2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Update Covid-19 Indonesia 1-Desember-2020: Positif 543.975, Sembuh 454.879 & Meninggal 17.081 Orang

Update Covid-19 Indonesia 1-Desember-2020: Positif 543.975, Sembuh 454.879 & Meninggal 17.081 Orang

Fiqhislam.com - Pemerintah mengumumkan jumlah kasus harian Covid-19, Selasa 1 Desember 2020 hingga pukul 12.00 WIB. Tercatat penambahan 5.092 kasus baru Covid-19. Sehingga jumlah keseluruhan kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 543.975 kasus.

Sementara kasus sembuh bertambah 4.361 orang, sehingga secara kumulatif adalah 450.518 orang.

Lalu, untuk angka kematian bertambah 136 orang. Dengan begitu jumlah total kasus kematian akibat Covid-19 mencapai 17.081orang.

Satgas juga merilis jumlah suspek Covid-19 sebanyak 71.286 orang. Sementara itu jumlah daerah terdampak yakni 34 provinsi dan 505 kabupaten/kota. [yy/okezone]

 

Update Covid-19 Indonesia 1-Desember-2020: Positif 543.975, Sembuh 454.879 & Meninggal 17.081 Orang

Fiqhislam.com - Pemerintah mengumumkan jumlah kasus harian Covid-19, Selasa 1 Desember 2020 hingga pukul 12.00 WIB. Tercatat penambahan 5.092 kasus baru Covid-19. Sehingga jumlah keseluruhan kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 543.975 kasus.

Sementara kasus sembuh bertambah 4.361 orang, sehingga secara kumulatif adalah 450.518 orang.

Lalu, untuk angka kematian bertambah 136 orang. Dengan begitu jumlah total kasus kematian akibat Covid-19 mencapai 17.081orang.

Satgas juga merilis jumlah suspek Covid-19 sebanyak 71.286 orang. Sementara itu jumlah daerah terdampak yakni 34 provinsi dan 505 kabupaten/kota. [yy/okezone]

 

Jokowi: Angka Covid-19 Naik Sedikit

Jokowi: Angka Covid-19 Naik Sedikit, Saya Beri Peringatan Keras!


Fiqhislam.com - Presiden Joko Widodo mengatakan dirinya akan memberikan peringatan keras ketika angka indikator kasus Covid-19 di Indonesia meningkat walaupun hanya sedikit. Peringatan itu penting agar semua pihak tidak kebablasan.

Hal tersebut disampaikan Jokowi pada sidang kabinet paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/12/2020) sebagaimana dikutip dari rilis Biro Pers Sekretariat Presiden.

Sidang kabinet paripurna tersebut digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Melihat ini (angka-angka indikator), sebetulnya kita sangat optimis dalam pengendalian Covid ini. Tetapi kemarin saya sampaikan, saya memang kalau ada peningkatan sedikit saja pasti saya akan berikan warning secara keras karena kita enggak mau ini keterusan. Jadi saya ingatkan itu karena memang ada kenaikan sedikit, itu yang harus segera diperbaiki," ujar Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara memaparkan sejumlah angka indikator penanganan Covid-19. Per 30 November 2020, tingkat kesembuhan di Indonesia berada di angka 83,6 persen. Angka tersebut jauh lebih baik dari rata-rata angka kesembuhan dunia yang berada di angka 69,03 persen.

"Kemudian yang berkaitan dengan kasus aktif, angka kasus aktif di Indonesia sekarang ini 13,25 persen. Ini juga jauh lebih baik dari angka rata-rata kasus aktif dunia yaitu di angka 28,55 persen," lanjutnya.

"Artinya semakin bulan semakin baik. Hanya yang masih belum dan perlu terus kita perbaiki yaitu di angka kematian, itu kita masih di 3,1 persen, angka kematian dunia 2,32 persen," tutup dia. [yy/okezone]

 

Libur Akhir Tahun Dipangkas

Libur Akhir Tahun Dipangkas, Menko PMK Berharap Masyarakat Utamakan Kesehatan


Fiqhislam.com - Pemerintah memangkas libur akhir tahun 2020 sebanyak tiga hari. Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengimbau masyarakat memanfaatkan libur akhir tahun secara arif.

"Pesan saya kepada masyarakat yang akan memanfaatkan libur akhir tahun, mohon dimanfaatkan libur ini dengan arif dan bijaksana, utamakan kesehatan, utamakan keselamatan diri dan keluarga," kata Muhadjir dalam video rilis yang diterima, Selasa (1/12/2020).

Muhadjir berharap masyarakat tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan keluarga. Dengan begitu, lanjut Muhadjir, warga telah membantu mencegah penularan COVID-19.

"Maka demikian kita semua telah sama-sama ikut mencegah penularan wabah COVID-19 dan kita akan segera hidup sebagaimana biasa, pemulihan ekonomi akan berjalan dengan baik, kesehatan agar segera pulih, begitu juga masalah sosial dan pendidikan," ujar Muhadjir.

Sebelumnya, pemerintah memutuskan memangkas libur akhir tahun 2020. Libur akhir tahun dipangkas sebanyak 3 hari.

"Dengan demikian, maka secara teknis ada pengurangan libur dan cuti bersama ini sebanyak 3 hari, yaitu 28, 29, 30," kata Menko PMK Muhadjir Effendy dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12).

Keputusan ini kemudian akan diteken oleh 3 menteri. Para menteri itu berkaitan dengan urusan ASN hingga hari keagamaan.

"Setelah ini kesepakatan dan ditandatangani oleh 3 menteri, yaitu ada MenPAN-RB, Menaker, dan Menag," ujar dia.

Kini pengganti cuti bersama Idul Fitri pada 28-30 Desember 2020 dihapus. Dengan demikian, hari libur berkurang tiga hari.

Berikut jadwal baru libur akhir tahun setelah dikurangi:

Kamis, 24 Desember 2020: Cuti Bersama Hari Raya Natal
Jumat, 25 Desember 2020: Libur Nasional Hari Raya Natal
Kamis, 31 Desember 2020: Pengganti Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah
Jumat, 1 Januari 2021: Libur Nasional Tahun Baru 2021 Masehi

Total ada 2 hari libur nasional dan 2 hari cuti bersama. Dengan demikian, ada dua kali long weekend yang disela hari kerja.

Yang pertama, ada 4 hari libur berderet pada 24-25 Desember 2020 (Kamis-Jumat) dan 26-27 Desember 2020 (Sabtu-Minggu). Long weekend kedua adalah pada 31 Desember 2020-1 Januari 2021(Kamis-Jumat) dan 2-3 Januari 2021.

Pengurangan hari libur ini berdasarkan arahan Presiden Joko Widowo (Jokowi) pada Senin (23/11/2020) yang lalu. Arahan itu lalu ditindaklanjuti Menko PMK Muhadjir Effendy dengan menggelar rapat dan mengambil keputusan pengurangan libur. [yy/news.detik]

 

Kasus Corona Naik 19,8%

Kenaikan Kasus Corona di RI Sepekan Terakhir Naik 19,8%, Jateng-Banten Tertinggi


Fiqhislam.com - Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan data kenaikan kasus virus Corona (COVID-19) dalam satu pekan terakhir. Satgas COVID-19 menyebut kasus Corona di RI pada pekan ini naik 19,8 persen dari pekan sebelumnya.

"Berdasarkan data yang kami dapatkan dari Kementerian Kesehatan pada satu minggu terakhir, terjadi kenaikan kasus cukup besar, yaitu 19,8 persen, yaitu dari 30.555 pada minggu lalu menjadi 36.600 pada minggu ini," kata jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers yang ditayangkan di kanal YouTube BNPB, Selasa (1/12/2020).

Selain itu, Wiku menjabarkan jumlah provinsi yang mengalami kenaikan dan penurunan kasus pada satu minggu terakhir. Menurut Wiku, jumlah provinsi yang mengalami kenaikan dan penurunan kasus seimbang.

"Pada pekan ini terjadi keseimbangan antara provinsi yang mengalami kenaikan kasus, yaitu dengan 17 provinsi, dan yang mengalami penurunan jumlah kasus, yaitu juga 17 provinsi," ungkap Wiku.

Lebih lanjut Wiku memaparkan lima besar provinsi dengan kenaikan kasus Corona tertinggi selama satu minggu terakhir. Posisi pertama diduduki Jawa Tengah.

"Pada provinsi yang mengalami kenaikan kasus, maka kenaikan tertinggi terlihat di Jawa Tengah, yaitu naik sebesar 3.680 atau dari 3.937 menjadi 7.617. Disusul oleh Banten naik sebesar 519, dari 645 menjadi 1.064. Jawa Timur naik sebesar 412, dari 2.392 menjadi 2.804. Lampung naik sebesar 307, dari 344 menjadi 651. Kepulauan Riau naik lebih dari dua kali lipat, yaitu 298, dari 205 menjadi 503," papar Wiku.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut kasus aktif dan kesembuhan pasien COVID-19 di Indonesia memburuk, khususnya di DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Jokowi menyebut kasus aktif Corona di RI meningkat menjadi 13,41 persen.

"Agar dilihat betul-betul kenapa peningkatannya begitu sangat drastis, hati-hati," ujar Jokowi dalam ratas laporan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di YouTube Setpres, Senin (30/11). [yy/news.detik]

 

Tags: Covid-19 | Corona | Vaksin