5 Jumadil-Awal 1443  |  Kamis 09 Desember 2021

basmalah.png

Pemalsuan Makanan Mulai Marak di Amerika dan Inggris

Pemalsuan Makanan Mulai Marak di Amerika dan Inggris Fiqhislam.com - Ternyata pemalsuan makanan tak hanya marak terjadi di Cina  dan Indonesia. Negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Inggris juga mulai dihebohkan dengan peredaran makanan imitasi. Jenisnya beragam, mulai dari minyak zaitun, ikan, rempah, hingga jus pomegranate.

Badan ilmiah independen US Pharmacopeial Convention mengatakan bahwa banyak makanan mengandung bahan yang tak disangka-sangka oleh konsumen. Berdasarkan Food Fraud Database yang dilansir organisasi ini, banyak bahan tambahan yang berharga murah, bahkan sebagian mengandung bahan membahayakan.

Hal serupa terjadi pula di Inggris. Di iklim ekonomi seperti ini, produsen, peritel, dan restoran jadi cenderung mengambil jalan pintas. Madu, keju, telur, daging dan sayur organik, beras basmati, bahkan fish and chips merupakan contoh makanan yang banyak dipalsukan di negeri Pangeran Charles ini.

Diperkirakan, keluarga Inggris membuang sekitar 7 miliar poundsterling (lebih dari Rp 107 triliun) setahun untuk membayar makanan yang telah dipalsukan.
Daftar panjang pemalsuan makanan yang diberitakan Daily Mail (25/01/13) berikut ini mungkin akan membuat Anda tercengang:

1. Saus pesto
Menjelang Natal tahun lalu, Stark Naked Foods didenda lebih dari 20.000 poundsterling (Rp 305 juta) karena memalsukan saus pesto. Perusahaan asal Inggris ini mengklaim produknya terbuat dari extra virgin olive oil dan keju Grana Padano. Padahal, kenyataannya saus pesto tersebut terbuat dari minyak bunga matahari dan keju Latvia yang lebih murah.

2. Daging sapi
Daging sapi yang diklaim berasal dari Inggris ternyata memiliki gen sapi Zebu dari Brazil yang harganya lebih murah. Tak hanya itu, konon dagingnya juga lebih alot.

3. Extra virgin olive oil
Extra virgin olive oil seharusnya berupa minyak murni hasil perasan buah zaitun. Ternyata, minyak berlabel 'extra virgin' ini malah diencerkan dengan minyak sayur yang lebih murah.

4. Teh
Bahkan tehpun dipalsukan. Kantong yang seharusnya berisi daun teh malah diisi dengan rumput atau daun pakis.

5. Jus pomegranate
Sari delima merah banyak dicari sebagai minuman kesehatan. Namun, di Amerika, produsen diam-diam menambahkan jus anggur dan pir murahan ke dalamnya.

6. Rempah
Rempah seperti lada hitam, paprika, dan saffron dipalsukan dengan tanaman lain. Warnanya diperoleh dari bahan yang berpotensi membahayakan.

7. Madu
Madu murahan diekspor dalam jumlah besar dari Cina ke Eropa. Dalam kasus yang disebut 'honey-laundering' ini, sirup jagung atau sekadar gula diberi label madu.

8. Salmon
Department store mewah di Inggris, Harrods, pernah menjual salmon yang diternakkan sebagai salmon liar. Tentu, salmon liar yang asli berharga lebih mahal daripada salmon yang diternakkan.

9. Fish and chips
Konsumen yang membeli daging ikan cod goreng tepung bisa saja sebenarnya membeli shark catfish. Mereka membayar seharga cod, padahal di pasar grosir harga shark catfish tak sampai setengahnya.

10. Tuna
Tuna berdaging putih dipalsukan dengan daging ikan escolar yang lebih murah. Padahal, ikan ini telah dilarang di banyak negara karena berkaitan dengan keracunan makanan.

11. Makanan organik
Waspadai produk yang dijual dengan sebutan 'organik', padahal berupa produk biasa. Label tersebut membuat harganya mahal seperti makanan organik, namun tak sesuai dengan kualitasnya. [yy/detik]