30 Rabiul-Akhir 1443  |  Minggu 05 Desember 2021

basmalah.png

Sarapan Telur Bikin Kenyang Lebih Lama daripada Sereal

Fiqhislam.com - Apa sarapan Anda pagi ini? Jika makan telur, berarti Anda telah menjalankan langkah awal penurunan berat badan. Pasalnya, sebuah riset menunjukkan bahwa sarapan telur bisa mengurangi ngemil di siang hari.

Sarapan Telur Bikin Kenyang Lebih Lama daripada SerealPeneliti dari Pennington Biomedical Research Centre di Louisiana, Amerika Serikat, menguji 20 sukarelawan dengan berat badan berlebih atau obesitas. Ternyata, mereka yang diberi telur saat sarapan merasa tidak terlalu lapar saat makan siang dibanding dengan yang diberi sereal. Mereka juga makan lebih sedikit saat bersantap prasmanan atau all you can eat.

Tiga jam setelah makan pagi, kadar ghrelin dalam darah partisipan turun secara signifikan. Hormon tersebut berfungsi untuk merangsang nafsu makan. Sementara itu, hormon PYY3-36 yang memberi sinyal kenyang pada otak meningkat.

Dr Nikhil Dhurandhar, ketua tim peneliti, mengatakan bahwa studi ini membuktikan makanan yang lebih tinggi protein membuat lebih kenyang serta membantu keberhasilan diet. "Lalu timbul pertanyaan: apakah makanan yang berprotein tinggi merupakan penekan nafsu makan alami? Butuh penelitian jangka panjang untuk melihat apakah sarapan dengan makanan berprotein tinggi dapat membantu menurunkan berat badan," ujar pria ini.

Tracy Parker dari British Heart Foundation mengatakan bahwa temuan ini dapat membantu orang-orang yang ingin menurunkan berat badan atau berhenti ngemil. "Seberapa kenyang kita ditentukan oleh kualitas protein, bukan kuantitasnya," ujar Tracy.

Namun, teknik memasak juga harus diperhatikan. "Sebaiknya rebus telur atau buat poached egg, jangan menggorengnya. Hindari menambahkan mentega pada telur dadar," saran Tracy, seperti dikutip dari The Telegraph

Bagaimanapun juga, tambahnya, penelitian ini hanya berfokus pada telur, bukan makanan berprotein tinggi lainnya. Ia menyarankan riset berikutnya menyelidiki tentang efek memakan daging rendah lemak, daging unggas, serta ikan.

food.detik.com