26 Rabiul-Akhir 1443  |  Rabu 01 Desember 2021

basmalah.png

Konsumsi Obat Jenis Ini Bahaya bagi Ginjal

Konsumsi Obat Jenis Ini Bahaya bagi GinjalFiqhislam.com - Banyak orang yang biasa mengkonsumsi obat bermerek di pasaran tanpa ada konsultasi dokter. Alih-alih ke dokter ketika terjadi sakit berulang, banyak pasien yang terus mengkonsumsi obat bermerek dan meningkatkan dosisnya. Padahal, konsumsi tanpa pengawasan medis bisa membahayakan kinerja organ tubuh.

"Konsumsi analgetik, obat rematik, dan amfetamin yang berlebihan bisa mengganggu kerja ginjal," ujar Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia Dharmeizar dalam acara konferensi pers peringatan Hari Ginjal Sedunia, Rabu, 6 Maret 2013.

Obat analgesik adalah obat peredam rasa sakit, seperti untuk obat sakit kepala. Adapun obat rematik digunakan untuk meredakan nyeri penyakit rematik. Konsumsi dua jenis obat tersebut secara berkelanjutan, menurut Dharmeizar, harus dengan pengawasan dokter. Sebab, kalau tidak akan menyebabkan penyakit interstitial nephritis. "Menganggu daerah interstisium," kata dia.

Interstitial nephritis adalah gangguan ginjal yang terjadi pada daerah intersisium. Daerah tersebut akan membengkak sehingga mempengaruhi kinerja ginjal. Gangguan ini bisa bersifat sementara atau berkelanjutan jika kondisinya memburuk. Menurut Dharmeizar, obat-obat jenis paracetamol cukup aman bagi ginjal. Asal konsumsinya juga tidak lama, maksimal satu hingga dua hari. "Tapi ya tetap harus periksa ke dokter," ia mengingatkan.

Lalu untuk antibiotik, ada beberapa yang memang termasuk nefrotoksik (meracuni ginjal). Sehingga bagi penderita ginjal atau siapa pun juga, kata Dharmeizar: "Kalau mau konsumsi obat apa pun, sebaiknya konsul ke dokter." Khususnya bagi mereka yang sudah memiliki faktor risiko terhadap gangguan ginjal seperti para manula dan penderita diapates. "Kalau salah konsumsi obat, bisa-bisa komplikasi ginjal akut."

Cara untuk meredakan sakit ginjal adalah mengurangi konsumsi makanan yang jadi pemicu beratnya kerja ginjal, seperti protein. Dharmeizar menjelaskan, untuk yang sudah tua atau penderita ginjal, sebaiknya konsumsi protein maksimal 50 gram protein. Lalu, rajin mengkonsumsi air perasan jeruk nipis. Kandungan sitrat dalam jeruk nipis bagus untuk menghambat pembentukan batu ginjal. [yy/tempo.co]