22 Rabiul-Akhir 1443  |  Sabtu 27 Nopember 2021

basmalah.png

8 Mitos Seputar Insomnia

8 Mitos Seputar InsomniaFiqhislam.com - Memang menyebalkan jika Anda sulit tidur. Terlebih itu berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Padahal, Anda harus bangun pagi dalam keadaan bugar agar aktivitas berjalan lancar. Inilah Isnomnia. Gangguan tidur kronis ini membuat seseorang sulit tidur atau bahkan tidak bisa tidur sama sekali.

Berikut mitos-mitos seputar insomnia yang dipaparkan Joseph Goldberg di situs kesehatan WebMd.com.

1. Koktail membuat tidur lelap.
Memang, koktail bisa membuat Anda cepat tidur karena nyatanya koktail mengandung alkohol yang akan membuat Anda mengantuk. Namun, begitu alkohol masuk ke tubuh, justru itu akan mengganggu tidur Anda, membuat gelisah, atau membuat Anda bangun terlalu awal.

2. Faktor psikologis penyebab insomnia.
Masalah psikologis memang dapat menyebabkan insomnia. Faktanya, stres adalah alasan nomor satu yang dilaporkan penderita sulit tidur. Namun, itu bukan satu-satunya penyebab insomnia. Banyak faktor yang dapat menyebabkan insomnia, seperti kurangnya kebersihan perlengkapan tidur, efek obat, dan penyakit kronis.

3. Layar TV/komputer membuat mangantuk.
Memang banyak yang mengatakan bahwa menonton televisi atau menggunakan komputer sebelum tidur dapat membuat mengantuk. Hal ini dapat membuat Anda tertarik untuk mencoba. Namun, keduanya benar-benar dapat merangsang Anda. Menggunakan televisi dan komputer dapat menurunkan tingkat melatonin di otak Anda. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa melatonin memperpendek waktu yang dibutuhkan untuk tertidur. Namun, daripada harus mendengarkan kebisingan dari televisi atau komputer, cobalah untuk memilih tingkat kebisingan yang lebih rendah. Anda dapat mendengarkan musik klasik di radio yang terdengar lebih santai.

4. Obat tidur tanpa efek samping.
Memang benar, obat tidur lebih aman dan lebih efektif daripada obat-obat lain. Namun, semua obta memiliki efek samping, termasuk efek ketergantungan.. Sebaiknya, konsultasikan ke dokter sebelum Anda memutuskan untuk mengonsumsi obat tidur. Beberapa obat tidur memang dapat meringankan gejala insomnia, tetapi hanya bersifat sementara dan tidak dapat menyembuhkan insomnia secara permanen. Mengatasi masalah kesehatan secara mendasar dan memperbaiki lingkungan tidur Anda adalah penangan insomnia yang paling tepat.

5. Jam tidur dapat diganti
Anda tidak akan sepenuhnya bisa mengganti waktu tidur Anda yang hilang. Tidur sepanjang akhir pekan akan mengganggu jam tidur alami Anda. Gangguan ini justru akan semakin menyusahkan Anda di kemudian hari. Satu-satunya cara mengembalikan jam tidur Anda adalah dengan tidur sesuai jadwal alami yang benar.

6. Tidur siang dapat mengimbangi insomnia.
Tdidur siang dapat membantu, tetapi tergantung pada diri Anda dan tidur siang Anda. Bagi beberapa orang, tidur siang selama 10-20 menit dapat membantu menyegarkan badan. Namun, bagi penderita insomnia, tidur siang justru akan menurunkan kendali tidur di otak.

7. Belajar untuk tidur sebentar
Mempercayai mitos ini besar konsekuensinya. Setiap manusia dilahirkan dengan kebutuhan tidur. Orang dewasa membutuhkan setidaknya 8 jam waktu tidur. Anda bisa membiasakan diri Anda untuk sedikit tidur, tetapi Anda tidak bisa membiasakan tubuh Anda untuk mendapatkan tidur yang sedikit. Jika tubuh kekurangan waktu tidur, kemampuan Anda untuk mengingat dan tetap fokus akan berkurang. Anda akan merasakan kelelahan dan itu dapat berakibat buruk, misalnya menurunnya kinerja dan berisiko tinggi kecelakaan.

8. Gangguan tidur akan sembuh sendiri.
Sebelum Anda mengetahui penyebab pasti gangguan tidur Anda –stres, obat-obatan, atau penyakit tertentu- jangan pernah berpikir bahwa ganggua itu akan hilang sendiri. Jika Anda mengalami gangguan sulit tidur, tidak bisa tidur, atau sering merasa lelah setelah tidur, sebaiknya Anda segera konsultasikan ke dokter.

[yy/tempo.co]