fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Ramadhan 1442  |  Selasa 11 Mei 2021

Banyak Permintaan, Pengamat: Buzzer Politik Susah Ditertibkan

Banyak Permintaan, Pengamat: Buzzer Politik Susah Ditertibkan

Fiqhislam.com - Pengamat media sosial sekaligus direktur Drone Emprit Ismail Fahmi mengatakan, buzzer politik sangat susah untuk ditertibkan.

"Buzzer itu kalau ditertibkan memang susah ya, karena itu kan ada kepentingan, ada supply (penyedia) dan demand (permintaan)," ujarnya kepada MNC Portal Indonesia melalui sambungan telepon.

Apalagi di zaman sekarang, media sosial telah menjadi tempat untuk berkomunikasi. Kondisi yang sangat berbeda dibanding dulu yang hanya melalui media massa seperti koran.

Buzzer politik ini bertugas untuk mengangkat isu-isu tertentu dan membawanya ke media sosial sehingga publik juga bisa ikut berpendapat sesuai dengan narasi yang sudah dirancang sedemikian rupa.

"Sekarang udah zaman media sosial , di media sosial itu kan sosial, publik, jadi publik itu sendiri yg ikut mengamplifikasi," tuturnya.

"Nah, untuk bisa mengajak publik mengamplifikasi yang diperlukan semacam buzzer, dimana ini kan bisa diatur buzzernya supaya bisa mengangkat isu-isu tertentu," sambung Ismail. [yy/sindonews]