fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


4 Syawal 1442  |  Minggu 16 Mei 2021

6 Kelompok OPM Akan Ditangkap Hidup-hidup

6 Kelompok OPM Akan Ditangkap Hidup-hidup

Fiqhislam.com - Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Mathius D Fakhiri memastikan penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau dikenal dengan nama Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) belum akan berubah. Aparat keamanan, kata dia, akan sebisa mungkin mengedepankan pendekatan kesejahteraan sebelum melakukan penindakan hukum.

"Kita tetap mengedepankan pendekatan kesejahteraan, tentunya sebagai Kapolda Papua dalam menyikapi keputusan pemerintah tentu kita laksanakan, tetapi tetap berpedoman terhadap apa yang sudah kita lakukan karena disitu penegakan hukum telah dilaksanakan," kata Kapolda Papua dalam pernyataan tertulis yang diterima SINDOnews, Senin (3/5/2021).

Menurut Kapolda, penindakan hukum kepada KKB akan tetap dilakukan selama mereka masih membuat aksi kekerasan bersenjata.

"Kita tegas tapi terukur, kita tidak main-main dengan kelompok ini, penegakan hukum itu kita lihat secara baik, dampak penindakan itu jangan sampai menimbulkan persoalan baru, kita tidak mau penindakan ini membuat luka. Kita akan selalu berusaha semkasimal mungkin untuk menangkap para pelaku aksi KKB dalam keadaan hidup, agar kami bisa menggali informasi terkait jaringan lainnya, namun apabila mereka melakukan perlawanan maka kami akan mengambil tindakan tegas terukur yaitu melumpuhkan," paparnya.

Kepolisian, lanjut Kapolda, telah memetakaan dengan sangat baik, dalam hal ini setidaknya ada enam kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang masih aktif beraksi di Bumi Cenderawasih di antaranya Kelompok Lekagak Telenggen dan Egianus Kogoya.

Selain itu ada juga Kelompok-kelompom lain namun kami bersyukur mereka sudah kembali kepada NKRI dan sudah melakukan kegiatan kemasyarkatan seperti biasa.

"Kami sudah melakukan pertemuan bersama beberapa Bupati, itu juga bagian dari strategis Polri, karena Kepala daerah memiliki peran sangat penting untuk bisa mendekati KKB secara kemanusiaan sebagai perwakilan pemerintah pusat yang dipilih langsung oleh masyarakat, para bupati memiliki hubungan emosional lebih dibandingkan dengan aparat keamanan. Kita melakukan soft approach dengan mendekati semua elemen masyarakat, pemerintah daerah di titik-titik krusial kita usahakan agar mereka di depan dengan mengambil langkah konkret dalam melakukan penggalangan untuk menarik mereka (anggota KKB) keluar, " tandasnya. [yy/sindonews]

 

Tags: OPM | KKB | Papua