26 Rabiul-Akhir 1443  |  Rabu 01 Desember 2021

basmalah.png

Amnesty Internasional Ingatkan Jokowi

Amnesty Internasional Ingatkan JokowiFiqhislam.com - Amnesty International memperbaharui seruannya kepada pihak berwenang di Indonesia agar menepati janji semasa pemilu untuk memperbaiki penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM). Yakni,  dengan segera menerapkan moratorium eksekusi mati.

Wakil Direktur Kampanye Amnesty International wilayah Asia Tenggara dan Pasifik, Josef Roy Benedict,  mengatakan, pihaknya  menentang hukuman mati tanpa syarat.  Selain itu, bagi semua kasus dan di dalam situasi apapun. 

"Amnesty International meminta Indonesia meninjau hukuman mati, dan mengubah semua vonis mati dan menghapuskannya dari legislasi nasional sekarang dan untuk selamanya,"  kata Josef kepada Antara di London, Rabu (27/7).

Menurut Josef, Amnesty International prihatin beberapa di antara terpidana mati yang mungkin akan dieksekusi mati pekan ini belum bisa mengajukan permohonan grasi kepada presiden. Pernyataan pihak berwenang terkait penerapan hukuman mati sangat memprihatinkan.

Josef mengatakan, Presiden Joko Widodo pada Oktober 2014, menjanjian penghormatan terhadap HAM. Namun demikian, pemerintahan di bawahnya terus menunjukan penolakan besar terhadap kewajiban HAM Indonesia dan jaminan perlindungan internasional yang harus dijalankan di semua kasus hukuman mati. 

Sedangkan Koordinator Peneliti Imparsial, Ardimanto mengatakan, hukuman mati dinilai tidak memiliki efek jera. KArena,  selama ini mereka yang dieksekusi bukanlah bandar narkoba, melainkan hanya kurirnya saja. 

"Eksekusi mati bisa jadi sebagai upaya pemerintah menutupi kegagalannya dalam menanggulangi angka pengguna narkotika yang terus meningkat setiap tahun," ujar Ardimanto.

Dia mencontohkan dalam kasus Bali Nine atau Mary Jane. Mereka, kata Ardimanto, bukanlah seorang bandar melainkan orang yang dibujuk atau dijanjikan sesuatu. Mereka dibujuk untuk membawa narkoba ke Indonesia. 

Dia berharap pemerintah hendaknya lebih mengevaluasi kebijakan penanganan narkoba agar benar-benar efektif mencegah orang untuk tidak menggunakan narkoba lagi. [yy/republika]