9 Safar 1443  |  Jumat 17 September 2021

basmalah.png

Buah dan Tanaman yang Disebut Mencegah Virus Corona

Buah dan Tanaman yang Disebut Mencegah Virus CoronaFiqhislam.com - Sejumlah bahan-bahan alami yang bisa dikonsumsi langsung masyarakat dinilai bisa menjadi kandidat dalam mencegah penyebaran covid 19 (virus corona) dalam diri seseorang. Hal ini berdasarkan hasil penelitian sejumlah universitas ternama di Indonesia.

Berikut ini adalah buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan yang disebut bisa menjadi kandidat pencegah penyebaran virus corona.

1. Jambu biji

Pada pertengahan Maret 2020 lalu, Fakultas Kedokteran UI dan IPB merilis hasil penelitian ke publik bahwa jambu biji sebagai kandidat yang berpotensi mencegah virus corona. Dalam siaran pers resminya, disebutkan penelitian ini metode penelitian bioinformatika yang memanfaatkan basis data miliki Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI.

Dengan total basis data sebanyak 1.377 senyawa, senyawa herbal tersebut akan dipetakan dan dikonfirmasi menggunakkan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas anti virusnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam mengemukakan bahwa jambu biji memiliki kandungan senyawa yang cukup lengkap untuk menangkal penyebaran COVID-19. “Dari riset bioinformatika, kandungan dalam jambu biji mampu mencegah atau paling tidak mengurangi virus tersebut,” kata Ari.

Dari hasil penelitian itu, ditemukan beberapa golongan senyawa pada jambu biji yang berpotensi untuk menghambat dan mencegah virus corona. Golongan senyawa tersebut di antaranya adalah hesperidia, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin.

Ari mengatakan, hasil penelitian ini telah disampaikan pada “Seminar dan Workshop Eksplorasi Bahan Herbal Kandidat Potensial Antivirus Corona: Analisis Big Data dan In Silico” yang diselenggarakan pada 3-5 Maret 2020 di Fakultas Kedokteran UI.

UI akan mempersiapkan hasil penelitian ini untuk publikasi internasional dan mencari dukungan dari industri farmasi untuk produksi skala besar. Namun, proses ini belum diketahui kapan selesainya karena membutuhkan percobaan penelitian ke binatang dan manusia.

2. Empon-empon / Rempah-rempah

Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Dr. Mangestuti Agil mengajak masyarakat mengoptimalkan manfaat empon-empon atau rempah tradisional dalam menangkal penyebaran virus corona (Covid-19). Apalagi, setelah pemerintah pusat mengumumkan adanya warga negara Indonesia (WNI) di dalam negeri yang terjangkit virus tersebut.

"Dunia sedang dihebohkan dengan adanya virus corona. Maka, diperlukan kekebalan tubuh yang maksimal agar terhindar dari kemungkinan terkena penyebaran
virus corona
yang semakin masif yakni dengan empon-empon," kata Mangestuti di Surabaya, Selasa (3/2).

Menurutnya, tubuh manusia yang sehat sudah dilengkapi dengan daya imun atau kekebalan tubuh yang baik untuk menangkal berbagai virus yang masuk. Namun, kata dia, saat manusia lemah dan daya imun turun, maka penyakit dan berbagai virus akan mudah masuk serta menyebabkan tubuh menjadi sakit

Maka, kata dia, untuk menjaga agar imunitas tetap terjaga dengan baik, diperlukan berbagai upaya. Seperti adanya manajemen stres yang baik, menjaga pola makan, istirahat, dan olahraga yang teratur. "Kesemuanya itu sudah satu paket. Jika dijalankan dengan baik maka imunitas akan kuat dan membuat manusia sehat. Terhindar dari virus seperti virus corona," kata dosen Fakultas Farmasi Unair tersebut.

Dia menjelaskan manfaat dari rempah tradisional yang dimiliki Indonesia. Kunyit misalnya, memiliki antioksidan yang sangat baik untuk menguatkan kekebalan tubuh. Selain kunyit, ada juga jahe, yang menurutnya memiliki khasiat yang luar biasa dalam menjaga imunitas tubuh.

"Jika tidak ada waktu membuat minuman dari kunyit, bisa membuat minuman dari jahe. Atau juga bisa mengonsumsi susu telor madu jahe (STMJ)," ujarnya.

Menurutnya, bahan alam itu akan selalu lebih cepat diterima dan menyatu dengan tubuh kita. Hal ini sudah menjadi hukum alam. Asalkan, semua dikonsumi dengan teratur dan rutin yakni minimal tiga kali dalam seminggu.

"Ingat, sudah sedari dulu empon-empon sudah menjadi bagian dari Indonesia. Masalahnya belum banyak masyarakat kita yang menaruh perhatian. Meski di era sekarang semua kasiat sudah teruji, diperlukan perhatian kita untuk kembali mengoptimalkan rempah-rempah yang ada di sekitar kita," ujarnya.

3. Jus jeruk dan kulitnya

Hasil riset bersama dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Indonesia (UI) menyatakan bahwa mengonsumsi jus jeruk dengan kulitnya bisa membantu untuk menangkal virus corona baru (Covid-19). Terdapat senyawa yang terkandung dalam kulit jeruk yang bisa memberikan perlindungan tubuh terhadap mikroba dan virus.

Riset tersebut dilakukan oleh tim dari Fakultas Kedokteran UI, Farmasi UI, Pusat Studi Biofarmaka Tropika (TropBRC) IPB, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IPB serta Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB. Riset tersebut berupa penelitian bioinformatika untuk menemukan senyawa yang berpotensi untuk melawan Covid-19.

Guru Besr IPB sekaligus Kepala Trop BRC, Prof Irmanida Batubara, mengatakan, senyawa tersebut adalah golongan flavonoid yaitu salah satunya hesperidin. Hesperidin, kata dia, disinyalir bisa memberikan perlindungan terhadap mikroba dan virus.

"Dimanakah kita bisa mendapatkan senyawa ini? Senyawa ini banyak ditemukan di kulit buah jeruk. Jadi selama berdiam di rumah, kita dapat membuat jus jeruk dan jangan lupa untuk ditambah sedikit kulit jeruk yang sudah dicuci bersih," kata Irmanida dalam keterangan pers IPB, Jumat (27/3).

Ia mengatakan, mengkonsumsi kulit jeruk meemang akan terasa sedikit pahit. "Tapi, tahanlah sedikit rasa pahit ini karena ini menunjukkan hesperidin ada di dalamnya," katanya menambahkan.

Ia menjelaskan, bagi yang kurang sanggup mengonsumsi dengan rasa pahit, bisa membuat infus water dari jeruk beserta kulitnya. Beberapa senyawa dari kulit jeruk akan larut dalam air sehingga juga terkonsumsi. Asalkan, jeruk dicuci hingga bersih terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

"Semua jenis jeruk mengandung hesperidin. Jadi tidak harus jeruk buah, kita juga bisa memanfaatkan kulit jeruk nipis, jeruk lemon dan varietas jeruk lainnya," ujarnya.

4. Daun kelor

Tim Peneliti Universitas Indonesia (UI) dan IPB menemukan kandidat antivirus corona dari bahan alam Indonesia. Golongan senyawa tersebut antara lain hesperidin, rhamnetin, kaempferol, kuersetin dan myricetin yang terkandung dalam daun kelor.

Dekan FKUI Ari Fahrial Syam menjelaskan penelitian didasarkan hasil skrining terhadap ratusan protein dan ribuan senyawa herbal terkait mekanisme kerja virus. Ternyata diperoleh beberapa golongan senyawa yang berpotensi menghambat dan mencegah virus SARS-CoV-2 (virus corona).

"Gabungan peneliti multidisiplin melakukan analisis big data dan machine learning dari basis data HerbalDB yang dikembangkan oleh Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI sejumlah 1.377 senyawa herbal," kata Ari dalam siaran pers pada Jumat, (13/3).

Ari memaparkan pemetaan farmakofor dilakukan dengan metode struktur dan ligan. Kemudian dikonfirmasi hasilnya menggunakan metode pemodelan molekuler untuk dievaluasi aktivitas antivirusnya.

“Hasil penemuan ini diharapkan bermanfaat bagi masyarakat untuk mencegah dan meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus corona," ujar Ari. [yy/republika]

 

Tags: Virus | Jus | Buah | Tanaman