fiqhislam
basmalah
Pustaka Muslim


29 Ramadhan 1442  |  Selasa 11 Mei 2021

Makanan Kedaluwarsa, Masih Bolehkah Dimakan?

Fiqhislam.com - Sebagian orang memiliki rasa takut terhadap ular, lainnya takut ketinggian. Satu ketakutan lain, yakni makanan basi. Andakah salah satunya?

Makanan Kedaluwarsa, Masih Bolehkah Dimakan? Makanan basi akan berkaitan erat dengan tanggal kedaluwarsa. Bila menemukan makanan kedaluwarsa, apakah Anda akan segera membuangnya? Bila tetap dimakan, apakah akan membahayakan kesehatan tubuh?

Pertanyaan-pertanyaan seputar masa kedaluwarsa akan tercantum dalam ulasan berikut, seperti dikutip Eating Well:

Tidak ada keseragaman tanggal kadaluwarsa

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (United States Department of Agriculture/USDA), "tidak ada sistem yang seragam atau diterima secara universal untuk penanggalan makanan di Amerika Serikat", meskipun beberapa negara bagian memerlukannya. Namun secara umum, di hampir seluruh negara, ada peraturan penanggalan kedaluwarsa untuk susu formula.

Tanggal yang berbeda memiliki makna berbeda

Petunjuk di kemasan produk bertuliskan "dijual sejak", "sebaiknya digunakan sejak", dan "digunakan sampai" terlihat sama maknanya, padahal sedikit berbeda. "Dijual sejak" ditujukan kepada pengecer, menunjukkan kepada mereka kapan harus menurunkan produk tersebut dari rak.

Sementara, "sebaiknya digunakan sejak" adalah indikator kualitas (makanan tidak akan "buruk" setelah tanggal tersebut) dan "digunakan sampai" adalah hari terakhir produsen merekomendasikan konsumennya untuk menggunakan produk berdasarkan kualitas, bukan keamanannya.

Berapa lama makanan akan bertahan sejak tanggal kedaluwarsa?

Jawabannya tergantung pada makanannya dan bagaimana menanganinya. USDA merekomendasikan bahwa ketika produk menampilkan petunjuk "digunakan berdasarkan tanggal", maka sebaiknya dipatuhi.

Namun memang, Anda bisa melanjutkan untuk menyimpannya, tergantung pada bahan makanan dan pastikan kemasannya tidak rusak. Beberapa produk yang umum, adalah daging sapi dan unggas (1-2 hari sejak melewati tanggal kedaluwarsa), daging sapi (3-5 hari sejak melewati tanggal kedaluwarsa), dan telur (3-5 pekan sejak melewati tanggal kedaluwarsa).

Bisakah makanan kehilangan nilai gizinya sebelum kedaluwarsa?

Tergantung pada makanannya. Contoh, jus jeruk, satu cangkir jus jeruk dapat menawarkan kebutuhan vitamin C untuk sehari. Namun setelah kemasannya terbuka selama sepekan, jus jeruk akan kehilangan semua manfaat antioksidan akibat terpapar oleh udara dan cahaya. Nilai gizinya tentu akan hilang, bahkan sebelum mencapai tanggal kedaluwarsa.

Apakah aman menyimpan makanan yang habis tanggal kedaluwarsanya?

Tanggal kedaluwarsa mengacu pada kualitas, bukan keamanannya. Misalnya, jika produk beku disimpan pada suhu di bawah 4,4 derajat Celcius dan dikemas dengan baik, ini bisa dianggap aman.

Namun jika disimpan dalam tempat hangat selama berjam-jam atau terkontaminasi bahan makanan lain, bakteri-bakteri berbahaya mungkin dapat memicu munculnya penyakit akibat makanan. Idealnya, makanan yang mudah rusak tidak boleh dicairkan di suhu ruangan selama lebih dari dua jam. Mungkin bagian dalamnya tetap beku, tetapi bagian luarnya terpapar bakteri.

Karena itu, disarankan untuk tidak mengonsumsi daging, unggas, telur, atau buah-buahan dan sayuran segar yang telah dibiarkan selama lebih dari 2 jam (1 jam dalam suhu lebih panas lebih dari 32 derajat Celcius). Ini bisa terjadi pada makanan apapun, dan tidak berhubungan dengan tanggal kedaluwarsa.

okezone.com