23 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 28 Nopember 2021

basmalah.png

Protein Penting Bagi Tubuh, Tapi Jadi 'Racun' Bagi yang Alergi

Protein Penting Bagi Tubuh, Tapi Jadi 'Racun' Bagi yang AlergiFiqhislam.com - Telur, udang dan ikan laut merupakan sumber protein dan protein sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Namun sayangnya, beberapa orang bisa mendadak gatal-gatal usai mengonsumsi makanan tersebut. Benarkah protein bisa memicu alergi?

"Betul, biasanya yang paling banyak (memicu alergi) adalah telur, udang, ikan dan protein hewani lainnya khususnya dari laut," kata dr Indra G Mansur, DHES, SpAnd, ILS dari Klinik Imunologi dan Kesehatan Reproduksi Sayyidah Pondok Kelapa, seperti ditulis detikHealth pada Rabu (15/5/2013).

Menurut dr Indra, sumber protein tetentu pada sebagian orang memang bisa memicu reaksi alergi. Bentuk reaksinya bisa bermacam-macam, mulai dari yang paling ringan yakni gatal-gatal di permukaan kulit, hingga gangguan pencernaan atau bahkan sesak napas bagi yang alerginya parah.

Meski secara umum protein penting bagi tubuh untuk proses regenerasi dan pembentukan sel, tubuh sering memberikan reaksi berlebihan terhadap beberapa jenis protein. Protein hewani paling sering memicu alergi sedangkan protein nabati seperti kedelai umumnya ditoleransi
dengan baik oleh tubuh.

"Awalnya protein dipakai untuk membuat tubuh menjadi lebih kuat karena memicu daya tahan tubuh menjadi kebal sama penyakit, tetapi jika ditambah lagi bisa jadi malah hiper dan bisa meracuni. Ini yang disebut auto-imun. Alergi itu dimulai dari hipersensitif, lalu jika
berlebihan akan timbul auto imun," lanjut dr Indra.

Karena alergi susah disembuhkan, maka pilihan paling mudah untuk menghindari gatal-gatal atau reaksi tidak diinginkan lainnya, adalah menghindari penyebabnya. Namun sekali lagi, protein adalah komponen gizi makro yang penting bagi tubuh dan tidak begitu saja bisa
dihindari.

Pada anak-anak, kadang-kadang alergi bisa diatasi dengan desensitivitasi yakni memperkenalkan secara perlahan dan bertahap terhadap pemicu alergi. Dengan cara ini, tubuh akan belajar menoleransi sumber-sumber nutrisi yang memang penting dan sebisa mungkin tidak dihindari.

"Karena tidak mungkin anak alergi ikan lalu akhirnya dibiarkan tidak makan ikan. Kalau udang masih mungkin dihindari," kata Dr Eddy Karta, SpKK, dokter kulit dari RS Cipto Mangunkusumo. [yy/health.
detik.com/foto detik.com]