23 Dzulhijjah 1442  |  Senin 02 Agustus 2021

basmalah.png

Ledakan Polrestabes Medan Diduga Bom Bunuh Diri

Ledakan Polrestabes Medan Diduga Bom Bunuh DiriFiqhislam.com - Ledakan bom terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11) pagi. Ledakan tersebut diduga berasal dari bom bunuh diri.

"Masih diduga pelaku suicide bomber," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi, Rabu (13/11).

Saat ini, jelas Dedi, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Sedang dilaksanakan olah TKP oleh Densus dan Polda Sumatera Utara. Menunggu hasil investigasi lanjut," imbuh Dedi.

Polrestabes Medan di Jalan HM Said Medan langsung dijaga ketat pascaledakan yang terjadi pada sekitar pukul 08.45 WIB. Pantauan Antara di lokasi, sejumlah petugas kepolisian tampak berjaga di depan pintu masuk dan juga di dalam halaman Mako Polrestabes Medan.



Petugas kepolisian juga memperketat penjagaan terhadap arus masuk ke Mako Polrestabes Medan. Sementara itu terlihat satu mobil ambulans milik Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) juga disiagakan.

Ledakan yang diduga berasal dari bom bunuh diri disebut dilakukan seseorang beratribut ojek daring. Bom meledak di sekitar kantin Polrestabes Medan.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo memastikan bahwa korban meninggal adalah pelaku peledakan bom bunuh diri. Selain itu, anggota kepolisian juga turut menjadi korban luka pada peristiwa bom bunuh diri itu.

Dedi mengatakan ada empat anggota kepolisian yang menjadi korban luka, satu PHL dan satu masyarakat sipil. Masyarakat sipil tersebut sudah dipastikan pelaku peledakan bom bunuh diri.

Ia menambahkan untuk jenis ledakan yang terjadi Kepolisian masih menunggu hasil forensik. Untuk saat ini, belum bisa dipastikan jenis ledakannya.

Mahfud Bantah Pemerintah Kecolongan Soal Bom Medan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, membantah kejadian bom bunuh diri Polrestabes Medan, Sumatera Selatan, sebagai sebuah kecolongan dari sisi keamanan. Menurutnya, kegiatan terorisme memang hit and run.

"Nggak juga, memang selalu terjadi begitu. Masak setiap terjadi kebobolan. Memang kegiatan terorisme begitu. Main hit and run, lari, sembunyi, lari, sembunyi," ujar Mahfud di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (13/11).

Mahfud menjelaskan, aparat keamanan langsung mencari jaringan orang yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri. Menurutnya, pencarian jaringan tersebut bukan perkara yang sulit bagi aparat keamanan

Ia juga menyampaikan teroris saat ini bertambah baik kualitas maupun subjeknya. Jika sebelumnya para teroris didominasi orang tua atau dewasa, sekarang sudah ada yang melibatkan perempuan bahkan anak-anak.

"Yang di Sidoarjo itu anak-anak, yang Pak Wiranto juga melibatkan anak-anak. Lalu sekarang anak muda. Pokoknya kita harus waspada," terangnya.

Sebelumnya, ledakan bom terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11) pagi. Ledakan tersebut diduga berasal dari bom bunuh diri. "Masih diduga pelaku suicide bomber," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, saat dikonfirmasi, Rabu (13/11).

Saat ini, jelas Dedi, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Sedang dilaksanakan olah TKP oleh Densus dan Polda Sumatera Utara. Menunggu hasil investigasi lanjut," imbuh Dedi. [yy/republika]