22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

Indonesia Jadi Topik Debat Kampanye Pemilu Australia 2016

Indonesia Jadi Topik Debat Kampanye Pemilu Australia 2016Fiqhislam.com - Indonesia menjadi topik dalam perdebatan kampanye pemilu Australia 2016. Isunya terkait kebijakan pemerintah Australia terdahulu yang pernah menyetop ekspor sapi ke Indonesia serta maraknya penyelundupan manusia ke Australia dari perairan Indonesia.

Debat yang melibatkan pemimpin Partai Nasional Barnaby Joyce, politisi Partai Buruh Joel Fitzgibbon, serta pemimpin Partai Hijau Richard Di Natale itu berlangsung di kota pedalaman Goulburn, Rabu (25/5) malam.

Debat digelar oleh lembaga penyiaran publik ABC dan dimoderatori oleh wartawan politik Chris Uhlmann. Topiknya menyangkut isu-isu terkait kehidupan pedalaman Australia, termasuk isu ekspor ternak hidup.

Dalam forum itu Barnaby Joyce yang juga Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertanian Australia, menjelaskan  di saat Australia merupakan penyuplai terbesar kebutuhan daging di Indonesia pada 2011, tiba-tiba saja Pemerintah PM Julia Gillard dari Partai Buruh saat itu menghentikan kebijakan ekspor ternak hidup.

Kebijakan PM Gillard itu diterapkan setelah program investigasi Four Corners ABC menayangkan kekejaman perlakuan terhadap sapi-sapi di 12 rumah pemotongan hewan (RPH) di sejumlah kota di Indonesia.

"Saya ingin mengingatkan kita semua, saat kita menghentikan ekspor ternak, maka pada yang bersamaan kita mulai melihat datangnya banyak perahu (pencari suaka) ke Australia. Mereka (Indonesia) menganggap kita (Australia) sebagai mitra dagang terpercaya, namun dalam sekejap saja kita justru membuktikan sebaliknya. Kita menciptakan citra yang buruk di kawasan," kata Menteri Joyce.

Pernyataan Menteri Joyce ini memicu reaksi luas di Australia. Pada Kamis (26/5) pagi, kepada sebuah stasiun TV Menteri Joyce membantah dia menghubung-hubungkan penghentian ekspor sapi ke Indonesia dengan meningkatnya jumlah kedatangan perahu pencari suaka ke Australia dari Indonesia.

"Saya tidak pernah mengatakan Indonesia sengaja mengirimkan perahu-perahu itu gara-gara kita menghentikan ekspor sapi ke Indonesia. Yang saya katakan adalah, penghentian ekspor secara sepihak tersebut membuat posisi Australia jadi sulit dalam melakukan negosiasi dengan Indonesia ketika itu," katanya. [yy/republika]