20 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 23 Januari 2022

basmalah.png
BERITA NASIONAL

Ada WNI Jadi Calo Masukkan Orang ke Suriah

Ada WNI Jadi Calo Masukkan Orang ke Suriah

 

Fiqhislam.com - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia mengaku sudah tahu soal informasi adanya warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi calo bagi warga Indonesia yang hendak menyebrang ke Suriah melalui Turki. WNI yang jadi calo itu diduga kuat masih berada di Turki pada saat ini.
 
”Kita sudah lama mendapat informasi itu, mengenai adanya WNI yang memfasilitasi orang ke Suriah. Tapi, orang itu kan berada di Turki, sehingga di wilayah yuridiksi Turki,” kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemenlu,  Lalu Muhammad Iqbal pada Sabtu (6/8/2016).
 
”Kita punya kerja sama yang dekat dengan Pemerintah Turki untuk mencegah orang-orang ini masuk ke Suriah, Pemerintah Turki juga terus memantau pihak-pihak yang dianggap memfasilitasi orang-orang untuk ke Suriah. Bukan hanya orang Indonesia, tapi juga orang Turki sendiri, dan pengungsi dari Suriah,” lanjut dia.
 
Ditanya identitas WNI yang jadi calo penyeberang orang ke Suriah, Iqbal belum bisa menyebutkannya. Kemenlu yang bekerjasaa dengan Densus 88 Anti-Teror dan BNPT selalu selalu memeriksa setiap WNI yang dideportasi dari Turki karena hendak menyebrang ke Suriah. Tapi, dari 213 WNI yang dideportasi belum didapatkan nama siapa yang menjadi pemandu mereka.
 
”Sampai sekarang kita tidak pernah dapat nama. Karena, ketika proses pemulangan itu dilakukan, kita langsung memberikan notifikasi pada Densus 88, harapan kita dari mereka yang pulang tidak dilepaskan langsung ke rumah masing-masing, tapi dilakukan pendalaman dulu sehingga kita mendapatkan informasi yang bermanfaat untuk mencegah orang-orang lainnya pergi ke perbatasan Suriah,” ujar Iqbal.
 
”Sejauh ini kita belum dapat notifikasi resmi dari kepolisian soal hasil pendalaman itu. Dari pihak Turki juga sejauh ini belum pernah menotifikasi kita mengenai nama orang Indonesia yang terlibat dalam proses pengiriman.” [yy/sindonews]