20 Safar 1443  |  Selasa 28 September 2021

basmalah.png

Harga Vaksin Gotong Royong Terlalu Mahal, Ekonom: Pengusaha Kecil Tidak Punya Kesempatan

Harga Vaksin Gotong Royong Terlalu Mahal, Ekonom: Pengusaha Kecil Tidak Punya Kesempatan

Fiqhislam.com - Harga vaksin gotong royong dinilai masih terlalu mahal, sehingga dapat menimbulkan diskriminasi. Karena faktanya hanya dapat diikuti pegawai dari perusahaan besar dan multinasional.

Menurut Ekonom Senior Fadhil Hasan, harga vaksin gotong royong yang ditetapkan Rp321.660, dengan tarif maksimal pelayanan vaksinasi sebesar Rp117.910 terlalu mahal bagi pengusaha kecil dan menengah.

"Total biaya maksimal untuk dua kali vaksinasi, termasuk harga pembelian dan pelayanan vaksinasi, yaitu Rp879.140 per orang. Total biaya tersebut terlalu mahal bagi pengusaha kecil dan menengah," ujarnya dalam siaran pers, Sabtu (22/5/2021).

Fadhil Hasan menilai pekerja dari perusahaan kecil dan menengah tidak akan berkesempatan mendapatkan vaksin gotong royong sehingga pada akhirnya dengan sabar harus menunggu vaksin gratis dari pemerintah.

"Pemulihan ekonomi harusnya berawal bukan hanya dari perusahaan besar namun juga seluruh jenis badan usaha baik menengah maupun kecil. Harga yang mahal menyebabkan usaha kecil dan menengah meminta pegawainya mencari sendiri vaksin gratis dari pemerintah, mengingat usianya masih produktif, mereka harus menunggu sampai prioritas terakhir," tuturnya.

Fadhil Hasan berharap harga vaksin gotong royong perlu dijelaskan detail dan transparansinya kepada publik. Menurut dia, untuk menghindari persepsi diskriminasi dan motif bisnis, Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan dan Biofarma perlu menyampaikan transparansi cost structure dari vaksin gotong royong kepada publik.

"Berapa biaya vaksin sinopharm dan kenapa hanya vaksin tertentu saja yang digunakan. Seharusnya vaksin gotong royong tidak hanya diikuti oleh perusahaan besar saja karena mahalnya harga dibebankan kepada perusahaan tersebut," terang Fadhil.

"Harga vaksin gotong royong yang terlalu mahal ini banyak dikeluhkan pengusaha kecil dan menengah yang akan melakukan vaksinasi kepada pegawainya, sehingga dikhawatirkan hanya dapat dijangkau oleh pengusaha besar saja," jelasnya. [yy/sindonews]