online, dapat dicegat dan dibaca pencuri identitas melalui Wi-Fi publik yang tidak aman.

"Kebanyakan orang tidak akan memberitahukan informasi terperinci kartu kredit mereka atau nama lengkap dan alamat mereka kepada karyawan di sebuah toko tempat mereka berbelanja atau melihat-lihat produk. Tapi, ketika menggunakan aplikasi belanja online, orang melakukan hal ini dan tidak menyadari informasi-informasi seperti ini dapat dibagikan ke pihak lain", kata Sergey Lossev, Head of Product, Opera Max, kepada Tekno Liputan6.com dalam pernyataannya.

"Itulah sebabnya kami telah menerapkan modus privasi di Opera Max. Kami ingin mengedukasi pengguna kami dengan menunjukkan aplikasi mana saja yang membagikan data Anda melalui pelacak tanpa seizin Anda," ujar Sergey menegaskan.

Opera Max terbaru meningkatkan privasi pengguna Android

Hari ini (1/11/2016), Opera Max menghadirkan fitur modus privasi baru bagi semua pengguna. Fitur ini berupa peringatan real-time pada modus privasi, sehingga pengguna dapat dengan mudah melihat aplikasi mana yang mengirimkan permintaan berisiko tinggi, sehingga membahayakan privasi mereka.

Ketika modus privasi Opera Max diaktifkan, modus ini juga mengenkripsi hampir semua lalu lintas data aplikasi dan memblokir hampir semua jenis pelacak data untuk memastikan pengguna dapat berbelanja dengan aman dan tenang.

"Setelah Anda tahu berapa banyak pelacak dan permintaan sambungan tidak aman yang diminta aplikasi, Anda mungkin ingin memastikan semua lalu lintas aplikasi dilindungi dan dienkripsi oleh Opera Max. Dengan begitu Anda dapat melindungi privasi Anda saat berbelanja. Lihat sendiri apa yang dilakukan oleh aplikasi-aplikasi Anda dan Anda bisa memutuskan sendiri apa yang ingin Anda lakukan," pungkas Lossev. [yy/liputan6]

OLX Akui Sedot Data Pengguna, Tapi Tetap Jaga Privasi

OLX Akui Sedot Data Pengguna, Tapi Tetap Jaga Privasi


OLX Akui Sedot Data Pengguna, Tapi Tetap Jaga Privasi


Fiqhislam.com - OLX Indonesia ikut angkat bicara soal tudingan Opera. Menurutnya, pengumpulan informasi oleh pelacak itu lumrah diterapkan di industri e-commerce, karena tujuannya untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pengguna saat melakukan transaksi jual beli.

Lagipula, tambah OLX, informasi yang dikumpulkan adalah informasi yang terbuka dari pengguna internet saat mereka membuka situs OLX. Menurut mereka, yang paling penting adalah tak memberikan informasi yang dikumpulkan itu ke pihak lain.

"Kami sangat menjaga privasi pengguna dengan terus mencari solusi tentang hal ini. Dalam waktu dekat, kami akan meluncurkan platform baru yang lebih aman tanpa mengganggu pengalaman pelanggan," tulis OLX Indonesia dalam keterangan yang diterima detikINET, Rabu (2/11/2016).

Soal keamanan data, OLX mengaku mereka mengalihkan jalur datanya ke HTTPS/TLS di semua platform-nya. Namun hal itu malah menyebabkan penurunan jumlah pengguna yang cukup signifikan.

Usut punya usut, ternyata penurunan itu terjadi pada platform mobile, yang disebabkan oleh masalah dari operator saat melayani lalu lintas data menggunakan jalur HTTPS.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari studi terbaru Opera yang melakukan penelitian kepada 60 aplikasi belanja peringkat teratas di Android, ditemukan bahwa lebih dari setengahnya mengumpulkan informasi pribadi pengguna melalui pelacak.

Temuan ini katanya berasal dari penilaian risiko privasi di Opera Max, aplikasi manajemen data dan penghematan data milik Opera untuk Android. Disebutkan, sebanyak 60 aplikasi belanja paling populer ditinjau menggunakan modus privasi di aplikasi ini.

Penelitian lain menunjukkan bahwa informasi pribadi seperti nama pengguna, alamat email, lokasi, istilah pencarian dan nomor telepon dibagikan kepada pihak ketiga melalui pelacak. [yy/inet.detik]

Blibli Bantah Bocorkan Data Pengguna

Blibli Bantah Bocorkan Data Pengguna


Blibli Bantah Bocorkan Data Pengguna


Fiqhislam.com - Marketplace Blibli.com membantah data mereka termasuk salah satu dari 60 e-commerce yang disebut Opera menyebarkan data penggunanya.

"Kami ingin menegaskan bahwa Blibli.com tidak pernah melakukan pembocoran data pengguna dan kami secara resmi akan meminta klarifikasi terhadap pihak Opera untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait pernyataan yang disampaikan untuk menghindari kesalahpemahaman di mata publik," kata Senior Marcomm Manager Blibli.com, Lani Rahayu saat ditemui di booth Blibli.com dalam pameran Indocomtech, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu 2 November 2016.

Mengenai keamanan data pengguna, Lani menjelaskan, Blibli.com sudah menggunakan protokol HTTPS, sehingga setiap aktivitas yang dilakukan di halaman website Blibli.com, data pribadi pengguna dienkripsi dan tidak bisa dibaca oleh pihak lain.

Terkait kerja sama payment gateway dengan pihak ketiga untuk kemudahan pembayaran, Lani menyatakan, Blibli.com bermitra dengan partner yang sudah memenuhi persyaratan payment card industry data security standard (PCIDSS), sehingga kredibilitasnya bisa dipertanggungjawabkan.

"Kami sangat menyadari bahwa bisnis e-commerce adalah bisnis mengenai kepercayaan. Jadi kami sangat menjunjung tinggi kepercayaan pelanggan yang sudah diberikan customer serta partner-partner kami," kata dia.

Lani mengatakan, riwayat data pengalaman pengguna selama mengunjungi Blibli.com hanya digunakan untuk keperluan internal dan wawasan dalam inovasi. Hal itu bertujuan memberikan pengalaman belanja yang terbaik dan menyenangkan kepada konsumen.

Sebelumnya, dalam keterangan resmi pihak Opera Browser disebutkan bahwa setidaknya ada setengah dari 60 aplikasi belanja yang mengumpulkan informasi pribadi pengguna melalui pelacak.

Temuan ini berasal dari penilaian risiko privasi di Opera Max, aplikasi manajemen data dan penghematan data milik Opera untuk Android. Sebanyak 60 aplikasi belanja paling populer ditinjau menggunakan modus privasi di aplikasi ini. Penelitian lain menunjukkan bahwa informasi pribadi seperti nama pengguna, alamat email, lokasi, istilah pencarian dan nomor telepon dibagikan kepada pihak ketiga melalui pelacak.

“Ini merupakan hasil dari uji coba yang telah kami lakukan pada 60 aplikasi belanja paling populer di sepuluh negara, termasuk Brazil, Perancis, Jerman, India, Indonesia, Rusia, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Inggris dan Vietnam. Kami menguji aplikasi-aplikasi ini pada jaringan Wi-Fi dan membuat setidaknya 100 permintaan dalam setiap aplikasi dengan browsing berbagai jenis produk. Kemudian kami mencatat hasinyal berdasarkan apa yang ditampilkan pada lini waktu dari mode privasi Opera Max,” ujar Communications Manager Opera Indonesia, Kooswardini Wulandari, dalam keterangan resminya.

60 aplikasi belanja teratas ini adalah Amazon Shopping, AliExpress, Americanas, ASOS, Avito, Best Buy, Blibli, Bukalapak, Casas Bahia, Ch? T?t, Dafiti, Deallabs: Bon plan & Code promo, eBay, eBay Kleinanzeigen for Germany, Elevenia, Flipkart, Groupon, Gumtree (South Africa), H&M, IKEA Store, Jabong, JC Penney, JD Sport, KASKUS Jual Beli, Kleiderkreisel, Lamoda, Lazada, Letgo, Lidl, Magazine Louiza, MatahariMall, Mercado Livre, Myntra, Net-A-Porter, Netshoes, Newegg, OkieLa, OLX Indonesia, OLX South Africa, Paytm, Rakuten, Revolve, Sendo.vn, SHOPBOP, Showroomprive, Shpock, Snapdeal, Spree, Submarino, Takealot, Th? gi?i di ??ng, Tokopedia, Vente-privee, Wildberries, Wish, Yandex Market, Zalando, ZALORA, Walmart.

“Beberapa aplikasi belanja yang paling ‘bocor’, seperti Amazon, BestBuy, JC Penney dan Newegg, mengirimkan pelacak dalam jumlah yang relatif tinggi,” katanya. [yy/viva]

 

Tags: Online | ecommerce