25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

Menhan Pilih Negosiasi untuk Selamatkan WNI dari Abu Sayyaf

Menhan Pilih Negosiasi untuk Selamatkan WNI dari Abu SayyafFiqhislam.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa ada tiga opsi yang bisa digunakan untuk menyelamatkan 10 warga negara Indonesia yang sudah lebih dari dua pekan disandera kelompok Abu Sayyaf.

Tiga opsi itu yakni upaya diplomasi, negosiasi dan operasi militer. Dari ketiganya, Ryamizard menilai kalau opsi negosiasi adalah yang paling tepat.

"Operasi militer itu enggak ada yang enggak ada korban. Kalau korbannya yang rampok, enggak masalah. Tapi kalau WNI kita? Kita akan menyalahkan Filipina juga. Yang paling tepat adalah nego," kata Ryamizard di Kantor Kementerian Pertahanan, Jl.Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 13 April 2016.

Namun, lanjutnya, yang akan melakukan negosiasi bukanlah pemerintah, tapi perusahaan.

"Karena kalau pemerintah enggak boleh," singkatnya.

Dalam kesempatan itu, Ryamizard juga mengatakan, seharusnya ada sejenis patroli bersama antara TNI Angkatan Laut bersama angkatan laut dari negara-negara tetangga guna mencegah hal serupa terjadi kembali.

"Pulau Sulu itu Laut China Selatan. Itu yang kita patroli. Kalau ini dilaksanakan, mungkin (pembajakan) tidak terjadi. Ini adalah rute jalannya batu bara. Nanti kalau batu bara sudah bagus, akan lewat sana terus," tuturnya. [yy/viva]

Sandera Abu Sayyaf masih sehat

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan nasib 10 Warga Negara Indonesia yang disandera separatis Filipina pimpinan Abu Sayyaf sejak awal April lalu dipastikan masih sehat.

Hal itu diutarakan karena terjadi kontak senjata pada Sabtu antara militer Filipina dengan kelompok Abu Sayyaf, di Pulau Basilan yang memakan korban 18 tentara Filipina tewas di tempat dan lima milisi Abu Sayyaf tewas.

"Yang namanya operasi militer itu pasti ada korban, maka jalan terbaik adalah negosiasi," kata Ryamizard saat ditemui di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu.

Untuk membebaskan para sandera Indonesia sedang mencari cara agar uang negosiasi yang disiapkan oleh perusahaan tidak terjebak.

"Jadi upaya penyelamatan itu ada tiga, ada diplomasi, negosiasi, dan operasi militer," kata Ryamizard.

Sementara itu, pembayaran sandera akan dilakukan oleh perusahaan, dan pemerintah akan berupaya lewat diplomasi.

Sebelumnya Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, meminta pemerintah mengambil jalur negosiasi dalam membebaskan 10 WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf.

Kelompok Abu Sayyaf yang diketahui menculik 10 WNI itu dipimpin Al-Habsy Misaya dan Jim Dragon.

"Operasi militer pemerintah Filipina yang gagal, memberikan isyarat penting untuk membebaskan 10 WNI harus mempertimbangkan pendekatan kemanusiaan melalui jalur negosiasi," kata Siddiq.

Dia mengatakan, prioritas utama pemerintah adalah menyelamatkan 10 WNI maka jalur negosiasi yang harus ditempuh. [yy/antaranews]