2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Posisi Abu Sayyaf Terdesak

Posisi Abu Sayyaf Terdesak


Fiqhislam.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan saat ini posisi kelompok Abu Sayyaf sudah semakin terdesak seiring dengan operasi militer yang dilakukan oleh militer Filipina. Ryamizard mendapatkan informasi bahwa setengah kekuatan Abu Sayyaf sudah tumbang.

Ryamizard mengatakan, salah satu titik kumpul kekuatan Abu Sayyaf ada di Basilan. Militer Filipina sudah membersihkan Basilan, meski beberapa di antara kelompok tersebut melarikan diri lagi ke Zulu.

"Kalau saya hitung jumlah mereka kan kira kira 300. Yang sudah tewas sekitar 100 lebih. Juga yang luka luka. Ini cukup signifikan," ujar Ryamizard di Jakarta, Selasa (23/8).

Ryamizard mengatakan, sekitar 10 ribu personel militer dikerahkan oleh Pemerintah Filipina. Ia juga mengatkan pemerintah Filipina juga cukup menguras kantong untuk mendesak Abu Sayyaf.

Hal yang sama juga diamini oleh Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo. Gatot mengatakan, saat ini Indonesia tetap melakukan operasi intelejen untuk bertukar informasi dan membantu pihak Filipina dalam membebaskan sandera.

Meski bukan operasi militer, namun Gatot mengatakan tetap melakukan kordinasi dengan Filipina dalam membebaskan sandera. "Saya siapkan semuanya apa yang diperlukan. Pemerintah Filipina juga sudah berusaha keras," ujar Gatot di Silang Monas, Selasa (23/8). [yy/republika]

Posisi Abu Sayyaf Terdesak


Fiqhislam.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan saat ini posisi kelompok Abu Sayyaf sudah semakin terdesak seiring dengan operasi militer yang dilakukan oleh militer Filipina. Ryamizard mendapatkan informasi bahwa setengah kekuatan Abu Sayyaf sudah tumbang.

Ryamizard mengatakan, salah satu titik kumpul kekuatan Abu Sayyaf ada di Basilan. Militer Filipina sudah membersihkan Basilan, meski beberapa di antara kelompok tersebut melarikan diri lagi ke Zulu.

"Kalau saya hitung jumlah mereka kan kira kira 300. Yang sudah tewas sekitar 100 lebih. Juga yang luka luka. Ini cukup signifikan," ujar Ryamizard di Jakarta, Selasa (23/8).

Ryamizard mengatakan, sekitar 10 ribu personel militer dikerahkan oleh Pemerintah Filipina. Ia juga mengatkan pemerintah Filipina juga cukup menguras kantong untuk mendesak Abu Sayyaf.

Hal yang sama juga diamini oleh Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo. Gatot mengatakan, saat ini Indonesia tetap melakukan operasi intelejen untuk bertukar informasi dan membantu pihak Filipina dalam membebaskan sandera.

Meski bukan operasi militer, namun Gatot mengatakan tetap melakukan kordinasi dengan Filipina dalam membebaskan sandera. "Saya siapkan semuanya apa yang diperlukan. Pemerintah Filipina juga sudah berusaha keras," ujar Gatot di Silang Monas, Selasa (23/8). [yy/republika]

Filipina dan MNLF Terus Gempur Abu Sayyaf

Filipina dan MNLF Terus Gempur Abu Sayyaf


Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan hingga saat ini belum mendapatkan informasi terkait anjuran Indonesia kepada pemerintah Filipina, untuk melakukan genjatan senjata ke kelompok Abu Sayyaf.

Ryamizard mengatakan hingga saat ini Pemerintah Filipina melalui angkatan bersenjata Filipina bekerjasama dengan MNLF terus menggempur kelompok Abu Sayyaf. Ia mengatakan, Filipina tidakan akan berhenti menyerang sebelum kelompok Abu Sayyaf menyerah.

"Duterte bilang kalau mereka gak menyerah akan terus digempur. Malam tadi saya kordinasi masih begitu informasinya," ujarnya di Silang Monas, Selasa (23/8).

Sebelumnya, Juru Bicara Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan permintaan Kemlu RI terhadap pemerintah Filipina, terkait gencatan senjata dengan perompak, adalah demi keselamatan para sandera warga negara Indonesia.

Intensitas operasi militer ini, oleh Kemlu dianggap berdampak terhadap keselamatan sandera, sehingga diajukanlah permintaan gencatan senjata. Direktur Jenderal Perlindungan WNI Kemlu Muhammad Iqbal menyebut permintaan itu disampaikan langsung oleh Menlu RI Retno Marsudi, pada Menlu Filipina Perfecto Rivas Yasay.

"Empat hari lalu Menlu berkomunikasi dengan menlu Filipina, minta dilakukan gencatan senjata," ujar Iqbal lewat keterangan tertulis, Rabu kemarin. [yy/republika]

Filipina Temukan Markas Abu Sayyaf di Bawah Tanah

Filipina Temukan Markas Abu Sayyaf di Bawah Tanah


Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, pasukan militer Pemerintah Filipina sudah menemukan markas kelompok bersenjata Filipina Selatan, Abu Sayyaf.

Menurut Menhan, markas kelompok penyandera warga Indonesia dan warga beberapa negara lainnya itu ditemukan di wilayah Basilan.

"Saya selalu komunikasi dengan Menhan Filipina, kemarin telah ditemukan salah satu markas besar Abu Sayyaf di Basilan," kata Ryamizard di Silang Monas Jakarta, Selasa, 23 Agustus 2016.

Ryamizard Ryacudu menceritakan, berdasarkan keterangan Menhan Filipina, saat ditemukan, markas besar Abu Sayaaf dalam kondisi sudah kosong. Tak seorang pun anggota kelompok itu dan juga tak ada para sandera yang disekap di tempat tersebut.

"Saat dicek ternyata sudah kosong. Kelompok Abu Sayyaf di situ punya markas bawah tanah, dan sekarang sudah steril. Masih ada satu lokasi lagi yang masih diawasi," kata Ryamizard.

Dengan kondisi markas yang sudah kosong itu, Ryamizard memperkirakan sudah lebih dari seratus anggota kelompok Abu Sayyaf yang tewas.

"Kalau saya lihat, jumlah mereka itu sekitar 300, dan 100 lebih telah tewas, belum termasuk yang terluka. Jumlah mereka telah berkurang secara signifikan, sekitar separuhnya," katanya.

Menhan juga menilai bahwa dampak operasi trilateral yang dilakukan antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina telah berjalan. Penemuan salah satu markas besar bawah tanah di Basilan juga menurutnya bagian dari operasi trilateral. [yy/viva]

Diduga Ada Permukiman Abu Sayyaf di Pesisir Kalimantan

Diduga Ada Permukiman Abu Sayyaf di Pesisir Kalimantan


Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengatakan, ada beberapa permukiman di pesisir Kalimantan perbatasan yang diduga menjadi sarang anggota Abu Sayyaf.

"Pantai pesisir kalimantan yang bagian Malaysia itu banyak rumah menjorok ke laut. Nah rumah itu banyak diduga markas mereka (Abu Sayyaf)," ujarnya, Selasa, 23 Agustus 2016.

Hal itu dikemukakan Ryamizard setelah melakukan pertukaran informasi dengan Filipina dan Malaysia terkait kelompok Abu Sayyaf. Pertukaran informasi itu merupakan salah satu bentuk kerja sama trilateral antara Indonesia, Filipina dan Malaysia.

Kerja sama dilakukan menyikapi teror dari kelompok Abu Sayyaf terhadap anak buah kapal (ABK) dari sejumlah negara yang melewati perairan Filipina. Kerja sama juga dilakukan dalam bentuk patroli bersama.

Soal permukiman Abu Sayyaf tersebut, Ryamizard mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah Malaysia. Dalam waktu dekat, pemerintah Malaysia akan mengambil tindakan. "Kami sudah komunikasikan juga, Menhan (menteri pertahanan)  Malaysia nanti akan gusur rumah-rumah tersebut," ujar Ryamizard.

Penemuan permukiman itu menyusul penemuan sebelumnya, yaitu sebuah markas bawah tanah diduga milik Abu Sayaf di Basilan, Filipina Selatan. Operasi militer dan penemuan markas tersebut merupakan bentuk lain dari realisasi kerja sama trilateral antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina. [yy/viva]

 

Tags: sayyaf | sandera