15 Dzulhijjah 1442  |  Minggu 25 Juli 2021

basmalah.png

Kemenkominfo: 279 Juta Data Pribadi yang Bocor Identik Data yang Dikelola BPJS

Kemenkominfo: 279 Juta Data Pribadi yang Bocor Identik Data yang Dikelola BPJS

Fiqhislam.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo ) menyebut bahwa 279 juta data pribadi penduduk Indonesia yang bocor terindikasi kuat data yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

"Memang indikasi kuatnya adalah data ini identik dengan data yang dikelola oleh BPJS, tapi apakah itu sumber titik masalahnya ada di BPJS atau bukan, ini masih akan kita ketahui," ujar Tenaga Ahli Menkominfo Donny Budi Utoyo dalam diskusi Polemik MNC Trijaya bertajuk Darurat Perlindungan Data Pribadi, Sabtu (29/5/2021).

"Jadi, bedakan antara sumber data awal itu berasal dan jika ada identik maka jika ada copy apakah copy-an itu dari sumber lain ini yang kita masih cari tau," tambahnya.

Namun. hingga saat ini, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pihak BPJS dan juga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mengusut kasus tersebut.

"Kami tentu berkoordinasi dengan kawan-kawan di BPJS dan memang dari mereka belum menyatakan bahwa ini data dari mesin atau server yang dikelola dari BPJS," kata Donny.

Kemenkominfo, lanjut Donny, juga melakukan penelisikan terkait jumlah data pribadi yang bocor. Bisa saja data yang bocor ada di dalamnya data-data yang tidak valid.

"Karena kalau kita bicara data dan ini dikaitkan dengan data pribadi tentu tidak bisa mengatakan ada sekian isian bukan berarti ada sekian data pribadi yang bocor. Jadi ini kita masih terus melakukan proses," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, kebocoran 279 juta data pribadi penduduk Indonesia membuat panik banyak orang. Kemenkominfo pun bergegas melakukan berbagai upaya investigasi soal tersebut.

Menurut Kominfo, sampel data pribadi yang beredar telah diinvestigasi sejak 20 Mei 2021. Lalu berdasarkan hasil investigasi, Kominfo menemukan bahwa akun bernama Kotz menjual data pribadi di Raid Forums. Akun Kotz merupakan pembeli dan penjual data pribadi (reseller). [yy/sindonews]