26 Rabiul-Akhir 1443  |  Rabu 01 Desember 2021

basmalah.png

Masyarakat Waspada Masuknya Ajaran Komunis

Masyarakat Waspada Masuknya Ajaran KomunisFiqhislam.com - Asisten Teritorial Panglima TNI, Mayjen TNI Wiyarto meminta masyarakat untuk senantiasa waspada sekaligus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan masuknya ajaran Partai Komunis Indonesia.

"Partai Komunis Indonesia (PKI) bersama antek anteknya pernah hidup dan mengukir sejarah kelam masa lalu Bangsa Indonesia," kata Mayjen TNI Wiyarto ketika meninjau pelaksanaan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Desa Lubuk Rukam Kecamatan Peninjauan Ogan Komering Ulu (OKU), Selasa (10/5).

Oleh karena itu agar semua harus bersikap untuk menanamkan kewaspadaan dini pada keluarga, lingkungan serta masyarakat supaya ajaran serta paham PKI bisa ditangkal sedini mungkin, ujarnya. Pernyataan Mayjen Wiyarto ini menjawab wartawan terkait ramainya perbincangan publik menyangkut kemungkinan bangkitnya kembali ajaran PKI di negeri ini.

"Sekarang saya tanya wartawan dulu, apa kita mau negara kita yang sedang dalam kondisi damai dan tentram ini dibuat kacau lagi akibat munculnya organisasi menganut paham Komunis, saya rasa seluruh rakyat Indonesia tidak setuju itu, karena TNI berasal dari rakyat," kata Wiyarto yang juga mantan Danrem 044 Gapo ini.

Ia menegaskan, bagi tentara harga mati akan berada di belakang rakyat, tidak ada pilihan kecuali semua pihak ikut bersama sama melakukan kewaspadaan dini jangan sampai ajaran ajaran terlarang dan bertentangan dengan Pancasila itu hadir lagi di tengah masyarakat.

Ia kembali mengingatkan, TNI bersama rakyat tentunya tidak akan rela sejarah kelam tahun 1965 itu terulang lagi. Wiyarto hadir di Baturaja Kabupaten OKU di dampingi Komandan Korem 044 Gapo Kol Inf Kunto Arief dan sejumlah pejabat teras Kodam Sriwijaya lainnya di dampingi Bupati OKU, KUryana Azis dan Komandan Kodim 0403, Letkol Inf Feksi. [yy/republika]

Jokowi Menduga Paham Komunis Bangkit Lagi

Saat ini kaus bergambar palu dan arit yang identik dengan simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) tengah merebak di Jakarta dan beberapa daerah lainnya. Karena itu, aparat kepolisian gencar melakukan razia.

Saat dikonfirmasi, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan Presiden Joko Wododo (Jokowi) telah menggelar rapat bersama dirinya, Jaksa Agung HM Prasetyo, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Muluyo mengenai lambang-lambang komunisme yang kembali marak di Jakarta dan beberapa daerah.

Dalam rapat tersebut, lanjut Badrodin, Presiden Jokowi menduga paham komunis akan bangkit lagi dengan beredarnya kaus serta lambang-lambang palu dan arit.

"Beliau sudah memberi arahan jelas. Sekarang banyak kaus palu arit dan ada jual dan merchandise yang dijual seperti itu. Kegiatan-kegiatan seperti itu yang menduga komunisme bangkit kembali," ujar Badrodin di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/5/2016).

Mantan Kapolda Jawa Timur ini menegaskan berdasarkan TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 tentang Ketetapan PKI, Pernyataan sebagai Organisasi terlarang di Seluruh Wilayah Negara Republik Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan Untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Faham atau Ajaran Komunisme atau Marxisme-Lenininsme, dikatakannya masih berlaku hingga saat ini.

Karena itu, jika ada yang mempropagandakan ajaran atau paham tersebut, jajaran kepolisian akan menindaknya.

"Untuk bisa lakukan langkah hukum yang diduga menyebarkan apakah bentuknya atribut, kaus, simbol, dan film yang mengajarkan komunisme," tuturnya.

Sementara Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 sudah jelas, jika Indonesia menolak adanya ajaran atau paham komunis, termasuk logo-logo tersebut. Dia berharap, agar pihak-pihak terkait berhenti menyebarkan ajaran itu.

"Komunisme sebenarnya sudah ada TAP MPRS tentang pelarangan komunisme dan pembubaran PKI. Beberapa waktu terakhir ini muncul, pemerintah ingin menyampaikan posisinya dan masih berlaku ketentuan hukumnya," pungkasnya. [yy/okezone]

 

 

Tags: pki | komunis | palu arit