14 Jumadil-Akhir 1443  |  Senin 17 Januari 2022

basmalah.png

BERITA NASIONAL

Jakarta dan Sumut Rangking Pertama Peredaran Narkoba

Jakarta dan Sumut Rangking Pertama Peredaran Narkoba

 

Fiqhislam.com - Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Slamet Pribadi mengungkapkan, bahwa narkoba yang diamankan dari Hotel Orchardz beberapa waktu lalu akan diedarkan ke Jakarta dan berbagai kota lainnya di Indonesia.

"Kita belum punya data konkret nanti data resmi di rilis. Ini sedang dihitung dan diperiksa barang buktinya di laboratorium dan kami tengah menunggu. Sasarannya peredarannya di Jakarta, Sumatera Utara dan Semarang. Jakarta rangking pertama nasional pengguna narkotika‎," kata Slamet usai mengisi acara diskusi Radio Sindotrijaya Network yang bertajuk 'Hitam Putih Pemberantasan Narkoba', di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/8/2016).

Dari riset yang dilakukan oleh BNN di Jakarta jumlah pengguna narkoba sekira 5,8 persen dari jumlah penduduknya atau sebanyak 392.367 warga. Di urutan kedua yakni Sumatera Utara (Sumut, dengan catatan sekira 320.188 pengguna narkoba dan disusul oleh Kalimantan Timur sekira 63.873 pengguna narkoba.

"Ini hasil penelitian tahun 2014 untuk 2015. Seharusnya para pengguna itu melapor dan memperbaiki dirinya," ungkap Slamet.

Slamet menambahkan, sebanyak 72 jaringan internasional telah mengedarkan barang haramnya di Indonesia. "Tapi tinggal menunggu waktu saja untuk kami tangkap. Karena pada dasarnya pengguna narkoba itu pintar dan pintar berkelit ketika ditangkap," tandasnya. [yy/okezone]

Jakarta dan Sumut Rangking Pertama Peredaran Narkoba

 

Fiqhislam.com - Kabag Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Slamet Pribadi mengungkapkan, bahwa narkoba yang diamankan dari Hotel Orchardz beberapa waktu lalu akan diedarkan ke Jakarta dan berbagai kota lainnya di Indonesia.

"Kita belum punya data konkret nanti data resmi di rilis. Ini sedang dihitung dan diperiksa barang buktinya di laboratorium dan kami tengah menunggu. Sasarannya peredarannya di Jakarta, Sumatera Utara dan Semarang. Jakarta rangking pertama nasional pengguna narkotika‎," kata Slamet usai mengisi acara diskusi Radio Sindotrijaya Network yang bertajuk 'Hitam Putih Pemberantasan Narkoba', di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/8/2016).

Dari riset yang dilakukan oleh BNN di Jakarta jumlah pengguna narkoba sekira 5,8 persen dari jumlah penduduknya atau sebanyak 392.367 warga. Di urutan kedua yakni Sumatera Utara (Sumut, dengan catatan sekira 320.188 pengguna narkoba dan disusul oleh Kalimantan Timur sekira 63.873 pengguna narkoba.

"Ini hasil penelitian tahun 2014 untuk 2015. Seharusnya para pengguna itu melapor dan memperbaiki dirinya," ungkap Slamet.

Slamet menambahkan, sebanyak 72 jaringan internasional telah mengedarkan barang haramnya di Indonesia. "Tapi tinggal menunggu waktu saja untuk kami tangkap. Karena pada dasarnya pengguna narkoba itu pintar dan pintar berkelit ketika ditangkap," tandasnya. [yy/okezone]

Kerugian Negara Akibat Narkoba Mencapai Rp50 Triliun

Kerugian Negara Akibat Narkoba Mencapai Rp50 Triliun

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar al Habsy, mengatakan kerugian negara akibat penyalahgunaan narkoba mencapai Rp50 triliun setiap tahunnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan penelusuran Badan Narkotika Nasional (BNN) saat ini ada sekira 30 ton narkoba yang lolos dan siap beredar di masyarakat Tanah air, terutama pada kalangan pelajar dan mahasiswa.

"Ada sekira 7 juta jumlah mahasiswa, dan lebih dari 30 persen itu pengguna narkoba. Bahkan, diperkirakan 70 persen terlibat penyalahgunaan narkoba," kata Aboe Bakar dalam acara Diskusi Radio Sindotrijaya Network bertajuk 'Hitam Putih Pemberantasan Narkoba' di Rumah Makan Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8/2016).

Permasalahan narkoba di Indonesia, kata Aboe Bakar, ‎telah menjadi incaran para bandar besar internasional. Ia mengatakan, Kepala BNN Budi Waseso perlu diapresiasi karena terus-menerus melakukan penangkapan terhadap bandar narkoba.

"Ini bagus, dan semangat Pak Buwas ini melihat kekhawatiran karena telah mengincar generasi muda kita," terangnya. [yy/okezone]

50 Orang Setiap Hari Meninggal karena Narkoba

50 Orang Setiap Hari Meninggal karena Narkoba

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar al Habsy, ‎mengungkapkan setiap hari terdapat sekira 50 orang meninggal dunia akibat penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

"Pemberantasan narkoba itu penting, sebab efeknya (narkoba) lebih parah daripada teroris," ‎kata Aboe Bakar dalam acara Diskusi Radio Sindotrijaya Network yang bertajuk 'Hitam Putih Pemberantasan Narkoba' di Rumah Makan Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (6/8/2016).‎

Ia menambahkan, saat ini bahaya narkoba telah di depan mata karena mampu menghancurkan generasi bangsa. "Bayangkan saja, dari 4.333 perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa sekira 7 juta, 30,9 persen menjadi pengguna narkotika. (Sebanyak) 50 orang bahkan mati setiap hari gara-gara narkoba," terang Aboe Bakar.‎

Ia berharap Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri semakin giat dalam melakukan pemberantasan narkoba. Sehingga tidak hanya menangkap para bandar, tapi juga para oknum aparat yang melindungi peredaran barang haram ini.

"BNN harus merajalela dengan menangkapi terus bandarnya dan orang-orang yang membekingi. Jangan sampai kendur!" tegas Aboe Bakar. [yy/okezone]

 

Tags: narkoba | drugs | narkotika