25 Rabiul-Akhir 1443  |  Selasa 30 Nopember 2021

basmalah.png

Cairan Disinfektan Bersihkan Benda Mati dari Corona, Bukan untuk Tubuh Manusia

Cairan Disinfektan Bersihkan Benda Mati dari Corona, Bukan untuk Tubuh ManusiaFiqhislam.com - Ketua Tim Pakar Gugus Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, cairan disinfektan hanya melindungi benda mati dari penyebaran virus secara sementara. Namun, cairan disinfektan itu tak untuk disemprotkan ke tubuh manusia.

Sehingga, cara yang lebih tepat untuk memutus rantai corona adalah physical distancing atau jaga jarak diri. 

"Cairan disinfektan bisa membersihkan virus pada permukaan benda-benda dan pada tubuh atau baju, dan tidak akan melindungi anda dari virus, jika berkontak erat dengan orang sakit. Jadi sifatnya adalah hanya bersifat sementara," kata Wiku dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin (29/3/2020).

Ia menjelaskan, cairan disinfektan merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk proses dekontaminasi, guna membunuh mikroorganisme, virus dan bakteri pada objek permukaan benda mati.



"Dalam rangka pencegahan Covid-19, penggunaan cairan desinfektan di area publik, transportasi, pasar, tempat ibadah, sekolah, rumah makan, perlu memperhatikan komposisi dan jenis bahan disinfektan. Tidak dianjurkan dilakukan secara berlebihan seperti fogging, karena dapat menimbulkan iritasi kulit bahkan mengganggu pernapasan," kata dia. 

Ia menyebut, setelah barang-barang disemprot cairan disinfektan, sebaiknya langsung dilap menggunakan sarung tangan, sehingga tak menimbulkan iritasi. 

"Penggunaan cairan disinfektan dilakukan spesifik pada lokasi dan benda-benda yaitu lantai, kursi meja, gagang pintu ,tombol lift dan handle eskalator, mesin ATM ,etalase, wastafel dan lain-lain. Setelah menyemprotkan permukaan benda, sebaiknya 1 menit, dilakukan pengelapan permukaan menggunakan sarung tangan," ujarnya. [yy/okezone]