26 Rabiul-Akhir 1443  |  Rabu 01 Desember 2021

basmalah.png

Cara Kerja Alkohol Ganggu Kemampuan Otak

Fiqhislam.com - Peneliti menemukan bahwa segelas alkohol sudah cukup untuk mengganggu komunikasi antara dua bagian otak yang mengendalikan perilaku kita. Mereka yakin hal ini dapat menjelaskan hilangnya rasa malu, agresif dan gejala penarikan diri yang dikaitkan dengan mabuk.

Para dokter di University of Illinois and Chicago (UIC) College of Medicine menggunakan scan otak MRI untuk melihat pengaruh minuman beralkohol 16% terhadap kemampuan seseorang membuat keputusan dan membaca emosi seperti rasa takut, rasa marah, dan rasa bahagia.

Dr Luan Phan, profesor psikiatri di UIC menjelaskan hal ini. “Bagaimana amygdala dan prefrontal cortex di otak berinteraksi membuat kita dapat menilai lingkungan kita secara akurat dan mengatur reaksi kita terhadapnya,” ujarnya, seperti dilansir Daily Mail.



Letak Amygdala, merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Oleh karenanya amigdala juga merupakan bagian dari sistem limbik yang dipelajari pada ilmu neurosains kognitif.


Amygdala berasal dari bahasa latin amygdalae (bahasa Yunani αμυγδαλή, amygdalē, almond, ‘amandel’) adalah sekelompok saraf yang berbentuk kacang almond.

Amygdala dipercayai merupakan bagian otak yang berperan dalam melakukan pengolahan dan ingatan terhadap reaksi emosi. Oleh karenanya amigdala juga merupakan bagian dari sistem limbik yang dipelajari pada ilmu neurosains kognitif.

Proses emosional melibatkan “amygdala” dan area otak yang terletak di “prefrontal cortex” bertanggung jawab terhadap kognisi dan pengaturan tingkah laku.

“Penelitian ini memberikan pencerahan mengenai apa yang terjadi di otak yang menyebabkan perilaku ‘maladaptif’ saat mabuk,” kata Phan

Sedangkan prefrontal cortex (PFC), adalah bagian anterior dari lobus frontal otak (frontal lobes of the brain), berbaring di depan area motorik dan premotor.


Prefrontal cortex (PFC), adalah bagian anterior dari lobus frontal otak (frontal lobes of the brain)


Daerah otak ini terlibat dalam perencanaan perilaku kognitif kompleks, ekspresi kepribadian, pengambilan keputusan, dan perilaku sosial moderat.

Aktivitas dasar dari daerah otak ini dianggap sebagai orkestrasi (pengaturan teknis) dari pikiran dan tindakan sesuai dengan tujuan internal.

Tim Phan meneliti 12 orang peminum berat (10 pria dan 2 wanita) yang rata-rata berumur 23 tahun. Mereka diberi minuman beralkohol atau placebo, lalu ditunjukkan serangkaian wajah sambil otak mereka discan.

Dengan scan MRI fungsional, peneliti melacak aktivitas otak subyek. Sementara itu, para partisipan mencoba mencocokkan gambar wajah yang mengekspresikan emosi yang sama, yakni marah, takut, bahagia, atau netral.

Hasilnya, seperti dimuat di jurnal Psychopharmacology, mengungkapkan bagaimana alkohol mengurangi interaksi amygdala dan orbitofrontal cortex (bagian dari prefrontal cortex) ketika mereka mencoba memasangkan wajah marah, takut, dan gembira.

Studi sebelumnya menunjukkan bahwa alkohol mengganggu kemampuan amygdala memecahkan sinyal ancaman. Phan menyadari bahwa hal yang sama juga terjadi di eksperimennya.

Alkohol-Mempengaruhi-Sistem-Saraf“Hal ini menunjukkan, saat diracuni alkohol, isyarat emosional yang menandakan ancaman tidak diproses di otak secara normal karena amygdala tidak merespon seperti seharusnya,” jehs Phan.

“Amygdala dan prefrontal cortex memiliki hubungan yang dinamis dan interaktif. Jika kedua area ini dipisahkan, seperti saat mabuk berat, kemampuan kita menilai dan merespon secara layak terhadap pesan non-verbal seperti yang disampaikan wajah orang lain bisa terganggu,” tutupnya.

Bagaimana Cara Alkohol Mempengaruhi Sistem Saraf?

Sistem saraf pusat bertanggung jawab untuk beberapa fungsi utama tubuh. Konsumsi alkohol yang berlebihan memberi pengaruh buruk pada kesehatan.

Tapi sebenarnya bagaimana cara alkohol mempengaruhi sistem saraf? Itulah yang akan kita bahas dalam artikel ini.

Alkohol adalah obat bius dan obat penenang kuat. Diistilahkan sebagai sistem-penekan, alkohol tidak membantu dalam menyingkirkan depresi, melainkan eskalasi kondisi lebih jauh.

Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan sistem saraf perifer terdiri dari sistem saraf otonom dan somatik.

Keduanya membantu setiap bagian dari tubuh untuk berkomunikasi satu sama lain, sehingga mengkoordinasikan semua aktivitas tubuh secara sistematis.

Benarlah firman Allah pada Surat Al –Maidah 90: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.

yy/nabawia.com