14 Dzulhijjah 1442  |  Sabtu 24 Juli 2021

basmalah.png

Tomcat Mulai Menyerang Bogor Meluas ke Serpong

Fiqhislam.com - Serangan serangga Tomcat terus meluas. Kali ini warga Bogor Jawa Barat mengaku mendapat serangan serangga jenis kumbang rove itu. Akibatnya kaki kanannya melepuh dan bernanah.

Tomcat Mulai Menyerang BogorAmar, warga Kampung Cibeurem Kalong RT 1 RW 5 Desa Sukawening Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor Jawa Barat hanya bisa pasrah saat kaki kanannya menjadi gigitan serangga tomcat. Pria berusia 51 tahun ini mengaku kejadian tersebut terjadi tiga pekan lalu saat dirinya mencangkul di sawah.

Awalnya dia mengira gigitan tersebut berasal dari serangga biasa. Namun setelah melihat jenis serangga Tomcat di TV, dia baru sadar bahwa kaki kanannya digigit serangga Tomcat.

Sejumlah warga pun penasaran dengan keberadaan Tomcat di sawah, Kamis (22/3/2012). Mereka pun segera mencari serangga tersebut. Namun setelah mencari selama satu jam tidak satu pun serangga Tomcat ditemukan.

Sementara itu, pakar serangga Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Aunu Rauf menyatakan serangga tersebut memang mengeluarkan cairan Payderin yang menyebabkan kulit melepuh. Meski tidak membahayakan, bagi korban yang terkena untuk  racun tersebut bisa sembuh sendiri sekitar satu pekan.

Aunu menyarankan agar manusia tidak membunuh serangga tersebut, dan cukup meniup atau mengusir dengan menggunakan kertas.

Selain itu, Aunu menambahkan serangga yang berkembang biak di tempat lembab ini juga pernah menyerang warga di sejumlah negara seperti Malaysia, Jepang dan tentara Amerika yang tengah bertugas di Irak.

okezone.com

 

Ribuan Tomcat Serang Tasikmalaya

Fiqhislam.com - Warga Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, resah dengan serangan ribuan Tomcat atau kumbang rove.
 

Tomcat setidaknya sudah menyerang warga di Perumahan Griya Aboh. Akibatnya belasan orang mengeluh kulit mereka melepuh, gatal, bahkan ada yang sampai mengeluarkan nanah.

Tomcat tidak hanya menyerang orang dewasa, anak-anak hingga balita juga diserangan serangga berjumlah ribuan ekor.

Mila, warga Perumahan Griya Aboh, Kamis (22/3/2012), mengatakan serangga berwana hitam-merah itu menyerang pada malam hari. Serangga itu datang dari persawahan di belakang perumahan.

Mila berharap pihak Dinas Pertanian Kota Tasikmalaya segera melakukan penyemprotan untuk membasmi Tomcat.

Sementara itu dinas terkait sudah membawa sampel Tomcat untuk diteliti di Bandung hari ini. Dari penelitian itu bisa ditentukan jenis pestisida yang tepat untuk membasmi jenis Tomcat yang ada di Tasikmalaya.

Rencananya dinas pertanian akan akan melakukan penyemprotan malam hari nanti.

okezone.com

 

Serangan Tomcat Meluas ke Serpong

Fiqhislam.com - Warga Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten, diduga terkena serangga Tomcat.

"Berdasarkan laporan warga, ada salah satu warga Ciater, Serpong, yang terkena  Tomcat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Dadang M. Epid di Tangerang, Kamis (21/3).

Dadang mengatakan, warga yang terduga terkena serangga Tomcat tersebut berinisial C dan hingga saat ini belum mendapatkan penanganan medis.

Oleh karena itu, Dinas Kesehatan telah menginstruksikan Puskesmas setempat untuk melakukan investigasi kasus itu serta memberikan penanganan terhadap korban agar cepat mendapatkan perawatan.

"Karena, seluruh puskesmas sudah kami tanyakan dan belum ada warga yang melapor terkena serangga Tomcat termasuk warga di kelurahan Ciater," katanya.

Selain itu, Dadang juga mengungkapkan bila serangga Tomcat dapat timbul di mana saja karena habibat binatang tersebut hidup di hutan atau ilalang.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan telah menyiapkan seluruh petugas medis untuk dapat segera membantu warga yang terkena serangga Tomcat.

"Kami sudah kumpulkan seluruh kepala puskesmas dan telah melakukan kesiapan untuk mencegah wabah tersebut," katanya.

mediaindonesia.com

 

Kerusakan Lingkungan Picu Penyebaran Tomcat

Fiqhislam.com - Pakar hama Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Dr. Suputa mengatakan serangan kumbang paederus (tomcat) disebabkan oleh terganggunya habitat mereka.

Selama ini, kata dia, tomcat hidup di daerah persawahan atau tempat-tempat lembap lainnya, seperti hutan bakau. “Kerusakan pada habitat tomcat itu mendorong serangga ini mencari lingkungan yang baru sebagai tempat tinggal hingga merambah ke permukiman penduduk,” kata Saputa, Kamis 22 Maret 2012.

Ia mencontohkan, untuk serangan tomcat terhadap warga Surabaya dalam beberapa waktu terakhir dinilai karena terganggunya habitat tomcat di daerah hutan mangrove yang berada di dekat Apartemen East Coast.

Tidak sedikit kulit warga yang tinggal di Apartemen East Coast, Kenjeran, dan Wonorejo itu meradang (dermatitis). Data terakhir menunjukkan setidaknya 13 kecamatan di Kota Surabaya yang diserang tomcat.

Terkait dengan merebaknya populasi pemangsa wereng ini pengajar Jurusan Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan UGM ini mengatakan terdapat sejumlah faktor penyebab kejadian ini. Selain minimnya keberadaan pemangsa tomcat, faktor musim juga berpengaruh terhadap peningkatan serangga ini.

“Pada musim penghujan dengan kondisi kelembapan tinggi, populasi wereng yang merupakan pakan tomcat meningkat. Ketersediaan pakan yang melimpah inilah yang memicu meledaknya populasi tomcat,” kata dia. “Serangga tersebut sebenarnya tidak berniat menyerang manusia, tapi karena mereka tertarik pada cahaya atau lampu,” tuturnya. Saat merasa terganggu, serangga ini baru akan mengeluarkan racun paederin yang menyebabkan kulit meradang dan melepuh.

Suputa mengungkapkan tomcat bersimbiosis dengan bakteri endosimibion dari genus Pseudomonas yang ada di dalam darah paederus. Serangga yang bersifat infektif membawa bakteri ini adalah serangga berjenis kelamin betina. “Serangga betina yang infektif membawa bakteri tersebut, haemolymphnya, mengandung paderin yang bersifat racun,” kata dia.

Apabila di rumah ditemukan tomcat, Suputa menyarankan sebisa mungkin tidak melakukan kontak langsung. “Jangan sampai hewan ini tergencet dan darahnya bersinggungan dengan kulit manusia. Cukup dihalau dengan tiupan atau kertas,” kata dia.

Suputa mengatakan petani sebenarnya sudah familier dengan hewan ini dan tidak pernah ada masalah karena tidak memukulnya. Tomcat memiliki tubuh berukuran sekitar 1 sentimeter. Kepala berwarna hitam, dada dan perut berwarna oranye. Memiliki dua pasang sayap yang tidak menutupi seluruh tubuh.

Untuk pengendalian paederus bisa dilakukan dengan menggunakan jebakan lampu. Apabila sudah banyak yang tertangkap selanjutnya dilepas di kebun untuk penyeimbang alam. “Kalau sudah tertangkap jangan langsung dibunuh, tapi sebaiknya dilepas di alam untuk penyeimbang lingkungan,” kata dia.

Namun jika populasinya besar bisa dilakukan penyemprotan seperti yang telah dilakukan di beberapa daerah. Penyemprotan dilakukan dengan insektisida botani berbahan tumbuhan.

Pakar penyakit kulit Fakultas Kedokteran UGM dr. Niken Indrastuti mengatakan tindakan pertama yang harus dilakukan jika terkena serangga ini adalah mencuci bagian tubuh yang bersentuhan dengan serangga menggunakan air atau sabun. “Kalau sudah meradang, perlu dikompres dengan air dingin, jangan dikasih minyak atau balsem karena akan memperparah iritasi,” kata dia.

Pengobatan bisa dilakukan dengan mengoleskan salep Hydrocortisone pada daerah yang terluka. “Namun tidak semua kasus dapat diobati dengan Hydrocotisone, tergantung dari besaran dan tingkat keparahan iritasi,” kata dia.

Novi mengatakan racun paederin tidak mematikan. Yang membahayakan apabila terjadi infeksi sekunder. “Racunnya sebenarnya tidak berbahaya dan mematikan. Tapi kalau ada kuman yang masuk pada kulit yang terluka akan menyebabkan infeksi sekunder,” kata dia.

tempo.co