fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


1 Ramadhan 1442  |  Selasa 13 April 2021

Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Ginjal

Pentingnya Deteksi Dini Penyakit GinjalFiqhislam.com - Kejadian penyakit gagal ginjal terus meningkat di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Namun banyak penderita ginjal yang tak merasakan gangguan kesehatan apapun hingga mencapai kondisi gagal ginjal tahap akhir.

"Rata-rata penderita ginjal yang datang ke dokter sudah mencapai gagal ginjal tahap akhir," ujar pakar ginjal Prof Endang Susalit SpPD KGH dalam seminar media "RSCM mampu Melakukan Teknik Transplantasi Ginjal Berstandar Internasional" di Jakarta.

Meski tak ada data pasti, Prof Endang yakin penyakit ginjal semakin banyak diderita penduduk Indonesia. Dari perkiraan 300 ribu pasien gagal ginjal di Indonesia, baru 25 ribu yang mendapat layanan kesehatan. Sementara sisanya tak dapat ditangani medis, dan kemungkinan meninggal dunia tanpa menjalani pengobatan.

Pengobatan penyakit ginjal tahap akhir biasanya berupa hemodialisis, peritoneal dialisis dan transplantasi ginjal. Kesemuanya memerlukan biaya yang tak murah. Sehingga, pencegahan penyakit ginjal dengan menjalankan gaya hidup sehat.

Menurut Dr Bonar Marbun SpPD KGH, dalam menjalankan aktivitas harian, sebenarnya seseorang hanya membutuhkan kinerja ginjal sebesar 25 persen. "Dua ginjal manusia masing-masing menyumbang 50 persen jadi 100 persen. Jadi sebenarnya satu ginjal itu seperti cadangan," ungkapnya.

Bila kinerja ginjal menurun menjadi 20 persen, banyak orang yang belum mengalami keluhan apapun. "Barulah saat kinerja ginjal dibawah 15 persen baru terasa ada gangguan dan kebanyakan pada saat ini sudah masuk gagal ginjal tahap akhir."

Untuk mencegah terjadinya gagal ginjal, selain menerapkan gaya hidup sehat antara lain menjaga berat badan proporsional, tidak merokok, berolahraga serta minum dalam jumlah cukup, Dr Bonar juga menyarankan untuk melakukan pemeriksaan urin secara rutin. "Pemeriksaan urin mencakup kadar kreatinin, protein dan sedimen dalam urin agar dapat dijadikan tolok ukur kesehatan ginjal," katanya.

Kondisi gagal ginjal paling sering terjadi sejak usia separuh baya. Sehingga seseorang perlu melakukan pengecekan rutin sekali setahun bila mencapai usia 40 tahun. Bila usia seseorang telah mencapai lebih dari 60 tahun, sebaiknya melakukan pengecekan enam bulan sekali.

vivanews.com