fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


9 Ramadhan 1442  |  Rabu 21 April 2021

Diperingatkan Australia soal Teroris, Istana Tegaskan Indonesia Aman

Diperingatkan Australia soal Teroris, Istana Tegaskan Indonesia AmanFiqhislam.com - Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia melayangkan peringatan agar warganya yang berada di Jakarta, Bali, dan Lombok, serta di Malaysia, untuk meningkatkan kewaspadaan. Penyebabnya, Negeri Kanguru mencium akan kembali ada serangan teroris di Indonesia.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, peringatan yang disampaikan pihak Australia akan menjadi masukan kepada Indonesia agar lebih waspada terhadap terorisme.

"Pemerintah telah mendeteksi secara keseluruhan bahwa terhadap hal tersebut tentunya Pemerintah Indonesia menerima dan juga sekaligus menjadi bahan kita bersiap dini," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut menenegaskan saat ini Indonesia aman bagi para turis asing. Hal tersebut dapat dibuktikan aparat kepolisian mampu melumpuhkan pelaku serangan teror bom Sarinah hanya dalam hitungan jam.

"Tetapi, sekali lagi kami ingin menyampaikan bahwa Indonesia sangat aman, dan pemerintah telah bisa mengendalikan seluruh keamanan. Kemudian pemerintah telah berhasil, polisi terutama dan BNPT telah berhasil untuk mengurai dari jaringan yang ada," katanya.

"Maka, kalau kemudian ada warning dari sebuah negara ini sebagai masukan saja. Tapi sekaligus kita menyampaikan pada dunia Indonesia aman," tandasnya. [yy/okezone]

Australia Peringatkan Serangan Teroris di Indonesia dan Malaysia

Australia memperingatkan Indonesia dan Malaysia atas kemungkinan serangan teroris dalam waktu dekat, Kamis (25/2). Pejabat di Australia memberikan pesan peringatan bahwa militan mungkin sedang mempersiapkan serangan di Indonesia.

Otoritas Australia juga mengeluarkan peringatan serupa awal pekan ini bahwa serangan bisa terjadi di Kuala Lumpur, Malaysia. Pemerintah mengimbau warga barat dan Australia untuk tidak bepergian ke kedua negara.

Pejabat di Inggris, Selandia Baru dan Kanada telah memperingatkan setiap pelancong yang pergi dalam pekan-pekan terakhir. Pasalnya, ketegangan di wilayah sedang meningkat.

Australia telah menempatkan Indonesia di posisi kedua dalam empat kategori peringatan. Mereka merekomendasikan pelancong untuk tidak pergi ke Indonesia, termasuk Jakarta, Bali, dan Lombok karena tingginya ancaman serangan teroris.

Sementara, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan, tidak ada indikasi atau serangan awalan di Indonesia. "Kami terus bekerja dengan institusi terkait dengan publik untuk menjaga keamanan," kata Agus dikutip Express. [yy/republika]

Komisi I DPR: Peringatan Australia Telat!

Pemerintah Australia melalui Kementerian Luar Negeri dan Perdagangannya memperingatkan warga negaranya yang berada di Jakarta, Bali, dan Lombok untuk mewaspadai ancaman teroris.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menilai peringatan yang dikeluarkan otoritas Australia sudah telat. Terlebih, pemerintah juga sudah mengeluarkan peringatan sejak awal Februari silam terkait adanya ancaman kelompok teroris pada bulan ini.

"Saya soal itu sudah di-warning juga pada Februari untuk hati-hati. Sama (peringatannya). Itu warning-nya (Australia) sudah telat," ujarnya usai rapat kerja dengan Menhan di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2016).

Namun, sambungnya, tidak bisa dipastikan kapan waktunya teroris beraksi. Termasuk tempat pasti yang menjadi sasaran kelompok tersebut. "Tapi kita tidak bisa memutuskan kapan jamnya," ujarnya.

Adapun peringatan pemerintah, lanjut Hasanuddin, didasari dari keterangan sejumlah teroris yang ditangkap kepolisian. Alhasil, ancaman tersebut juga telah disampaikan Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan saat Komisi I menggelar rapat dengar pendapat (RDP).

"Waktu RDP dengan Menko Polhukam, sudah menyatakan bahwa teroris itu, pemerintah sudah melakukan warning pada bulan Februari. Itu berdasarkan temuan catatan teroris yang ditangkap," tukasnya. [yy/okezone]