18 Dzulhijjah 1442  |  Rabu 28 Juli 2021

basmalah.png

Update Covid-19 Indonesia 04-Juni-2021: Positif 1.843.612 Orang, 1.697.543 Sembuh, 51.296 Meninggal

Angka Kematian Covid-19 di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara, Ini Jawaban Satgas


Fiqhislam.com - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan angka kematian Covid-19 di Tanah Air sudah lebih dari 50.000 orang. Bahkan, angka kematian Covid-19 di Indonesia ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara berdasarkan WHO Covid-19 Dashboard.

Sementara itu, dalam satu minggu terakhir, per tanggal 28 Mei 2021 hingga 3 Juni 2021, terjadi peningkatan kasus kematian sebanyak 1.767, belum lagi kasus terkonfirmasi positif yang menunjukkan tren peningkatan, terutama memasuki minggu ketiga setelah libur Idulfitri 1442 H.

Lalu, bagaimana langkah konkrit yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 untuk mencegah lonjakan angka kematian Covid-19 di Indonesia?

“Langkah konkritnya yaitu kita dari BNPB juga bersama dengan Kemenkes, dan profesi melakukan peningkatan pengetahuan, pengetahuan ilmu, tata laksana ya Covid-19 ini, mulai dari yang sedang sampai yang kritis,” ungkap Ketua Subbidang Optimalisasi Fasilitas Kesehatan, Bid. Penanganan Kesehatan, Satgas Covid-19, dr. Fathiyah Isbaniyah secara virtual, Jumat (4/6/2021).

Selain itu, Fathiyah juga mengatakan untuk pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri, juga perlu dilakukan koordinasi dengan Puskesmas agar bisa terus memantau pasien yang melakukan isolasi mandiri.

“Kan kalau yang ringan kan mereka melakukan isolasi mandiri di rumah. Juga kita juga koordinasi dengan Puskesmas-Puskesmas agar terus memantau pasien-pasien yang isolasi Mandiri apabila dia dengan gejala nanti gejala sedang dia harus segera melaporkan dan rumah sakit untuk mendapatkan tatalaksana secepatnya,” paparnya.

Pasalnya, jika pasien Covid-19 yang sedang melakukan isolasi mandiri kemudian bergejala dan dibiarkan berlarut bisa berpotensi memperberat keadaan pasien tersebut dan bisa berakibat fatal.

“Kita tahu kalau misalnya Covid-19 ini kalau misalnya dibiarkan berlarut-larut pasien dalam sudah keadaan yang berat ke rumah sakit, apabila pasien sudah dalam keadaan berat ke rumah sakit, maka akan lebih buruk dibandingkan dengan pasien yang cepat mendapatkan tatalaksana,” katanya.

Selain itu, Fathiyah juga mengatakan pengetahuan dokter baik dokter spesialis yang menangani pasien Covid-19 bisa ditingkatkan. “Jadinya lebih untuk peningkatan pengetahuan dokter, baik dokter umum maupun dokter spesialis yang terkait dengan penanganan Covid-19 ini.” [yy/sindonews]

 

 

Tags: Corona | Covid-19 | Vaksin