2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Trump Hampir Berhasil Normalkan Hubungan Indonesia-Israel

Trump Hampir Berhasil Normalkan Hubungan Indonesia-Israel

Fiqhislam.com - Dua orang sumber pemerintahan mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Mauritania dan Indonesia dua negara mayoritas muslim yang hampir menormalisasi hubungan dengan Israel. Tapi gagal karena masa jabatan Trump sudah habis sebelum hal itu tercapai.

Kamis (21/1) Times of Israel melaporkan salah satu sumber mengatakan Mauritania hampir mengumumkan normalisasi hubungan dengan Israel. Pejabat pemerintah Trump itu yakin dalam beberapa pekan mereka bisa meraih kesepakatan dengan negara Afrika itu. Mengikuti jejak Uni Emirat Arab, Bahrain dan Moroko untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.

"Mauritania dan Indonesia masuk daftar teratas, tapi berubah-ubah berdasarkan berbagai situasi, Anda bisa masukan semua negara ke dalam daftarnya, hingga ke titik di mana Iran akan bergabung dengan Perjanjian Abraham," kata salah satu pejabat Trump pada Times of Israel pekan ini.

Mauritania negara ketiga anggota Liga Arab yang membangun hubungan diplomatik penuh dengan Israel pada tahun 1999. Tapi hubungan tersebut runtuh usai perang Gaza tahun 2008-2009. Usai UEA sepakat menormalisasi hubungan dengan Israel bulan Agustus lalu. Kementerian Luar Negeri Mauritania mengeluarkan pernyataan yang mendukung kesepakatan tersebut.

Sementara itu sumber Times of Israel yakin Indonesia akan menormalisasi hubungan dengan Israel bila Trump memiliki waktu satu atau dua bulan lagi. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, normalisasi hubungan Indonesia dengan Israel akan menjadi 'simbol ekstra yang penting' bagi pemerintahan Trump.

Sumber tersebut mengatakan menantu Trump dan penasihat Gedung Putih Jared Kushner dan utusan khusus isu Israel-Palestina Avi Berkowitz yang bertugas sebagai negosiator Perjanjian Abraham sudah melakukan komunikasi intensif dengan Indonesia. Pejabat AS juga menjanjikan bantuan miliaran dolar AS bila Indonesia bersedia menormalisasi hubungan dengan Israel.

"Kami sedang berbicara dengan mereka, bila mereka siap, kami siap dan bila mereka siap maka kami akan dengan senang hati memberikan bantuan finansial lebih banyak dari yang kami lakukan," kata CEO US International Development Finance Corp Adam Boehler, tahun lalu.

Indonesia membantah spekulasi tersebut. Presiden Joko Widodo memberitahu Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Indonesia tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel hingga negara Palestina berdiri.

Pejabat pemerintah Trump juga menggelar perbincangan 'menengah' dengan Oman dan sedikit kemajuan dengan Arab Saudi mengenai normalisasi hubungan dengan Israel. Butuh lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan dengan negara-negara itu.

"Saya berharap pemerintahan Joe Biden meraih kemajuan karena ini baik untuk semua orang, perdamaian bukan gagasan ideal Partai Republik, bukan gagasan ideal Partai Demokrat," kata salah satu pejabat pemerintah Trump. [yy/Lintar Satria/ihram]