28 Safar 1444  |  Minggu 25 September 2022

basmalah.png

Selain dari Negeri "Panda", virus Corona diketahui juga menyebar ke berbagai negara di dunia. Terbaru, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkannya. Adapun kabar sebelumnya menyebutkan ada 10 negara, mulai dari Asia hingga Australia.

Negara mana saja, berikut daftarnya dilansir dari AFP Sabtu (25/1/2020). Dan ternyata tak ada Indonesia.



1. China

Negeri pimpinan Presiden Xi Jinping itu pertama kali mengumumkan keberadaan virus tersebut di Wuhan, yang masuk dalam Provinsi Hubei.

Dari 41 korban meninggal yang tercatat, sebagian besar berada di Wuhan, sementara dua sisanya terjadi di luar Hubei.

Di Makau, kota yang terkenal dengan judinya itu sudah mencatat dua kasus.

Adapun di Hong Kong, otoritas setempat mencatat lima pasien.

Sejumlah pakar meyakini, virus itu bersumber dari sebuah pasar ikan Wuhan, yang ditengarai menjual hewan eksotis namun liar.

2. Perancis

Negara yang terkenal dengan Menara Eiffel dan anggur itu mengumumkan, terdapat tiga kasus orang yang positif terjangkit virus corona.

Dua di antara tiga orang yang terinfeksi dirawat di Paris, dan diketahui masih sanak keluarga.

Sementara sisanya di Bordeaux. Tiga pasien yang terinfeksi itu sama: mereka menunjukkan gejala adanya virus Wuhan itu setelah bepergian dari China.

3. Jepang

Otoritas kesehatan Negeri "Sakura" menyatakan, mereka menemukan kasus lain pada Jumat (24/1/2020), menjadikannya yang kedua.

Korban yang tak disebutkan identitasnya itu merupakan pria berusia 40-an, dan berasal dari Wuhan yang bepergian ke China.

Adapun kasus pertama terjadi pekan lalu, di mana seorang pria dirawat pada 10 Januari sekembalinya dia dari Wuhan.

4. Australia

Pada Sabtu, Negeri "Kanguru" mengonfirmasi kasus pertamanya yang menimpa seorang pria asal Melbourne sehabis bepergian dari China pekan lalu.

Pemerintah melalui Menteri Kesehatan Greg Hunt meminta, para penumpang pesawat yang sama dengan pasien agar melapor.

5. Malaysia

Negara pimpinan Perdana Menteri Mahathir Mohamad mencatatkan adanya tiga kasus, di mana mereka merupakan warga China.

Para pasien merupakan pelancong yang berasal dari Wuhan. Mereka diketahui sampai di Malaysia selepas dari Singapura dua hari sebelumnya.

Otoritas menjelaskan, korban adalah perempuan 66 tahun, lalu dua bocah berumur dua dan 11 tahun yang saat ini berada dalam kondisi baik.

6. Nepal

Pemerintah Nepal menyatakan, kasus perdana virus corona menimpa seorang pria 32 tahun yang baru saja kembali dari Wuhan.

Pasien itu sempat dikarantina, dan saat ini sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Pemerintah pun tidak ingin kecolongan lagi.

Mereka meningkatkan pengawasan di bandara, dan setiap penumpang pesawat yang baru datang ke Nepal bakal diperiksa.

7. Singapura

Terdapat tiga kasus yang menghantam Negeri "Singa", di mana dua di antaranya terjadi pada ayah dan anak, berusia 66 dan 37 tahun.

Keduanya mulai menunjukkan gejala sakit saat berada di Singapura Senin (20/1/2020).

Adapun yang ketiga adalah wanita 52 tahun.

8. Korea Selatan (Korsel)

Pada Jumat, pemerintahan Presiden Moon Jae-in mengumumkan kasus kedua, di mana pasien adalah pria berumur 50-an.

Dia menunjukkan gejala patogen 2019-nCov ketika bekerja di Wuhan pada 10 Januari.

Dia dites saat kembali, di mana hasilnya positif.

Adapun kasus pertama terjadi pada 20 Januari, di mana seorang perempuan 35 tahun terkena virus corona sekembalinya dari Wuhan.

Keduanya saat ini berada dalam perawatan, dengan kondisinya dilaporkan membaik.

9. Taiwan

Pulau dengan pemerintahan mandiri yang hendak disatukan oleh China itu sejauh ini sudah mengumumkan adanya tiga kasus.

Sejak saat itu, otoritas Taiwan melarang warganya bepergian ke Hubei atau Wuhan, dan segala kedatangan dari Wuhan bakal ditolak.

Kemudian setiap penumpang yang datang dari Hong Kong atau Makau, wajib mengisi formulir kesehatan saat mendarat.

Selain itu, Taipei juga melarang adanya eskpor masker kesehatan demi memenuhi kebutuhan internal selama sebulan. Baca juga: Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

10. Thailand

Negara Asia Tenggara yang terkenal dengan pantai indahnya itu sudah mencatatkan lima kasus, dengan empat di antaranya warga China.

Keempatnya berasal dari Wuhan. Sementara satu korban lagi merupakan perempuan Thailand 73 tahun, dan baru kembali dari kota yang merupakan asal muasal virus tersebut.

Kementerian Kesehatan Thailand mengungkapkan, dua pasien China sudah kembali ke negaranya setelah mendapat perawatan intensif.

11. Amerika Serikat (AS)

Pada Selasa (21/1/2020), Washington melalui otoritas kesehatan mengumumkan kasus pertama virus corona di Seattle, yang menerpa pria 30-an.

Kemudian kasus kedua dilaporkan pada Jumat, di mana korbannya merupakan perempuan 60 tahun yang tinggal di Chicago.

12. Vietnam

Vietnam mengonfirmasi dua kasus pada Kamis (23/1/2020), di mana mereka merupakan ayah dan anak di Ho Chi Minh City.

Si ayah duluan yang terkena patogen dengan nama lain virus Wuhan itu, sebelum kemudian si anak menunjukkan gejala yang sama.

Kementerian Kesehatan Vietnam memaparkan, keduanya kini berada dalam kondisi stabil. [yy/tribunnews]

Selain dari Negeri "Panda", virus Corona diketahui juga menyebar ke berbagai negara di dunia. Terbaru, sudah 12 negara di berbagai belahan Bumi yang positif mengumumkannya. Adapun kabar sebelumnya menyebutkan ada 10 negara, mulai dari Asia hingga Australia.

Negara mana saja, berikut daftarnya dilansir dari AFP Sabtu (25/1/2020). Dan ternyata tak ada Indonesia.



1. China

Negeri pimpinan Presiden Xi Jinping itu pertama kali mengumumkan keberadaan virus tersebut di Wuhan, yang masuk dalam Provinsi Hubei.

Dari 41 korban meninggal yang tercatat, sebagian besar berada di Wuhan, sementara dua sisanya terjadi di luar Hubei.

Di Makau, kota yang terkenal dengan judinya itu sudah mencatat dua kasus.

Adapun di Hong Kong, otoritas setempat mencatat lima pasien.

Sejumlah pakar meyakini, virus itu bersumber dari sebuah pasar ikan Wuhan, yang ditengarai menjual hewan eksotis namun liar.

2. Perancis

Negara yang terkenal dengan Menara Eiffel dan anggur itu mengumumkan, terdapat tiga kasus orang yang positif terjangkit virus corona.

Dua di antara tiga orang yang terinfeksi dirawat di Paris, dan diketahui masih sanak keluarga.

Sementara sisanya di Bordeaux. Tiga pasien yang terinfeksi itu sama: mereka menunjukkan gejala adanya virus Wuhan itu setelah bepergian dari China.

3. Jepang

Otoritas kesehatan Negeri "Sakura" menyatakan, mereka menemukan kasus lain pada Jumat (24/1/2020), menjadikannya yang kedua.

Korban yang tak disebutkan identitasnya itu merupakan pria berusia 40-an, dan berasal dari Wuhan yang bepergian ke China.

Adapun kasus pertama terjadi pekan lalu, di mana seorang pria dirawat pada 10 Januari sekembalinya dia dari Wuhan.

4. Australia

Pada Sabtu, Negeri "Kanguru" mengonfirmasi kasus pertamanya yang menimpa seorang pria asal Melbourne sehabis bepergian dari China pekan lalu.

Pemerintah melalui Menteri Kesehatan Greg Hunt meminta, para penumpang pesawat yang sama dengan pasien agar melapor.

5. Malaysia

Negara pimpinan Perdana Menteri Mahathir Mohamad mencatatkan adanya tiga kasus, di mana mereka merupakan warga China.

Para pasien merupakan pelancong yang berasal dari Wuhan. Mereka diketahui sampai di Malaysia selepas dari Singapura dua hari sebelumnya.

Otoritas menjelaskan, korban adalah perempuan 66 tahun, lalu dua bocah berumur dua dan 11 tahun yang saat ini berada dalam kondisi baik.

6. Nepal

Pemerintah Nepal menyatakan, kasus perdana virus corona menimpa seorang pria 32 tahun yang baru saja kembali dari Wuhan.

Pasien itu sempat dikarantina, dan saat ini sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit. Pemerintah pun tidak ingin kecolongan lagi.

Mereka meningkatkan pengawasan di bandara, dan setiap penumpang pesawat yang baru datang ke Nepal bakal diperiksa.

7. Singapura

Terdapat tiga kasus yang menghantam Negeri "Singa", di mana dua di antaranya terjadi pada ayah dan anak, berusia 66 dan 37 tahun.

Keduanya mulai menunjukkan gejala sakit saat berada di Singapura Senin (20/1/2020).

Adapun yang ketiga adalah wanita 52 tahun.

8. Korea Selatan (Korsel)

Pada Jumat, pemerintahan Presiden Moon Jae-in mengumumkan kasus kedua, di mana pasien adalah pria berumur 50-an.

Dia menunjukkan gejala patogen 2019-nCov ketika bekerja di Wuhan pada 10 Januari.

Dia dites saat kembali, di mana hasilnya positif.

Adapun kasus pertama terjadi pada 20 Januari, di mana seorang perempuan 35 tahun terkena virus corona sekembalinya dari Wuhan.

Keduanya saat ini berada dalam perawatan, dengan kondisinya dilaporkan membaik.

9. Taiwan

Pulau dengan pemerintahan mandiri yang hendak disatukan oleh China itu sejauh ini sudah mengumumkan adanya tiga kasus.

Sejak saat itu, otoritas Taiwan melarang warganya bepergian ke Hubei atau Wuhan, dan segala kedatangan dari Wuhan bakal ditolak.

Kemudian setiap penumpang yang datang dari Hong Kong atau Makau, wajib mengisi formulir kesehatan saat mendarat.

Selain itu, Taipei juga melarang adanya eskpor masker kesehatan demi memenuhi kebutuhan internal selama sebulan. Baca juga: Australia Umumkan Kasus Pertama Virus Corona

10. Thailand

Negara Asia Tenggara yang terkenal dengan pantai indahnya itu sudah mencatatkan lima kasus, dengan empat di antaranya warga China.

Keempatnya berasal dari Wuhan. Sementara satu korban lagi merupakan perempuan Thailand 73 tahun, dan baru kembali dari kota yang merupakan asal muasal virus tersebut.

Kementerian Kesehatan Thailand mengungkapkan, dua pasien China sudah kembali ke negaranya setelah mendapat perawatan intensif.

11. Amerika Serikat (AS)

Pada Selasa (21/1/2020), Washington melalui otoritas kesehatan mengumumkan kasus pertama virus corona di Seattle, yang menerpa pria 30-an.

Kemudian kasus kedua dilaporkan pada Jumat, di mana korbannya merupakan perempuan 60 tahun yang tinggal di Chicago.

12. Vietnam

Vietnam mengonfirmasi dua kasus pada Kamis (23/1/2020), di mana mereka merupakan ayah dan anak di Ho Chi Minh City.

Si ayah duluan yang terkena patogen dengan nama lain virus Wuhan itu, sebelum kemudian si anak menunjukkan gejala yang sama.

Kementerian Kesehatan Vietnam memaparkan, keduanya kini berada dalam kondisi stabil. [yy/tribunnews]

Virus Mematikan Diduga Kuat Lepas dari Laboratorium Senjata Biologis Wuhan

Virus Mematikan Diduga Kuat Lepas dari Laboratorium Senjata Biologis Wuhan


Fiqhislam.com - Virus mematikan yang kini menyebar ke penjuru dunia diduga kuat berasal dari laboratorium di Wuhan terkait program senjata biologis China.

Dugaan itu diungkapkan pakar perang biologis Israel. Radio Free Asia pekan ini menyiarkan ulang laporan televisi Wuhan dari tahun 2015 yang menunjukkan laboratorium riset virus paling canggih di China yang disebut Wuhan Institute of Virology.

Laboratorium itu menjadi satu-satunya lokasi yang dideklarasikan di China yang mampu menangani berbagai virus mematikan.

Mantan pejabat intelijen militer Israel Dany Shoham yang mempelajari perang biologi China menjelaskan, laboratorium itu terkait dengan program senjata biologis rahasia China.

"Sejumlah laboratorium di institut itu mungkin terkait, dalam hal riset dan pengembangan, dalam (senjata biologis) China, paling tidak secara kolateral, namun belum sebagai fasilitas utama senjata biologi China," papar Shoham pada The Washington Times.

"Pekerjaan pada senjata biologis itu dilakukan sebagai bagian riset militer-sipil dan jelas rahasia," papar dia melalui email.

Shoham memegang gelar doktor dalam mikrobiologi medis. Dari 1970 hingga 1991 dia menjadi analis senior intelijen militer Israel untuk peran biologis dan perang bahan kimi di Timur Tengah dan dunia. Dia juga memegang pangkat letnan kolonel di militer Israel.

China di masa lalu menyangkal memiliki senjata biologis yang berbahaya. Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) tahun lalu melaporkan pihaknya menduga China terlibat dalam aktivitas perang biologi rahasia.

Juru bicara Kedutaan Besar (Kedubes) China belum membalas email untuk komentar dalam tuduhan itu.

Otoritas China sejauh ini menyatakan asal virus corona baru yang menewaskan puluhan orang dan menginfeksi ribuan orang itu tidak diketahui. Namun sebagian besar korban berada di kota Wuhan.

Ada juga rumor yang beredar di internet China bahwa virus itu bagian dari konspirasi AS menyebarkan senjata kuman.

Tampaknya China menyiapkan corong propaganda untuk melawan tuduhan di masa depan bahwa virus baru itu lepas dari laboratorium riset pertahanan atau sipil di Wuhan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyebut mikroba itu dengan nama 2019-nCoV. WHO belum mendeklarasikan wabah itu sebagai Darurat Kesehatan Publik Kekhawatiran Internasional. WHO hanya menyatakan wabah itu darurat di China.

Institut Wuhan telah mempelajari virus corona sebelumnya, termasuk strain penyebab Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS), virus influenza H5N1, encephalitis Jepang, dan demam berdarah.

Para peneliti di Wuhan juga mempelajari kuman penyebab antrax, agen biologi yang pernah dikembangkan di Rusia. (Baca: Kronologi Teror Maut Virus Corona: Dari Buruk Menjadi Lebih Buruk)

"Virus corona (terutama SARS) yang telah dipelajari di institut itu dan mungkin disimpan di sana. SARS termasuk dalam program senjata biologi China, dan diteliti di beberapa fasilitas terkait," papar Shoham.

Dia menyatakan kemungkinan virus corona termasuk dalam program senjata biologis itu. Ditanya apakah virus corona baru itu mungkin telah lepas, Shoham menjawab, "Pada prinsipnya, infiltrasi virus keluar mungkin terjadi sebagai kebocoran atau infeksi tanpa disadari di dalam ruangan pada seseorang yang secara normal keluar dari fasilitas tersebut. Ini dapat menjadi kasus pada Wuhan Institute of Virology, tapi sejauh ini tidak ada bukti atau indikasi insiden semacam itu."

Shoham menyatakan institut di Wuhan itu satu-satunya lokasi yang dideklarasikan di China yang disebut P4 untuk Pathogen Level 4, status yang mengindikasikan tempat itu menggunakan standar keamanan terketat untuk mencegah penyebaran mikroba paling berbahaya dan paling eksotik yang sedang dipelajari. [yy/sindonews]