30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Buwas Ingin Kebijakan Duterte Diterapkan di Indonesia

Buwas Ingin Kebijakan Duterte Diterapkan di IndonesiaFiqhislam.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso menginginkan kebijakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte diterapkan di Indonesia dalam memberantas bandar-bandar narkoba.

"Jika kebijakan seperti itu diterapkan maka kami yakin, bandar dan pengguna narkoba di negeri tercinta ini akan menurun drastis," katanya saat di Sukabumi, Ahad (4/9).

Menurutnya tindakan tegas seperti itu harus dilakukan, jika tidak pemberantasan narkoba akan sulit dilakukan. Walaupun Presiden RI Joko Widodo secara tegas tidak pernah memberikan maaf (grasi) kepada para bandar narkoba yang terpidana hukuman mati, ia menilai kurang cukup, karena masih banyak celah hukum yang bisa dimanfaatkan oleh bandar.

Selain itu, langkah Duterte yang menjadikan para bandar narkoba seperti hidup dalam neraka adalah hal yang tepat, karena akibat ulah bandar tersebut bisa merusak generasi penerus bangsa.

Maka dari itu, Indonesia yang sudah dinyatakan darurat narkoba seluruh pihak harus menyatakan perang kepada narkoba khususnya bandarnya, bila perlu jangan beri peluang sedikitpun si bandar narkoba bisa menghirup udara yang nyaman.

"Jika kebijakan tersebut diterapkan, saya yang paling depan untuk memberantas para bandar narkoba yang sudah merusak generasi bangsa," tambahnya.

Pria yang akrab disapa Buwas ini mengatakan akibat peredaran barang haram tersebut 40-50 orang di Indonesia meninggal dunia karena penyalahgunaan narkoba.

Sehingga, lebih baik seluruh bandar "dihabisi" dan tidak diberi ampun, daripada generasi penerus bangsa ini rusak. Untuk mereka yang benar-benar hanya kecanduan akan diberikan rehabilitasi.

"Saat ini kita sedang perang dengan narkoba, karena bangsa lain yang ingin merebut Indonesia ini tidak lagi harus mengangkat senjata tetapi hanya dengan mengedarkan barang haram tersebut. [yy/republika]

Buwas Ingin Kebijakan Duterte Diterapkan di IndonesiaFiqhislam.com - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso menginginkan kebijakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte diterapkan di Indonesia dalam memberantas bandar-bandar narkoba.

"Jika kebijakan seperti itu diterapkan maka kami yakin, bandar dan pengguna narkoba di negeri tercinta ini akan menurun drastis," katanya saat di Sukabumi, Ahad (4/9).

Menurutnya tindakan tegas seperti itu harus dilakukan, jika tidak pemberantasan narkoba akan sulit dilakukan. Walaupun Presiden RI Joko Widodo secara tegas tidak pernah memberikan maaf (grasi) kepada para bandar narkoba yang terpidana hukuman mati, ia menilai kurang cukup, karena masih banyak celah hukum yang bisa dimanfaatkan oleh bandar.

Selain itu, langkah Duterte yang menjadikan para bandar narkoba seperti hidup dalam neraka adalah hal yang tepat, karena akibat ulah bandar tersebut bisa merusak generasi penerus bangsa.

Maka dari itu, Indonesia yang sudah dinyatakan darurat narkoba seluruh pihak harus menyatakan perang kepada narkoba khususnya bandarnya, bila perlu jangan beri peluang sedikitpun si bandar narkoba bisa menghirup udara yang nyaman.

"Jika kebijakan tersebut diterapkan, saya yang paling depan untuk memberantas para bandar narkoba yang sudah merusak generasi bangsa," tambahnya.

Pria yang akrab disapa Buwas ini mengatakan akibat peredaran barang haram tersebut 40-50 orang di Indonesia meninggal dunia karena penyalahgunaan narkoba.

Sehingga, lebih baik seluruh bandar "dihabisi" dan tidak diberi ampun, daripada generasi penerus bangsa ini rusak. Untuk mereka yang benar-benar hanya kecanduan akan diberikan rehabilitasi.

"Saat ini kita sedang perang dengan narkoba, karena bangsa lain yang ingin merebut Indonesia ini tidak lagi harus mengangkat senjata tetapi hanya dengan mengedarkan barang haram tersebut. [yy/republika]

Sulit Tiru Duterte Secara Utuh dalam Berantas Narkoba

Sulit Tiru Duterte Secara Utuh dalam Berantas Narkoba


Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso, tidak bisa meniru secara utuh kebijakan yang dijalankan oleh Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, dalam memberantas narkoba.

"Tidak bisa kebijakan Duterte ditiru secara utuh untuk diterapkan di Indonesia. Sebab, kebijakan di satu negara tergantung pada komitmen presidennya. Itu terlihat pada Filipina, komitmen presidennya," ujarnya saat dihubungi republika.co.id, Senin (5/9).

Dahnil melanjutkan, apabila komitmen tersebut tidak ada pada diri presiden, maka sulit memberantas narkoba hingga ke akarnya. Ia menambahkan, Buwas juga tidak bisa menerapkan secara utuh kebijakan Duterte di Indonesia. Sebab, hal tersebut dapat berpotensi memunculkan tindakan pelanggaran yang lebih besar.

"Yang penting ditagih dulu komitmen presiden," tegasnya.

Menurutnya, Indonesia bisa meniru komitmen Duterte dalam pemberantasan narkoba. Namun, harus menggunakan cara yang tidak melanggar hukum.

Seperti diketahui, Duterte menyatakan perang terhadap narkoba. Duterte menggunakan kekuatan militer untuk memberantas peredaran narkoba. Kebijakan tersebut cukup efektif diterapkan, karena banyak bandar narkoba yang menyerahkan diri. Meskipun kebijakan tersebut juga mendapatkan protes dari dunia internasional. [yy/republika]

 

Tags: bnn | narkoba | duterte