pustaka.png
basmalah.png.orig


11 Dzulqa'dah 1442  |  Senin 21 Juni 2021

Ilmuwan Australia Kembangkan Insulin Tanpa Suntikan

Ilmuwan Australia Kembangkan Insulin Tanpa SuntikanFiqhislam.com - Beberapa ilmuwan Australia telah menemukan bagaimana insulin diserap oleh sel, sehingga berpotensi membuka jalan bagi obat baru yang dapat digunakan oleh penderita diabetes tanpa menggunakan suntikan.

Tim tesebut, yang temuannya disiarkan di jurnal Natures, menyelesaikan teka-teki mengenai bagaimana insulin hormon terikat pada reseptornya pada sel --proses yang diperlukan bagi sel untuk menyerap gula dari darah dan penting bagi perawatan diabetes.

"Semua kegiatan (sebelumnya) telah berlangsung tanpa gambaran terperinci mengenai bagaimana insulin sesungguhnya berinteraksi dengan sel dan menjelaskan cara sel itu menyerap glukosa dari darah," kata ilmuwan terkemuka Mike Lawrence, di Walter and Eliza Hall Institute di Melbourne, Australia, kepada Reuters.

"Apa yang telah kami lakukan ialah menyediakan gambaran itu," katanya mengenai pandangan tiga-dimensi tentang insulin yang terikat pada reseptornya dan disiarkan di jurnal Nature, Kamis (10/1).

Para peneliti mendapati insulin menyatu dengan reseptornya dengan cara yang sangat tidak biasa; insulin dan reseptornya mengatur-ulang diri mereka saat berinteraksi.

"Sepotong insulin melipat dan potongan penting di dalam reseptor bergerak untuk menyatukan hormon insulin," kata Lawrence di dalam pernyataan sebagaimana dikutip Reuters, Jumat pagi. ""Kita bisa menyebutnya 'jabatan tangan molekul'."

Insulin mengendalikan tingkat glukosa, atau gula, di dalam darah, mekanisme yang macet pada orang yang menderita diabetes.

Memahami proses pengikatan diri insulin dapat mengarah ke cara mengirim insulin tidak melalui suntikan, aatau pengembangan produk insulin yang lebih efektif dan bertahan lebih lama, kata Lawrence.

"Susunan ini akan menjadi tahap rujukan bagi semua rancangan insulin pada masa depan," katanya.

"Mereka (para pembuat obat) akan memanfaatkan informasi itu ... bagi generasi mendatang alat pengirim insulin, dan lain-lain," katanya.

Sekarang terdapat 371 juta orang yang menderita diabetes di seluruh dunia, naik dari 336 juta setahun lalu, demikian laporan paling akhir International Diabetes Federation. [yy/republika]