15 Syawal 1443  |  Selasa 17 Mei 2022

basmalah.png

Fiqhislam.com - Kabar meninggalnya penyanyi bersuara emas Whitney Houston memang begitu mengagetkan. Banyak dugaan beredar tentang sebab kematiannya, mulai dari paru-paru yang penuh air hingga banyak mengkonsumsi obat penenang.

Xanax Bercampur Alkohol, Ketenangan yang Meregang NyawaPenyebab kematian Whitney Houston lambat laun mulai terungkap. Pihak keluarga membantah bahwa penyanyi berusia 48 tahun itu tewas akibat tenggelam dalam bak mandi.

Berdasarkan informasi terbaru, Houston justru meninggal karena mengonsumi obat penenang, Xanax yang dicampur dengan obat resep lain dan alkohol.

Lantas, seberapa jahatkah Xanax bila bercampur dengan alkohol?

Seperti kebanyakan obat Xanax Benzodiazepine lain juga disalahgunakan oleh pengguna. Jika obat dilanjutkan untuk jangka waktu lebih dari itu telah ditentukan untuk kemudian dapat menjadi kebiasaan, salah satu yang tidak mudah untuk mengelak. Dengan ketergantungan yang tumbuh di obat, ada efek peningkatan gejala penarikan.

Sejumlah gejala ini bahkan lebih parah jika obat dihentikan tiba-tiba. Oleh karena itu, obat-obatan seperti itu, bahkan jika mereka telah diambil tanpa nasihat dari dokter harus dihentikan hanya di bawah pengawasan ahli.

Xanax juga telah dikenal untuk disalahgunakan sebagai obat jalanan di berbagai belahan dunia, terutama di Amerika Serikat.

Ini bukan praktek yang aman dapat dipahami dari kenyataan bahwa seluruh kelompok obat alprazolam telah ditunjuk sebagai zat jadwal IV dikendalikan di bawah Controlled Substances Act dari Pemerintah Federal AS.

Kombinasi mematikan

Seperi dilansir dari 'Drug and Alcohol Rehab Info.com', obat-obatan penenang seperti valium, yang sering digunakan untuk membantu menghilangkan kecemasan dan gangguan tidur dicampur dengan alkohol dapat memperbesar efek obat, yang mengarah ke rasa kantuk sangat tinggi, dan dapat mengakibatkan sulitnya bernafas dan masalah jantung.

Masih dalam laman yang sama, masalah kardiovaskular (sistem peredaran darah), seperti angina (angin duduk), sudah cukup buruk, tetapi menambahkan alkohol untuk campuran dapat mengakibatkan kematian.

Campuran tersebut berbahaya, meski punhanya menyebabkan pusing atau pingsan ketika seseorang mencoba untuk berdiri.

Institut Nasional Penyalahgunaan Alkohol dan Alkoholisme mengatakan, kombinasi dari obat-obatan seperti nitrogliserin dan alkohol dapat menyebabkan perubahan mendadak pada tekanan darah dan detak jantung lebih cepat.

Kebanyakan orang meminum alkohol untuk menenangkan perasaan yang emosional yang terkadang dicampur dengan obat anestesi atau obat yang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran. Tetapi kebanyakan orang tidak tahu bahwa hal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan hati.

Whitney Houston merupakan satu dari beberapa selebriti dunia yang nekad mencampurkan alkohol dan obat penenang lainnya.

Adalah Heather Locklear, aktris asal Amerika yang dikabarkan 'overdosis' akibat mengkonsumsi minuman keras dan obat-obatan secara bersamaan. Ia pun langsung dilarikan ke unit perawatan intensif Rumah Sakit Los Robles California.

Pemeran Amanda dalam Melrose Place (1992) itu meminum obat-obatan penenang sembari menenggak alkohol.

Ya, mencapurkan minuman keras dengan obat-obatan memiliki dampak negatif luar biasa, seperti mual, muntah, sakit kepala, hingga kejang-kejang. Kondisi itulah yang didapatkan aktris 48 tahun tersebut setelah dilaporkan tewas di kamar Hotel Beverly Hilton.

Dahia Krisnamurti | inilah.com

 


Xanax, Obat Depresi yang Bikin Nyandu

Fiqhislam.com - Obat-obatan penghilang rasa cemas atau panik memang sangat populer belakangan ini. Obat-obatan ini bahkan banyak dikonsumsi oleh berbagai kalangan karena tersedia cukup bebas di pasar, misalnya Xanax.

Xanax Bercampur Alkohol, Ketenangan yang Meregang NyawaObat ini juga bahkan kerap diduga sebagai salah satu pemicu kematian sejumlah selebritis dunia seperti Michael Jackson dan yang baru-baru ini Whitney Houston.

Untuk kasus sang diva pop Whitney, baru-baru ini, diberitakan bahwa sejumlah botol berisi obat-obatan ditemukan di kamar Whitney Houston di Beverly Hilton Hotel, Los Angeles. Di antara obat-obatan itu, termasuk ibuprofen (analgesik), xanax (antidepresi), midol (penghilang kram saat menstruasi), dan amoksisilin (antibiotiki).

Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, Selasa (14/2), Xanax (alprazolam) merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan benzodiazepine (minor tranquilezer) yang bekerja dengan cepat setelah dikonsumsi. Indikasi Xanax adalah untuk mengatasi anxiety (kecemasan), panick attack, serta depresi ringan. Xanax bekerja pada Gamma-Amino Butyric Acid (GABA) receptor, neurotransmitter yang penting di otak manusia.

Cara kerja Xanax yang cepat diserap sistem pencernaan, merupakan keunggulan obat ini dalam mengatasi panic attack dan anxiety (kecemasan). Puncak konsentrasi alprazolam dalam plasma manusia diperoleh hanya dalam waktu 1 sampai 2 jam setelah dikonsumsi. Obat ini hanya boleh diresepkan oleh dokter spesialis kesehatan jiwa (psikiater).

Xanax tersedia dalam dosis 0.25 mg (berwarna putih), 0.5 mg (berwarna merah muda), dan 1 mg (berwarna biru muda).

Fenomena belakangan ini di kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, menunjukkan penggunaan Xanax meningkat tajam, hal ini kelihatannya disebabkan oleh kondisi sosial ekonomi negara kita yang masih belum stabil, sehingga semakin banyak orang yang mengalami kecemasan (anxiety -GAD), stress, sampai depresi.

Masalah bertambah runyam, karena pemakaian Xanax dapat mengakibatkan adiksi (ketergantungan) psikis dan fisik yang hebat. Pada sebagian orang dosis yang dibutuhkan makin lama makin meningkat, karena kebutuhan otak pasien akan zat alprazolam ini makin meningkat seiring dengan waktu, jika penggunaannya tidak diawasi dengan ketat.

Sekarang bagaimana cara untuk mengurangi dosis Xanax pada pasien? Dihentikan secara mendadak tidak mungkin, karena otak pemakai akan "berontak", yang mengakibatkan withdrawal symptom, tubuh terasa sangat tidak nyaman, badan menggigil, muncul keringat dingin, pegal, tremor, tidak dapat berpikir tenang, kehilangan konsentrasi, hilang nafsu makan, dll.

Untuk mengurangi pemakaian Xanax dengan aman, dibutuhkan waktu berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun.

Xanax juga berpotensi untuk disalahgunakan sebagai "recreational drug" oleh sebagian orang. Biasanya Xanax diminum dengan minuman beralkohol agar berfungsi sebagai "obat rekreasi". Xanax juga sering dipakai untuk menenangkan orang yang telah mengkonsumsi zat psikotropika, seperti Ecstacy (XTC) (3,4-Methylenedioxy-n methylamphetamine), LSD, amphetamine, methamphetamine, dan Lysergic acid diethylamide (LSD).

kesehatan.liputan6.com