2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Update Covid-19 Indonesia 13/09/2020: Positif 218.382 | Meninggal 8.723 | Sembuh 155.010

Update Covid-19 Indonesia 13/09/2020: Positif 218.382 | Meninggal 8.723 | Sembuh 155.010

Fiqhislam.com - Pemerintah kembali melaporkan jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air. Tercatat kasus positif virus Corona (Covid-19) hingga 13 September 2020 bertambah 3.636 kasus. Sehingga akumulasi sebanyak 218.382 orang.

Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 30.100 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Data penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia kini dipublikasikan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di https://www.covid19.go.id dan laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman https://www.kemkes.go.id/.

Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 2.552 orang. Sehingga total sebanyak 155.010 orang sembuh. Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 73 orang. Sehingga meninggal menjadi 8.723 orang. Sementara itu, sebanyak 97.227 orang menjadi suspek Covid-19.

Sebelumnya, kemarin total kasus positif Covid-19 di Indonesia per tanggal 12 September 2020 berjumlah 214.746 orang. Untuk kasus yang sembuh sebanyak 152.458 orang, sedangkan jumlah yang meninggal sebanyak 8.650 orang. [yy/okezone]

 

Update Covid-19 Indonesia 13/09/2020: Positif 218.382 | Meninggal 8.723 | Sembuh 155.010

Fiqhislam.com - Pemerintah kembali melaporkan jumlah kasus positif Covid-19 di Tanah Air. Tercatat kasus positif virus Corona (Covid-19) hingga 13 September 2020 bertambah 3.636 kasus. Sehingga akumulasi sebanyak 218.382 orang.

Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 30.100 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Data penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia kini dipublikasikan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di https://www.covid19.go.id dan laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman https://www.kemkes.go.id/.

Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 2.552 orang. Sehingga total sebanyak 155.010 orang sembuh. Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 73 orang. Sehingga meninggal menjadi 8.723 orang. Sementara itu, sebanyak 97.227 orang menjadi suspek Covid-19.

Sebelumnya, kemarin total kasus positif Covid-19 di Indonesia per tanggal 12 September 2020 berjumlah 214.746 orang. Untuk kasus yang sembuh sebanyak 152.458 orang, sedangkan jumlah yang meninggal sebanyak 8.650 orang. [yy/okezone]

 

115 Dokter Gugur

115 Dokter Gugur, IDI Sebut Penyebaran Covid-19 Tidak Terkendali


Fiqhislam.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat hingga saat ini sebanyak 115 dokter meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19. Dari 115 dokter yang meninggal itu sebanyak tujuh dokter berstatus Guru Besar. Sementara 51 dokter merupakan dokter spesialis dan 57 lainnya adalah dokter umum.

Juru Bicara Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Erlina Burhan mengatakan bahwa saat ini penyebaran Covid-19 di Tanah Air sudah tidak terkendali, dan dokter menjadi kelompok yang memiliki risiko besar terpapar virus tersebut.

“Penyebaran Covid tidak terkendali. Dokter adalah kelompok yang paling berisiko terpapar," jelasnya, Minggu (13/9/2020).

Selain itu, Erlina mengatakan bahwa dokter merupakan investasi masa depan pemerintah dan semakin banyaknya dokter yang gugur, semakin besar kerugian bagi pemerintah.

“Dokter adalah investasi pemerintah di bidang kesehatan. Bila dokter banyak yang gugur, yang rugi juga pemerintah. Untuk mencetak dokter butuh waktu yang lama,” tegas Erlina. [yy/okezone]

 

Relawan Disuntik Vaksin

Relawan Disuntik Vaksin Tetap Terpapar Corona, Ini 2 Kemungkinannya


Fiqhislam.com - Salah seorang relawan yang mengikuti penelitian uji vaksin virus corona atau Covid-19 di Bandung dinyatakan positif virus tersebut.

Terkait hal itu, Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman mengatakan ada beberapa kemungkinan yang membuat relawan uji vaksin Covid-19 itu bisa terpapar.

“Pertama relawan yang terinfeksi tersebut adalah relawan yang mendapat suntikan plasebo,” kata Dicky kepada Okezone di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Kedua, lanjut Dicky, relawan tersebut yang mendapat suntikan vaksin, dosis yang diberikan memang belum memiliki efek timbulnya antibodi.

“Bisa karena baru sekali disuntik atau sudah dua kali, namun dosisnya belum adekuat (memadai),” ujarnya.

Menurut Dicky adanya kejadian ini sangat bagus jika auditor independen melakukan pemeriksaan. “Atau tim peneliti memberikan laporan,” tuturnya.

Salah seorang relawan yang mengikuti penelitian uji vaksin virus corona di Bandung, terpapar Covid-19. Relawan tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes swab. Padahal, ia telah disuntik vaksin.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad), Kusnandi Rusmil menjelaskan ihwal relawan sudah mendapat vaksinasi Covid-19, tapi masih terpapar virus corona.

"Kronologi pada relawan tersebut, setelah mendapatkan 'suntikan' (tidak diketahui vaksin atau plasebo) pertama pada kegiatan penelitian vaksin Covid-19, bepergian ke luar kota," kata Kusnandi melalui keterangan resminya, Sabtu (12/9/2020).

Ia menjelaskan, relawan tersebut sudah menjalani suntik vaksin pertama, kemudian bepergian ke luar kota. Lantas, relawan itu kembali disuntik vaksin kedua dan dinyatakan dalam keadaan sehat. Selanjutnya ikut swab tes dan hasilnya ternyata positif Covid-19.

"Relawan menjalani program pemeriksaan swab nasofaring dari Dinkes karena ada riwayat ke luar kota. Oleh petugas dilakukan pengambilan bahan dari apus hidung dan kemudian dikirimkan ke laboratorium BSL2 (Dinas Kesehatan) dengan hasil positif. Hasil yang positif tersebut harus disampaikan kepada yang bersangkutan," tuturnya. [yy/okezone]

 

Tidak Boleh Isolasi di Rumah

Tidak Boleh Isolasi di Rumah, Anies Siapkan Tempat Bagi Warga Positif Corona


Fiqhislam.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan telah berkerjasama dengan pemerintah pusat dan Satgas Covid-19 terkait penyediaan tempat isolasi untuk mencegah kluster keluarga. Otomatis warga kini dilarang untuk isolasi mandiri dirumah.

"Jadi mulai besok yang ditemukan positif diharuskan isolasi secara tekendali di tempat yang telah ditetapkan," kata Anies dalam siaran langsung di akun YouTube Pemprov DKI, Minggu (13/9/2020).

Anies mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat dan Satgas Covid-19 ada beberapa tempat yang akan disiapkan untuk warga menjalani isolasi.

"Kami sampaikan terima kasih kepada Gugus Tugas Nasional (Satgas) dan pemerintah pusat yang memberikan dukungan untuk kita bisa menitipkan warga yang harus isolasi di fasiltias isolasi mandiri baik di Kemayoran, hotel atau wisma dan tempat lain yang ditunjuk oleh gugus tugas," tuturnya.

Menurut Anies, isolasi secara mandiri dirumah mulai saat ini harus dihindari sebab hal itu justru menimbulkan kasus baru.

"Karena berpotensi penularan klaster rumah dan ini sudah terjadi karena tidak semua kita miliki pengetahuan untuk menjaga agar kesehariannya tidak menularkan ke orang lain," tambah Anies.

Anies memastikan pihaknya akan menindak tegas warga yang kedapatan positif corona namun menjalani isolasi di rumah.

"Bila ada kasus positif yang menolak isolasi di tempat yang telah ditentukan, maka akan dilakukan penjemputan oleh petugas kesehatan dan aparat penegak hukum," tandasnya. [yy/okezone]

 

11 Sektor Usaha

11 Sektor Usaha Boleh Beroperasi saat Jakarta PSBB Total


Fiqhislam.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menarik rem darurat atau emergency brake PSBB transisi dan mengembalikan PSBB seperti pada masa sebelum transisi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai Senin (14/9/2020) seluruh kegiatan kembali dikerjakan di rumah. Terkecuali 11 sektor usaha industri seperti yang telah disampaikan pada masa PSBB sebelum transisi.

Maka itu, berikut fakta-fakta mengenai 11 sektor usaha yang dikecualikan, Jakarta, Minggu (13/9/2020):

1. Mulai Senin WFH, 11 Sektor Usaha Ini Tetap Beroperasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga untuk belajar, bekerja, hingga beribadah dilakukan dari rumah alias Work From Home (WFH).

"Mulai Senin 14 September, bukan kegiatan usahanya yang berhenti, tapi kegiatan perkantorannya yang ditiadakan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020) malam.

Namun Anies menyebut bahwa akan ada 11 sektor yang masih boleh beroperasi di tengah kebijakan rem darurat tersebut.

"Kegiatan perkantoran non esensial akan dikerjakan dari rumah. Bukan kegiatan usaha berhenti, tetapi kegiatan jalan tetapi di rumah, perkantoran yang tidak diizinkan operasi. Akan ada 11 kegiatan esensial yang boleh beroperasi," kata Anies.

"Kegiatan usaha jalan, kegiatan kantor jalan terus, tapi perkantoran gedungnya yang tidak diizinkan beroperasi," tegas Anies.

2. Ini 11 Sektor Usaha Industri yang Dikecualikan Saat PSBB

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diketahui telah menerbitkan Pergub Nomor 33 Tahun 2020 tentang PSBB. Adapun 11 sektor usaha yang diperbolehkan beroperasi di antaranya:

a. Kesehatan

b. Bahan pangan/ makanan/ minuman/

c. Energi

d. Komunikasi dan Teknologi Informasi

e. Keuangan

f. Logistik

g. Perhotelan

h. Konstruksi

i. Industri strategis

j. Pelayanan dasar/ objek vital

k. Kebutuhan sehari-hari.

3. Pemprov DKI Juga Bakal Evaluasi Izin Operasi Perkantoran Non Esensial

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerangkan, pihaknya juga akan mengevaluasi izin operasi perkantoran non esensial guna mengendalikan kasus penularan Covid-19.

"Hiburan akan ditutup. Usaha makan rumah makan diperbolehkan tetap beroperasi tetapi tidak boleh pengunjung makan di lokasi. Kami menemukan di tempat inilah terjadi interaksi penularan," ujar dia.

4. Perusahaan Nakal Paksa Karyawan Masuk saat PSBB, Lapor ke Sini Ya

Pemprov DKI Jakarta telah meminta kepada masyarakat maupun pekerja untuk melaporkan jika ada pelanggaran PSBB, termasuk jika ada perusahaan yang meminta karyawannya masuk. Padahal arahannya sangat jelas, yakni kerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

Jika ada pelanggaran saat PSBB, masyarakat atau pekerja bisa melaporkan ke kanal aduan resmi Pemprov DKI Jakarta di sosial media dan aplikasi JAKI atau Cepat Respon Masyarakat (CRM) besutan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta.

Warga cukup mengirimkan bukti foto untuk melaporkan terjadinya pelanggaran saat di kantor. [yy/okezone]

 

Tags: Corona | Covid-19