2 Jumadil-Awal 1443  |  Senin 06 Desember 2021

basmalah.png

Istana Nyatakan Boikot Israel Bukan untuk Produk

Istana Nyatakan Boikot Israel Bukan untuk ProdukFiqhislam.com - Pihak Istana mengklarifikasi soal seruan boikot produk Israel. Juru Bicara Presiden, Johan Budi Sapto Pribowo mengatakan, boikot yang dimaksud Presiden Jokowi bukanlah pada produk barang namun terhadap kebijakan Israel yang ada di daerah Palestina.

"Yang dimaksud itu bukan produk, bukan produk barang. Yang saya lihat dimaknai sebagai produk barangnya Israel diboikot-kan, sebenarnya bukan. Boikot dalam hal ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan Israel yang di tanah pendudukan di Palestina," jelas Johan Budi di Istana Negara, Jakarta, Selasa 8 Maret 2016.

Hal tersebut disampaikan Johan menanggapi pemberitaan yang memaknai kata boikot yang digunakan Presiden Joko Widodo dalam pidato penutupan KTT Organisasi Kerjasama Islam (OKI) tersebut adalah boikot terhadap produk barang Israel.
 
Johan memberi contoh mengenai boikot kebijakan yang dimaksudkan Jokowi seperti kebijakan pemerintah Israel yang membatasi warga Palestina untuk masuk ke Masjid Al-Aqsa. Oleh karena kebijakan itu, tidak jarang terjadi bentrokan antara warga dengan pihak keamanan Israel. Hal seperti ini kata Johan harus diboikot.

"Itu yang harus diboikot. Jadi sekarang melebar ke mana-mana, seolah-olah boikot produk, bukan, bukan itu yang dimaksud oleh Presiden," katanya lagi.

Sebelumnya Presiden Jokowi dalam penutupan KTT OKI menyepakati keputusan soal dukungan boikot terhadap Israel.  

Jokowi menyampaikan sikap OKI tersebut dalam pernyataan penutup di KTT Luar Biasa OKI di Jakarta, 7 Maret 2006 dengan didampingi Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Sekjen OKI Iyad Ameen Madani. Ketiganya menyatakan sikap resmi OKI atas perjuangan Palestina.  

"Hari ini pemimpin dunia Islam telah menghasilkan kesepakatan dan rencana aksi konkret bagi Palestina. Negara-negara OKI mengutuk tindakan Israel. Kami menyerukan pengakhiran penjajahan Israel dan pembentukan negara Palestina atas dasar two states solution (solusi dua negara). Salah satu kesepakatan yang dicapai adalah dengan memboikot produk Israel," kata Jokowi. [yy/viva]

Dunia Boikot Produk Israel Sudah Dimulai Sejak 2005Dunia Boikot Produk Israel Sudah Dimulai Sejak 2005

Gerakan boikot Israel sudah mulai bergulir sejak 2005. Gerakan tersebut dikenal dengan sebutan Boycotts Divestment and Sanction (BDS) atau Boikot Divestasi dan Investasi Israel. 

Wakil Ketua Komite III DPD Fahira Idris mengatakan, gerakan ini adalah sebuah kampanye tanpa kekerasan memboikot Israel yang melakukan penindasan kepada bangsa Palestina. Walau sempat dianggap remeh oleh Israel, ternyata gerakan ini cukup memukul perekonomian mereka. 

Tidak hanya produk Israel, banyak negara juga melakukan perlawanan kultural terhadap Israel. Bahkan, Pemerintah Afrika Selatan sampai membuat undang-undang agar semua produk yang berasal dari wilayah pendudukan Israel diberi label supaya warga tidak membelinya.

Selain itu, pada Oktober 2015 lalu, ada 300-an akademisi dari berbagai universitas di Inggris menyatakan memboikot institusi pendidikan asal Israel.

Menurut dia, apa yang dilakukan Israel di Palestina lebih parah dengan apa yang terjadi saat sistem politik apartheid diterapkan di Afrika Selatan.

“Oleh karena itu, salah satu strategi efektif mengakhiri penjajahan Israel adalah melalui perlawanan global di seluruh dunia, sama seperti saat dulu saat dunia meruntuhkan rezim apartheid Afrika Selatan,” ujar senator asal Jakarta ini. [yy/republika]