13 Jumadil-Akhir 1443  |  Minggu 16 Januari 2022

basmalah.png

KESEHATAN

Horor Virus Corona: "Seperti Kiamat, Orang-orang Terus Sekarat...."

Horor Virus Corona: "Seperti Kiamat, Orang-orang Terus Sekarat...."

Fiqhislam.com - Kota Wuhan, tempat virus 2019-nCoV—jenis baru coronavirus atau virus corona—muncul pertama kali di China, digambarkan warga setempat seperti kiamat. Mereka menggambarkan orang-orang sekarat terus bermunculan.

China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang melakukan yang terbaik untuk mencegah penyebaran virus yang memicu kepanikan global ini. Namun, faktanya krisis jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Data hingga hari Sabtu (25/1/2020), sudah 41 orang meninggal di Wuhan, Provinsi Hubei. Secara global, virus ini sudah menginfeksi 1.287 orang.



Wuhan, kota berpenduduk sekitar 11 juta orang, telah diisolasi. Artinya, sekitar 11 juta orang itu dalam status dikarantina. Rumah sakit setempat sangat kewalahan sehingga pasien dengan kondisi batuk darah ditinggalkan di luar, dan tidak diobati.

South China Morning Post (SCMP) telah memawancarai beberapa orang di zona yang terinfeksi virus, termasuk seorang wanita bernama Xiaoxi. Dia telah membawa suaminya yang sakit dari rumah sakit satu ke ke rumah sakit lain dengan putus asa karena bantuan tak kunjung tiba.

"Rasanya seperti kiamat," katanya menggambarkan kota Wuhan. "Saya tidak memiliki apa apa. Tidak ada pakaian pelindung, hanya jas hujan, dan saya berdiri di luar rumah sakit di tengah hujan," ujarnya.

"Saya putus asa, saya telah kehilangan hitungan waktu dan hari. Saya tidak tahu apakah kami berdua akan hidup untuk melihat tahun baru," ujarnya, merujuk pada Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari ini.

Wanita itu mengatakan kepada SCMP bahwa suaminya batuk darah dan demam 10 hari yang lalu, tetapi empat rumah sakit menolaknya karena kehabisan ruang.

"Orang-orang terus sekarat, tidak ada yang merawat mayat," katanya. "Jika ini terus seperti ini, kita semua akan dikutuk."

Laporan ABC.net.au melaporkan apotek kehabisan persediaan saat virus menyebar.

Meski kota Wuhan ditutup sejak Kamis lalu, virus itu terbukti sudah menyebar ke berbagai negara ketika kasus-kasus baru dikonfirmasi di Australia, Amerika Serikat dan Eropa.

Seorang pria asal Melbourne yang melakukan perjalanan ke Wuhan adalah kasus pertama yang dikonfirmasi di Australia. Dia berada di ruang isolasi di Monash Medical Centre di Clayton.

Prancis hari ini mengonfirmasi dua kasus coronavirus yang mematikan, satu di Paris dan satu di kota Bordeaux di barat daya negara itu. Keduanya adalah kasus pertama di tanah Eropa.

Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn percaya akan ada banyak lagi kasus. "Kami memiliki dua kasus," katanya. "Kami mungkin akan memiliki kasus lain."

Pasien yang dirawat di rumah sakit di Paris adalah seorang pria berusia 48 tahun yang telah melewati Wuhan dalam perjalanan ke Prancis.

"Dia ditempatkan di ruang terisolasi untuk menghindari kontak dengan dunia luar," kata menteri tersebut. [yy/sindonews]

Horor Virus Corona: "Seperti Kiamat, Orang-orang Terus Sekarat...."

Fiqhislam.com - Kota Wuhan, tempat virus 2019-nCoV—jenis baru coronavirus atau virus corona—muncul pertama kali di China, digambarkan warga setempat seperti kiamat. Mereka menggambarkan orang-orang sekarat terus bermunculan.

China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang melakukan yang terbaik untuk mencegah penyebaran virus yang memicu kepanikan global ini. Namun, faktanya krisis jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Data hingga hari Sabtu (25/1/2020), sudah 41 orang meninggal di Wuhan, Provinsi Hubei. Secara global, virus ini sudah menginfeksi 1.287 orang.



Wuhan, kota berpenduduk sekitar 11 juta orang, telah diisolasi. Artinya, sekitar 11 juta orang itu dalam status dikarantina. Rumah sakit setempat sangat kewalahan sehingga pasien dengan kondisi batuk darah ditinggalkan di luar, dan tidak diobati.

South China Morning Post (SCMP) telah memawancarai beberapa orang di zona yang terinfeksi virus, termasuk seorang wanita bernama Xiaoxi. Dia telah membawa suaminya yang sakit dari rumah sakit satu ke ke rumah sakit lain dengan putus asa karena bantuan tak kunjung tiba.

"Rasanya seperti kiamat," katanya menggambarkan kota Wuhan. "Saya tidak memiliki apa apa. Tidak ada pakaian pelindung, hanya jas hujan, dan saya berdiri di luar rumah sakit di tengah hujan," ujarnya.

"Saya putus asa, saya telah kehilangan hitungan waktu dan hari. Saya tidak tahu apakah kami berdua akan hidup untuk melihat tahun baru," ujarnya, merujuk pada Tahun Baru Imlek yang jatuh pada hari ini.

Wanita itu mengatakan kepada SCMP bahwa suaminya batuk darah dan demam 10 hari yang lalu, tetapi empat rumah sakit menolaknya karena kehabisan ruang.

"Orang-orang terus sekarat, tidak ada yang merawat mayat," katanya. "Jika ini terus seperti ini, kita semua akan dikutuk."

Laporan ABC.net.au melaporkan apotek kehabisan persediaan saat virus menyebar.

Meski kota Wuhan ditutup sejak Kamis lalu, virus itu terbukti sudah menyebar ke berbagai negara ketika kasus-kasus baru dikonfirmasi di Australia, Amerika Serikat dan Eropa.

Seorang pria asal Melbourne yang melakukan perjalanan ke Wuhan adalah kasus pertama yang dikonfirmasi di Australia. Dia berada di ruang isolasi di Monash Medical Centre di Clayton.

Prancis hari ini mengonfirmasi dua kasus coronavirus yang mematikan, satu di Paris dan satu di kota Bordeaux di barat daya negara itu. Keduanya adalah kasus pertama di tanah Eropa.

Menteri Kesehatan Prancis Agnes Buzyn percaya akan ada banyak lagi kasus. "Kami memiliki dua kasus," katanya. "Kami mungkin akan memiliki kasus lain."

Pasien yang dirawat di rumah sakit di Paris adalah seorang pria berusia 48 tahun yang telah melewati Wuhan dalam perjalanan ke Prancis.

"Dia ditempatkan di ruang terisolasi untuk menghindari kontak dengan dunia luar," kata menteri tersebut. [yy/sindonews]

Warga China yang Terinfeksi Virus Corona pada Bergelimpangan di Jalanan

Warga China yang Terinfeksi Virus Corona pada Bergelimpangan di Jalanan


Fiqhislam.com - Rekaman kamera menunjukkan pemandangan mengerikan orang-orang yang jatuh tak sadarkan diri di jalan-jalan sementara mereka dirawat oleh petugas medis berpakaian pelindung khusus di Wuhan, China.

Para korban terlihat berbaring tak bergerak di tanah di kota yang telah diisolasi menyusul menyebarnya wabah virus korona.

2019-nCoV adalah nama sementara untuk virus korona jenis baru yang telah menginfeksi lebih dari 1.300 orang dan menyebabkan 41 orang meninggal dunia sejak mewabah di Wuhan pada akhir tahun lalu.

Dalam beberapa waktu terakhir, klip-klip video telah di-posting di Instagram, menunjukkan petugas medis yang mengenakan pakaian khusus hazmat dan masker sedang merawat seorang pria yang mengenakan setelan jas. Pria itu tampak terbaring telungkup dengan orang-orang di sekitarnya menyaksikan.

Foto di Instagram juga memperlihatkan seorang menunjukkan seorang pria berbaring telentang di luar sebuah toko sementara seorang petugas medis mengenakan pakaian hazmat berdiri di atasnya. Demikian diwartakan Mirror, Sabtu (25/1/2020).

Saksi mata mengklaim korban, yang mengenakan topeng pelindung, kehilangan kesadaran dan pingsan saat mengantre untuk mendapatkan dokumen.

Adegan mengerikan itu disaksikan oleh enam orang yang mengenakan masker putih.

Menurut laporan yang dirilis Buletin Sains China, para pakar percaya kelelawar buah mungkin bisa menjadi penyebab menyebarnya wabah virus korona ini. Disebutkan juga para peneliti telah "meremehkan" kondisi penyebarannya, yang mirip dengan SARS, virus korona lain yang pernah mewabah di seluruh dunia pada 2002-2003. [yy/warta ekonomi]

41 Orang Meninggal dan 1.000 Orang Terinfeksi Virus Corona

41 Orang Meninggal dan 1.000 Orang Terinfeksi Virus Corona


Fiqhislam.com - Jumlah korban penyakit pneumonia yang dipicu oleh virus 2019-nCoV, jenis baru dari coronavirus atau virus corona terus bertambah. Sebanyak 15 kematian terbaru terkonfirmasi terjadi di Provinsi Hubei, China yang disebut sebagai pusat wabah. Itu artinya, hingga kini jumlah korban meninggal akibat penyakit ini mencapai 41 orang sejak tiga pekan lalu.

Selain itu, lebih dari 1.000 orang secara global telah terinfeksi. Data terbaru ini menyoroti tantangan bagi otoritas kesehatan di seluruh dunia untuk bekerja mencegah pandemi global.

Komisi Kesehatan Provinsi Hubei mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan pada Sabtu (25/1/2020) pagi bahwa 180 kasus baru telah dilaporkan pada akhir Jumat, sehingga jumlah total pasien yang dikonfirmasi di provinsi tempat kota Wuhan berada tersebut adalah 752 kasus.

Sebanyak 15 kematian terbaru dilaporkan oleh komisi itu terjadi di Wuhan, kota yang sudah ditutup atau diisolasi sejak Kamis lalu.

Belum ada data tingkat nasional baru yang tersedia dari otoritas China. Komisi Kesehatan Nasional setempat pada hari Jumat telah mengonfirmasi ada 830 kasus.

Sebagian besar kasus dan 41 kematian yang dikonfirmasi sampai saat ini telah terjadi di China, tetapi virus ini juga telah terdeteksi di Thailand, Vietnam, Singapura, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Nepal, Prancis, dan Amerika Serikat (AS).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada pekan ini menyatakan coronavirus baru sebagai "keadaan darurat di China", tetapi tidak menyatakannya sebagai keprihatinan internasional.

Otoritas Prancis melaporkan kasus pertama yang dikonfirmasi di Eropa pada Jumat malam.

Wuhan, kota berpenduduk 11 juta tempat virus pertama kali diidentifikasi, berada dalam penguncian virtual. Hampir semua penerbangan di bandara Wuhan telah dibatalkan dan pos pemeriksaan memblokir jalan utama yang mengarah ke luar kota.

Ketika kota diisolasi, apotek mulai kehabisan stok dan rumah sakit telah dibanjiri dengan penduduk yang gelisah. Kota itu bergegas untuk membangun rumah sakit dengan 1.000 tempat tidur pada hari Senin.

Meskipun kota Wuhan ditutup, virus ini sudah menyebar lebih jauh. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan pada hari Jumat bahwa ada 63 pasien yang diselidiki, dengan dua kasus yang dikonfirmasi terkait virus 2019-nCoV. Kedua kasus ini merupakan dua orang yang telah melakukan perjalanan ke Wuhan.

Setelah briefing Kongres bersama para pejabat kesehatan, Senator Republik AS John Barrasso—seorang mantan dokter—mengatakan orang-orang di Amerika Serikat dengan virus itu mungkin telah terinfeksi hingga 14 hari yang lalu di China.

"Kami ingin mencoba menghentikan dan mencegah orang datang ke Amerika Serikat jika mereka memilikinya," kata Barrasso kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, tanpa memberikan perincian tentang bagaimana hal itu dapat dicapai.

Bandara di seluruh dunia telah meningkatkan penyaringan penumpang asal China atau Tiongkok.

Coronavirus jenis baru telah menciptakan alarm karena masih banyak yang tidak diketahui seputar virus ini termasuk seberapa berbahaya itu dan betapa mudahnya menyebar di antara orang-ke-orang.

Virus ini dapat menyebabkan pneumonia, yang telah mematikan dalam beberapa kasus. Gejalanya meliputi demam, sulit bernapas dan batuk. Menurut WHO, sebagian besar kematian terjadi pada pasien usia lanjut. [yy/sindonews]

Ganasnya Virus Corona Jenis Baru

Ganasnya Virus Corona Jenis Baru


Fiqhislam.com - Gejala akibat serangan virus ini, antara lain, demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, sesak napas, kesulitan bernapas, dan lainnya.

Badan kesehatan, termasuk WHO, mengatakan, virus corona dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut akut, gagal ginjal, bahkan kematian.

Virus corona bisa menular melalui beberapa hal. Yakni kontak langsung seperti berjabat tangan atau bersentuhan, melalui udara dari batuk dan bersin, menyentuh benda atau permukaan yang terdapat virus di atasnya, atau kontaminasi tinja dalam kasus yang jarang terjadi.

Hindari virus dengan cuci tangan dengan benar, menghindari kontak langsung dengan mereka yang sakit dan mengalami gejala infeksi virus corona, hindari kontak dengan hewan yang sakit.

Kemudian, jika pergi ke peternakan, pasar, atau sejenisnya, pastikan mencuci tangan dengan benar. Pastikan menjaga asupan makanan dengan gizi dan nutrisi cukup.

Ketika memiliki keluhan gejala pernapasan, dianjurkan menjaga agar tidak menularkan virus ke orang lain. [yy/republika]

Lindungi Diri dari Infeksi Virus Corona, Lakukan Cara Ini

Lindungi Diri dari Infeksi Virus Corona, Lakukan Cara Ini


Fiqhislam.com - Virus corona misterius mirip Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) telah menyebar di Cina dan membuat heboh dunia. Semula, virus korona tercatat menginfeksi puluhan orang. Saat ini, virus corona telah menginfeksi lebih dari 201 orang di Wuhan, Beijing, dan Shenzhen. Tidak menutup kemungkinan, Indonesia juga bisa terkena virus ini.

Sebenarnya, sudah ada vaksin yang dianggap efektif mencegah infeksi saluran pernapasan seperti penumonia, yaitu vaksin PCV, vaksin pneumokokus PPSV23 dan vaksin Haemophilus influenzae type B (Hib).

Namun sayangnya, karena virus yang berkembang di Wuhan merupakan virus korona jenis baru, belum ada vaksin yang tersedia untuk mencegahnya. Sehingga, sebagai pencegahan, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat melakukan langkah-langkah ini:

1. Selalu jaga kebersihan tangan, terutama sebelum memegang mulut, hidung, mata, serta setelah memegang sesuatu di tempat umum.

2. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setidaknya selama 20 detik lalu bilas.

3. Saat mengeringkan tangan, gunakan handuk atau kertas tisu sekali pakai.

4. Apabila tidak ada fasilitas untuk cuci tangan, gunakan sabun cuci tangan atau hand sanitizer yang memiliki kandungan alkohol 70 - 80 persen.

5. Pastikan menutup mulut ketika batuk dan bersin.

6. Apabila gejala gangguan pernapasan mulai muncul, segera berobat ke dokter, serta menggunakan masker saat mengunjungi fasilitas kesehatan.

Cuci tangan dan anjuran ini mungkin dianggap enteng bagi sebagian orang. Namun hal mudah ini tentu bisa mencegah Anda tertular dari berbagai penyakit, termasuk virus corona. [yy/tempo]