30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Virus Misterius dari China telah Menginfeksi Ratusan Orang

Virus Misterius dari China telah Menginfeksi Ratusan OrangFiqhislam.com - Jumlah orang yang terinfeksi virus misterius yang muncul di China jauh lebih besar dari jumlah resmi, kata para ilmuwan kepada BBC. Ada 41 kasus virus baru yang dikonfirmasi di laboratorium, tetapi para ahli di Inggris memperkirakan jumlahnya mendekati 1.700.

Dua orang diketahui telah meninggal dunia karena virus tersebut, yang muncul pertama kali di kota Wuhan, China bagian timur, pada Desember lalu.

"Saya saat ini jauh lebih peduli ketimbang saya sepekan lalu," kata ilmuwan wabah penyakit, Prof Neil Ferguson.

Penelitian ini dilakukan oleh Pusat Analisis Penyakit Menular Global MRC di Imperial College London, yang memberikan saran kepada berbagai lembaga dunia, termasuk pemerintah Inggris dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).



Bagaimana mengetahui angka kasus-kasus?

Petunjuk penting untuk mengenai besaran skala persoalan adalah mengetahui kasus-kasus yang terdeteksi di negara lain.

Sementara wabah itu berpusat di Wuhan, China, tetapi ada dua kasus di Thailand dan satu di Jepang.

"Itu membuat saya khawatir," kata Prof Ferguson.

Dia menambahkan: "Kasus di Wuhan yang kemudian menyebarkan tiga kasus serupa ke negara lain menyiratkan akan ada lebih banyak kasus daripada yang sudah dilaporkan."

Tidak mungkin untuk mendapatkan angka pastinya, tetapi pemodelan wabah, yang didasarkan pada virus, populasi lokal dan data penerbangan, sudah dapat memberikan gambaran.

Bandar udara Internasional Wuhan melayani populasi 19 juta orang, tetapi hanya ada 3.400 perjalanan internasional setiap harinya.

Perhitungan terperinci, yang sebelum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, menghasilkan angka 1.700 kasus.

Apa artinya itu semua ?

Prof Ferguson mengatakan "terlalu dini untuk bersikap waspada" tetapi dia saat ini mengaku "jauh lebih khawatir" ketimbang sepekan lalu.

Para pejabat China mengatakan tidak ada kasus penyebaran virus ini dari satu manusia ke manusia lainnya.

Sebaliknya mereka mengatakan virus itu telah melewati penghalang spesies dan berasal dari hewan yang terinfeksi di sebuah pasar yang menjual kuliner laut dan margasatwa di Wuhan.

Prof Ferguson berpendapat: "Masyarakat harus mempertimbangkan secara lebih serius tentang kemungkinan adanya penularan dari manusia ke manusia daripada yang mereka yakini sejauh ini."

Memahami bagaimana virus baru itu menyebar merupakan bagian penting dalam menilai seberapa besar ancamannya.
 
Virus apakah ini?

Peneliti dan petugas medis telah mengambil contoh virus dari beberapa pasien. Sampel itu juga sudah dianalisis di laboratorium.

Otoritas China dan menyimpulkan bahwa virus ini merupakan coronavirus.

Coronavirus adalah kelompok virus yang menyerang manusia. sebelum kemunculan virus terbaru di Wuhan belakangan ini.

SARS ( Severe Acute Respiratory Syndrome ), yang disebabkan coronavirus, menjangkiti 8.098 orang di China sejak wabah itu meluas tahun 2002. Sebanyak 774 orang di antaranya meninggal akibat virus tersebut.

"Ada ingatan yang kuat tentang SARS, itulah sumber ketakutan berasal. Namun kami kini lebih siap menghadapi penyakit semacam itu," kata Josie Golding, lembaga penelitian kesehatan berbasis di London, Inggris.

Virus ini telah menyebabkan pneumonia pada sejumlah pasien dan berakibat fatal pada dua orang di antaranya.
 
Apa yang dikatakan para ahli lainnya?

Dr Jeremy Farrar, direktur penelitian medis badan amal Wellcome, mengatakan: "Ada banyak lagi kasus dari epidemi ini."

"Ketidakpastian dan kesenjangan masih ada, tetapi jelas bahwa ada beberapa tingkat penularan dari orang ke orang.

"Kami mulai mendengar lebih banyak kasus di China dan negara-negara lain dan kemungkinan, seperti yang ditunjukkan oleh pemodelan ini, akan ada lebih banyak kasus di sejumlah negara."

Profesor Jonathan Ball, dari University of Nottingham, mengatakan: "Yang benar-benar penting adalah sampai ada pengujian laboratorium, yang sangat sulit untuk memasukkan angka nyata pada kasus-kasus di luar sana.

"Tapi ini adalah angka yang harus kita anggap serius sampai kita tahu sebaliknya," katanya. [yy/vivaNews]

Virus Misterius dari China telah Menginfeksi Ratusan OrangFiqhislam.com - Jumlah orang yang terinfeksi virus misterius yang muncul di China jauh lebih besar dari jumlah resmi, kata para ilmuwan kepada BBC. Ada 41 kasus virus baru yang dikonfirmasi di laboratorium, tetapi para ahli di Inggris memperkirakan jumlahnya mendekati 1.700.

Dua orang diketahui telah meninggal dunia karena virus tersebut, yang muncul pertama kali di kota Wuhan, China bagian timur, pada Desember lalu.

"Saya saat ini jauh lebih peduli ketimbang saya sepekan lalu," kata ilmuwan wabah penyakit, Prof Neil Ferguson.

Penelitian ini dilakukan oleh Pusat Analisis Penyakit Menular Global MRC di Imperial College London, yang memberikan saran kepada berbagai lembaga dunia, termasuk pemerintah Inggris dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).



Bagaimana mengetahui angka kasus-kasus?

Petunjuk penting untuk mengenai besaran skala persoalan adalah mengetahui kasus-kasus yang terdeteksi di negara lain.

Sementara wabah itu berpusat di Wuhan, China, tetapi ada dua kasus di Thailand dan satu di Jepang.

"Itu membuat saya khawatir," kata Prof Ferguson.

Dia menambahkan: "Kasus di Wuhan yang kemudian menyebarkan tiga kasus serupa ke negara lain menyiratkan akan ada lebih banyak kasus daripada yang sudah dilaporkan."

Tidak mungkin untuk mendapatkan angka pastinya, tetapi pemodelan wabah, yang didasarkan pada virus, populasi lokal dan data penerbangan, sudah dapat memberikan gambaran.

Bandar udara Internasional Wuhan melayani populasi 19 juta orang, tetapi hanya ada 3.400 perjalanan internasional setiap harinya.

Perhitungan terperinci, yang sebelum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, menghasilkan angka 1.700 kasus.

Apa artinya itu semua ?

Prof Ferguson mengatakan "terlalu dini untuk bersikap waspada" tetapi dia saat ini mengaku "jauh lebih khawatir" ketimbang sepekan lalu.

Para pejabat China mengatakan tidak ada kasus penyebaran virus ini dari satu manusia ke manusia lainnya.

Sebaliknya mereka mengatakan virus itu telah melewati penghalang spesies dan berasal dari hewan yang terinfeksi di sebuah pasar yang menjual kuliner laut dan margasatwa di Wuhan.

Prof Ferguson berpendapat: "Masyarakat harus mempertimbangkan secara lebih serius tentang kemungkinan adanya penularan dari manusia ke manusia daripada yang mereka yakini sejauh ini."

Memahami bagaimana virus baru itu menyebar merupakan bagian penting dalam menilai seberapa besar ancamannya.
 
Virus apakah ini?

Peneliti dan petugas medis telah mengambil contoh virus dari beberapa pasien. Sampel itu juga sudah dianalisis di laboratorium.

Otoritas China dan menyimpulkan bahwa virus ini merupakan coronavirus.

Coronavirus adalah kelompok virus yang menyerang manusia. sebelum kemunculan virus terbaru di Wuhan belakangan ini.

SARS ( Severe Acute Respiratory Syndrome ), yang disebabkan coronavirus, menjangkiti 8.098 orang di China sejak wabah itu meluas tahun 2002. Sebanyak 774 orang di antaranya meninggal akibat virus tersebut.

"Ada ingatan yang kuat tentang SARS, itulah sumber ketakutan berasal. Namun kami kini lebih siap menghadapi penyakit semacam itu," kata Josie Golding, lembaga penelitian kesehatan berbasis di London, Inggris.

Virus ini telah menyebabkan pneumonia pada sejumlah pasien dan berakibat fatal pada dua orang di antaranya.
 
Apa yang dikatakan para ahli lainnya?

Dr Jeremy Farrar, direktur penelitian medis badan amal Wellcome, mengatakan: "Ada banyak lagi kasus dari epidemi ini."

"Ketidakpastian dan kesenjangan masih ada, tetapi jelas bahwa ada beberapa tingkat penularan dari orang ke orang.

"Kami mulai mendengar lebih banyak kasus di China dan negara-negara lain dan kemungkinan, seperti yang ditunjukkan oleh pemodelan ini, akan ada lebih banyak kasus di sejumlah negara."

Profesor Jonathan Ball, dari University of Nottingham, mengatakan: "Yang benar-benar penting adalah sampai ada pengujian laboratorium, yang sangat sulit untuk memasukkan angka nyata pada kasus-kasus di luar sana.

"Tapi ini adalah angka yang harus kita anggap serius sampai kita tahu sebaliknya," katanya. [yy/vivaNews]

Virus Corona China Merebak Hingga Thailand dan Jepang

Virus Corona China Merebak Hingga Thailand dan Jepang


Fiqhislam.com - Virus misterius bernama 2019-nCoV telah menyebabkan wabah penyakit yang mirip pneumonia di China. Virus ini dilaporkan telah menyebar ke negara-negara lain seperti Thailand dan Jepang.

Otoritas kesehatan Thailand dan Jepang telang mengumumkan temuan kasus yang dicurigai berkaitan dengan 2019-nCoV. Otoritas Thailand mengungkapkan bahwa mereka menemukan kasus pertama terkait 2019-nCoV pada 13 Januari dan kasus kedua pada 17 Januari.

Jepang juga telah mengumumkan temuan kasus 2019-nCoV pertama pada Kamis lalu dengan pasien seorang laki-laki berusia 30-an tahun. Pasien tersebut telah dirawat di rumah sakit dan sudah dinyatakan membaik pada 15 Januari.

Laki-laki asal Jepang ini mulai merasakan gejala pada 3 Januari lalu ketika sedang berpergian ke Wuhan, China. Laki-laki tersebut kembali ke Jepang pada 6 Januari dan langsung dirawat di rumah sakit.

2019-nCoV diketahui sebagai virus dari jenis coronavirus. Coronavirus ialah keluarga virus yang dapat menyebabkan gejala seperti pilek hingga severe acute respiratory syndrome (SARS). Infeksi 2019-nCoV dapat memunculkan keluhan yang mirip seperti gejala pneumonia.

Otoritas kesehatan meyakini bahwa virus baru ini hanya bisa ditularkan dari hewan ke manusia. Huanan Wholesale Seafood Market di Wuhan dicurigai menjadi sumber awal penularan 2019-nCoV.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi mengenai transmisi atau penularan 2019-nCoV dari manusia ke manusia. Akan tetapi, kekhawatiran mengenai penularan manusia ke manusia muncul karena pasien asal Jepang tidak pernah mengunjungi pasar apapun yang menjual hewan hidup, sedangkan pasien asal Thailand pernah mengunjungi pasar yang menjual hewan hidup tapi tidak pernah mengunjungi Huanan Wholesale Seafood Market.

"Mengingat pola berpergian global, kasus-kasus baru di negara-negara lain sangat mungkin (ada)," ungkao Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah pernyataan resmi, seperti dilansir Gizmodo.

Infeksi 2019-nCoV tak hanya dapat memunculkan gejala seperti pneumonia tetapi juga berisiko mematikan. Kasus kematian pertama akibat virus ini terjadi pada 9 Januari lalu. Pasien tersebut adalah laki-laki berusia 61 tahun di Wuhan.

Kasus kematian kedua terjadi pada 16 Januari lalu dengan pasien seorang laki-laki berusia 69 tahun yang juga tinggal di Wuhan. Pada kasus kematian kedua, pasien mengalami kerusakan pada banyak organ dan menderita tuberkulosis paru.

Bila penularan tak dapat terjadi antarmanusia, maka tindak pencegahan langsung relatif lebih mudah dilakukan untuk orang-orang yang sehat. Huanan Wholesale Seafood Market yang ditengarai menjadi sumber penularan telah ditutup dan dibersihkan pada 1 Januari lalu, hanya satu hari setelah ditemukan adanya keterkaitan antara pasar tersebut dan penyebaran 2019-nCoV. Setelah itu, pasar tersebut kembali dibuka dan beroperasi.

Tim dari German Center for Infection Research di Berlin juga telah mengembangkan tes laboratorium baru untuk 2019-nCoV. Dengan adanya tes ini, diharapkan dalam waktu dekat dokter dapat menegakkan diagnosis kasus suspek dengan baik.

"Ini juga akan membantu peneliti memahami apakah virus ini mampu menyebar dair manusia ke manusia," jelas Profesor Christian Drosten. [yy/republika]